"....semua makhluk ciptaan Tuhan samada manusia,binatang,tumbuhan, alam semulajadi dan sebagainya,saling perlu memerlukan,saling bantu-membantu kerana mereka berkait,terikat antara satu sama lain dalam satu kitaran yang berhubungan. Justeru, jangan diputuskan ikatan itu, kelak, seluruh kitaran akan musnah..." Ahmad Rais Johari
Monday, January 14, 2019
KELAS BUAB (April, 2019) Building Up A Business.oleh Roslan Ab Hamid
Building Up A Business.
.
DUA BENTUK MOTIVASI
1. Manusia ada dua motivasi . Pertama, akibat keadaan yang mendesak. Kedua, terdorong dari dalam. Dalam latihan pada Tim Digital Nusantara - perkataan motivasi, ditukar nama kepada Semangat RADZI. Rangkaian Angkatan Digital InspiRadzi.
.
HASRAT MEMBARA
2. Untuk bina karekter seorang entrepreneur - kena ada hasrat membara. Hasrat lah yang membangkitkan motivasi dalam diri. Keinginan kuat yang datang dari relung hati yang murni untuk capai sesuatu.
.
CINTA PADA APA YANG DIKERJAKAN
3. Lanjutnya seperti apa yang disebut oleh Steve Jobs."Cintailah apa yang anda kerjakan dan tentunya anda akan mengerjakannya dengan sepenuh hati"
.
4. Semua bisnes adalah proses. Ada masa naik dan ada masa jatuh. Manusia yang tidak mencintai apa yang dia lakukan akan larikan diri saat berdepan jalan sulit. Kesuksesan selalu datang dalam selimut kesulitan.
.
5. Bagaimana kita dapat tahu, kita sedang mencinta sesuatu. Apabila kita sanggup mengerjakannya hingga lupa makan dan ada kalanya sanggup bangun pagi. Fahami baik baik, makan tetap makan tetapi makan untuk hidup bukan hidup untuk makan.
.
ARTI DAN TUJUAN
6. Apakah tujuan mulia dalam kita melakukan satu satu perkara? Ia lebih dari nilai ekonomi dan memenuhi keinginan diri sendiri. Tujuan akan jadi mulia apabila ia dalam bentuk immaterial. Ada nilai spiritual.
.
7. Membahagiakan diri apabila sumbang pada ibubapa. Apabila berikan pada famili. Pada sanak saudara dan kerabat. Pada anak anak yatim dan mereka yang terpinggir terbiar. Dalam rezeki kita ada rezeki orang lain. Selepas solat , tersebut jelas tentang zakat.
.
8. Kontribusi dan kongsi pada masyarakat luas. Jadikan kerja sebahagian dari hidup. Bukan jadikan sebahagian hidup untuk kerja. Ini yang dipanggil keseimbangan. Jangan nyalakan lilin pada kedua ujungnya. Ia akan cepat cair dan habis. jadi lampu penyuluh jalan yang boleh dicaj baterinya.
.
9. Usah jadikan sukses sebagai pemangsa yang korbankan masa bersama famili , sanak saudara dan teman teman. Imbangi. Jaga kesihatan dan kesejahteraan diri. Jangan bekerja hanya kerana pembayaran yang menggiurkan. Kejar wang, kita akan binasa. Bangunkan orang, wang akan datang dari arah yang tidak disangka sangka.
.
BANYAKKAN TEMAN SEJATI
10. Siapakah teman "CurHat" kita. Ada 4 teman sahabat akrab sudah lebih dari memadai. Ada 100 orang, itulah taman taman syurga dalam kehidupan.
.
11. Fikir jernih. Zikir tanpa letih. Keberhasilan di lapangan tugasan dan keusahawanan akan berikan kita keberhasilan dalam kehidupan bekeluarga dan kehidupan seluruhnya.
.
SENTIASA CARI TAHU
12. Seterusnya, sentiasa cari tahu. Belajar tanpa jemu. Jangan tutup diri untuk ambil tahu perkembangan baru. Bergerak dalam bidang yang digemari.
TIGA ATURAN THE CIRCLE OF LEGENDS oleh Roslan Ab. Hamid
.
1. Dalam Q1 - meeting core group The Circle of Legends - saya beritahu terang akan 3 perkara besar. Ini dunia kecil kita. 100 orang (syarikat) yang ingin berbisnes cara kita.
.
2. Pertama. Dunia telah berubah. Malaysia adalah kolam kecil. Kita perlu keluar. Sekurang kurangnya cari tahu di 10 buah negara ekonomi besar dunia. Negara ekonomi besar. Cina, India, USA, Indonesia, Turki. Lepas itu, Brazil, Rusia, Germany, Jepun.
.
3. Kedua. Bina kepakaran dalam Planet Omni. Ada empat perkara perlu faham. Online, offline, technology dan infrastruktur. Kita perku ada kepakaran dalam empat dimensi ini. Dan syarikat yang sertai "The COL"- mesti bersiap untuk upayakan diri buat jualan RM10 k keatas sebagai permulaan.
.
4. Ketiga, berkawan dengan orang Cina. Dekati dan fahami mereka. Jangan terlibat dengan "kedangkalan bodoh semangat anti Cina" yang cuba ditiupkan sekarang. Aliran politik baru yang entah apa apa. Kalangan kalah yang menyebarkan kebodohan serakah.
.
5. Memang benar kedapatan orang Cina yang sangat rasist. Mereka membenci segala yang bersifat kemelayuan. Raja, agama dan bangsa. Mereka ini haprak.
.
6. Namun ramai juga yang senang dengan kita dan ingin membantu. Pilih kelompok yang itu. Dunia masa kini dalah kolaborasi dan integrasi. Bergabung dan bekerjasama. Mereka yang tahu diri "Bagi ku agama ku dan bagi mu agama mu" - akan dapat survive dalam apa jua cara dan keadaan.
.
7. The COL mengimpikan kalangan yang terdidik pintar, sentiasa sabar membangunkan perusahaan sederhana besar dan punya solid management practise akan bekerjasama tanpa mengira kaum dan fahaman.
.
8. Kita hanya berperang "edah 3 bulan setiap 5 tahun". Bagi ku partai ku, bagi mu partai mu". Dalam masa 57 bulan lagi kita bekerjasama menjayakan cita cita bersama.
.
9. Yang ingin dibangunkan adalah "Eagle Way. Spirit of our success". Langkah inspiratif mengubah pecundang menjadi pemenang.
.
10. Katakan pooooorahhhh pada kempen boikot limau mandarin sempena tahun baru Cina kali. Ia datang dari otak berkarat ahli politik terhimpit.
.
11. Tanya saja, 'masa kalian dok kat atas , jadi Menteri dan pegang jawatan dulu - siapa kawan kalian . semuanya towkay Cina". Ketuanan Melayu konon. Pigilah.
Friday, January 11, 2019
Excellence Without A Soul: How a Great University Forgot Education Reviewed by Rebecca A. Owen
Instead, this cultural perception has shifted systems in the process of higher education to function within parameters of advancement, security and reputation. This movement leaves character development, essential to any career, by the wayside. Naturally, the terrain of the university is lacking when any one area is given more or less attention than is due. This void of character development and other oversights have left institutions lopsided, making for a slippery slope for other schools to follow in an attempt to compensate for, or surrender to, the trends.
College students are in training to be leaders in their chosen fields of study and will need a philosophical foundation that will hold up through change and innovation. They will need a core understanding of themselves and the world to be effective stewards of their influence in scholarship and society, recognizing that “True freedom is not the freedom to do what one wishes without consequence, but a balance between choice and responsibility, between self and society” (p. 153). As highly educated individuals, American college students have a high calling and tall responsibility to their fellow world citizens. This noble philosophy of teaching has been distracted by the consumerism of the American society, entitling everyone with an advanced degree to a well-paying job, not a well-rounded perspective.
Lewis laments that “This superimposition of economic motivations on ivory-tower themes has exposed a university without a larger sense of educational purpose or a connection to its principal constituents” (pp. 2-3). The university is to “help students understand what it means to be human” (p. 3), and if getting a better paying job is the goal students are allowed to maintain and pursue through their undergraduate education, this philosophy is quickly confused. Lewis continues his argument that a school’s mission cannot be compromised at the mercy of consumerism—and competition—driven decision making regarding course content and grading. Here, again, Christian institutions need to take leadership in delivering a distinct education.
Just as Lewis insists that science (general education) and philosophy (values) cannot be separated or each will surely lose the potential depth of meaning, religious faith and academic matters must be married for cohesive identity development as well. While the concept of integration is woven into the rhetoric of Christian institutions, the quality implementation is harder to assess. This transformation of education becoming more connected demands more comprehensive teaching and honest, qualitative grading habits.
Whereas grading was originally employed as a method of notifying a student of his or her progress throughout each term of study, the consumer mentality has progressively infiltrated grading trends because student satisfaction is tied to awarding tenure to faculty. Instead of accurately reporting how students are performing, faculty are more apt to give higher grades to please students and advance their personal teaching careers in the process, thereby diluting their course content and results. Strangely enough, this mentality does not begin in the classroom, but the home, given that “Because students – and their parents – struggle for flawlessness, we do not make them responsible for their mistakes,” (p. 147) which further complicates the matter of expectations.
Grade inflation is difficult to cap as students want to see their achievements grow on a scale that is fixed. The result is an overwhelming majority of perceived exceptional students, thus losing the meaning of excellence. In addition, the quality judgments given by grading are compromised and students learn less in a reduced curriculum that further separates content from application. Ultimately, faculty model a lifestyle to students of pursuing promotion and job security rather than the integrity and integration of the educational process.
Although Lewis speaks at length to the problem of grade inflation, he seems to compromise attention to it for what he considers to be more important and influential issues in higher education such as advising, class size, quality of teaching, and meaningful curriculum (p. 146). Although it is essential to focus on a manageable scope of solutions for a problem to be solved, Lewis largely discredits his entire argument against grade inflation when trying to bring respective to the problem in his final paragraph in chapter six.
Lewis reasons that by resolving grade inflation, the institution may still deliver a severely flawed curriculum using ineffective techniques and environments. For this reason, assessment and reform should be focused on other aspects of the educational process. However, Lewis does propose a wealth of challenges and solutions in his brief conclusion, arguably the most essential and engaging pages of his book to read. As in most of his arguments, the responsibility of restoring institutions of higher education rests on the faculty. It is this group of stakeholders that needs to hold education to a stronger, higher standard, even and especially in the face of challenge.
Imagine with him for a moment if every college syllabus and programming session echoed the centering question, “If we do this, then over the course of four years, what lessons will [students] learn, and will they become better educated?” (p. 263). This question is central to the integrity of the educational institution, but Christian colleges have a subsequent question to ask: How will this transform the way students engage people, institutions and the world for Christ? This question of Christian worldview development is critical for carrying out the mission of Christian higher education.
All in all, Lewis delivers an honest and accurate critique of the current state of higher education and presents fair suggestions to redirect the institution. Ironically, his title speaks of an excellence that has lost its soul. Although his critiques are true and solutions well intending, the trendsetters and world changers he intends to produce through higher education will still have no soul with his diploma. It is the Christian college and the Christian in the college that holds the answer to fully realize education’s potential and purpose. May we take this challenge seriously and lead the way from deeply ingrained dualisms to holistic development of our students. Rebecca A. Owen serves with the Coalition for Christian Outreach at Messiah College as the local community service director in the Agape Center for Service & Learning.
PERUBAHAN TETAP BERLAKU oleh Datuk Roslan Ab Hamid
.
1. Kita berada dalam dunia yang turun naik, banyak ketidakpastian, berdepan kerumitan, dan masa depan penuh kekaburan. Istilah yang dipopularkan oleh angkatan darat Amerika Syarikat sebagai VUCA. Volatility, uncertainty, complexity, ambiguity.
.
2. Ia mula dipakai di mana mana. Terutama dalam kelas bisnes.
.
3. Soalnya apakah jawapan kepada VUCA? World Economic Forum menelah pada tahyn 2022, ada penurunan 75 juta pada pekerjaan yang bersifat adminstratif.
.
4. Namun dalam nota yang lebih positif, telahan yang sama oleh World Economic Forum ada 122 juta pekerjaan baru dalam bidang pemasaran dan penjualan.
.
5. Memang dunia sentiasa turun naik. Sentiasa ada perubahan. Bermula dari hal keci dan tidak menarik.
.
6. Dulu penyewaan filem , dikuasai oleh Blockbusters. Mereka raja pasaran. Datang Reed Hastings pendiri Netflix. Pada tahun 2000, Hastings tawarkan untuk kerjasama dengan Blockbusters.
.
7. Blockbusters terus kuasai offline dengan segala kekuatan kedai, jutaan pengkalan data pelanggan, modal yang kuat. Netflix mahu kerjasama untuk terokai online bersama Blockbusters.
.
8. Blockbusters menolak dengan angkuhnya. 2010 mereka bangkrap dan Netflix berkembang pada tahap luar biasa sekarang.
.
9 Semua perubahan datang secara tidak terduga. Penguasa Istana besar sukar mahu faham riak kecil. Saat mereka faham, tsunami telah berlaku dan menengeelamkan istana mereka.
.
10. Kisah kejatuhan UMNO, partai berusai 71 tahun cukup jadi pengajaran berguna buat orang bisnes melihat contoh kalangan penguasa yang buta pada perubahan.
Syarikat Global yang Mengamalkan Strategi Long-Tail oleh Prof Dr. Mohd Hassan Mohd Osman
=======================================
.
+CyberArk merupakan antara syarikat "high-tech" Israel yang terbesar dan beribu pejabat di Israel serta mempunyai pejabat di Newton Amerika Syarikat dan beberapa buah negara.
.
+CyberArk merupakan syarikat nombor satu di dunia dalam bidang "privileged account security management" ia itu berkaitan keselamatan jaringan.
.
+Buat masa ini, lebih dari 50% syarikat "Fortune 100" merupakan pelanggan CyberArk dan lebih dari 25% dari syarikat "Global 2000" menggunakan sistem CyberArk, yakni lebih dari 3,100 buah syarikat.
.
+Nilai pasaran CyberArk ialah USD1.62 billion dengan nisbah P/E 54.37.
.
+CyberArk merupakan antara syarikat berjumlah kecil yang masih memperolehi keuntungan dalam "network security"
.
+Model bisnes CyberArk berpaksi kepada "long tail mode" yakni produknya memenuhi pasaran "niche" dan menawarkan produk serta perkhidmatan yang berbeza.
Thursday, January 10, 2019
SALUTE THE RANK, NOT THE MAN oleh Asrul Muzaffar Mohammed
Terpaksa tulis sesuatu sebab nampak keadaan macam makin caca merba.
Secara peribadi, aku memang konsisten tidak akan menulis di media sosial apa apa yang berniat mengkritik, mengaibkan atau memperlekehkan DYM Yang Dipertuan Agong dan Sultan. Kerana aku pernah lihat betapa hodohnya rakyat Britain melakukan demikian terhadap keluarga diraja mereka hanya atas nama 'kebebasan bersuara' padahal ia tak lebih sekadar hiburan sensasi.
YDP Agong dan Sultan bukan artis dan mereka bukan tahap Fattah Amin atau Neelofa yang membolehkan kita bincang perihal mereka secara terbuka di media sosial. Mereka adalah simbol Raja Berperlembagaan dan Ketua Agama Islam di Malaysia. Adat kita penuh dengan keindahan baik dari bahasa atau tatasusila bila menyentuh hal menghormati YDP Agong dan Sultan. Kenapa nak korbankan semua ini atas nama 'kebebasan bersuara'?
Kalaupun nak mengkritik YDP Agong dan Sultan, lakukanlah dengan konstruktif dan berhemah. Gunakan bahasa yang sesuai. Tanpa maki hamun atau perli sarkastik. Salute the rank, not the man. Atau lebih baik, tulis saja kritikan anda pada Majlis Raja Raja dalam bentuk surat rasmi. You'd be surprised how a simple letter from 'nobody' can somehow change things.
Ataupun tiru macam aku. Tak usah bicarakan langsung isu YDPA dan Sultan ini secara terbuka di media sosial.
VIGILANTISM MEDIA SOSIAL
Hal 'vigilante' di Facebook yang mencari dan mendedahkan butiran peribadi mereka yang mengutuk YDP Agong dan Sultan, kena kaji kenapa ini berlaku. Seperti juga kebanyakan adiwira seperti Batman dan The Punisher, vigilantism akan muncul bila tahap konfiden terhadap penguasa keamanan kian luntur dan dilihat tidak dapat melindungi kebajikan rakyat.
Dalam kes ini, ada pihak cuba bina persepsi bahawa pasukan keselamatan lewat atau gagal bertindak bila ada kes yang membabitkan pesalah bukan Melayu. Walaupun perception builder ini bernawaitukan politik, aku agak gusar sebab TIADA LANGSUNG sebarang rectifications atau rebuttal dilakukan oleh pihak berkuasa untuk elak persepsi salah ini dari terus berkembang. Mana Unit Komunikasi Korporat korang? Takkan infografik simple pun tak boleh buat?
BERANI BUAT BERANI TANGGUNG
Mengenai kes individu yang dikutip PDRM kerana mengutuk hamun YDP Agong, aku cuma boleh katakan "padan muka hangpa". They asked for it, sampai ke tahap provokasi. Aku perhati saja tweets mereka pada malam tersebut. Tiada sebarang rasa gusar atau hormat malah seolah olah 'menjemput' pihak berkuasa mengambil tindakan. Berani buat berani tanggunglah. Lain kali kalau baru seminggu dua kahwin, duduklah elok elok bersuka ria senda gurau bak pasangan pengantin baharu yang lain... bukannya memaki hamun YDP Agong di media sosial.
Dalam masa sama, harap ambil maklum bahawa mendedahkan butiran peribadi individu di media sosial adalah salah mengikut Akta Komunikasi dan Multimedia 1998. Jika sabit kesalahan, yang mendedahkan boleh jatuh hukum dipenjara sehingga satu tahun atau denda RM50,000.00 atau kedua duanya. Jika ada yang mendapati butiran peribadi mereka seperti nama, nombor MyKad, alamat, tempat pekerjaan dan seumpamanya didedahkan, bolehlah laporkan pada Jabatan Perlindungan Data Peribadi, sebuah agensi di bawah Kementerian Komunikasi dan Multimedia.
Dalam kedua dua kes ini - baik yang memaki hamun YDP Agong di media sosial dan yang mendedahkan butiran peribadi individu di media sosial - berani buat berani tanggunglah kan?
p.s. (tak berkaitan) Ex-JASA hanya mengirim borang memohon menyertai BERSATU, bukannya mereka otomatik diterima. Kalau nanti keahlian mereka diluluskan, hah, baru kita bangkang tahap Thanos (2019)
Wednesday, January 9, 2019
Biografi Ringkas Badiuzzaman Said Nursi
Beliau juga terkenal dengan panggilan ‘Said al - Nursi’ merujuk kepada tempat kelahirannya (desa Nurs) Badiuzzaman” pula merujuk kepada panggilan atau gelaran terhormat yang diberikan oleh syeikh muktabar kepada beliau atas keupayaan luar biasa beliau dalam menghafal dan mengingati sesebuah buku dalam masa yang singkat, di samping kemahiran berfikir serta kekayaan ilmu yang ada pada diri beliau. Nursi dilahirkan dalam sebuah keluarga yang miskin dan sederhana.
Beliau berketurunan Kurdi yang mulia dan berpengaruh. Ayahnya bernama Sufi Mirza dan ibunya bernama Nuriyyah. Kedua ibubapa Nursi dikatakan berasal daripada salasilah keturunan ahli al – bayt iaitu Mirza berasal dari keturunan Hasan b. Ali sementara Nuriyyah pula dari keturunan Husayn Nursi merupakan anak keempat dari tujuh orang adik beradik, iaitu Durriyah, Khanim (Hanim), Abdulllah, Said (Nursi), Muhammad, Abdul al-Majid, dan Marjan. Abangnya Abd al-Majid adalah yang paling terkenal dalam kalangan adik beradik Nursi selepas Nursi. Beliau pernah menjadi guru bahasa Arab di Sekolah Tentera di Diyarbakr. Selep as itu, dilantik menjadi mufti di Urgup untuk beberapa tahun. Beliau pernah menterjemahkan beberapa karya - karya Nursi dari bahasa Arab ke dalam bahasa Turki.
Cicle Of Legends oleh Dato Roslan Ab Hamid
.
1. Menjadi pemimpin yang baik adalah tentang storytelling. JIka kita dapat beritahu orang kisah dengan cara jadikan orang yang mendengar teruja macam kita, itu adalah salah satu dari tanda upaya jadi pemimpin yang baik.
.
2. Ada banyak komentar kenapa saya menulis panjang. Tidak sesuai di baca oleh kebanyakan orang.
.
3. Kita pilih untuk bentuk "circle of legends". Jika anak bilis tidak dapat makan makanan ikan hiu (jerung), jangan salahkan makanan.
.
4. Pengalaman hidup, telah menyaksikan banyak "incredible story" depan mata. 5 orang yang saya ikut teladani -semuanya ada pertumbuhan exponential.
.
5. Kuncinya tahu SWT - Strength, Weakness and Trend. Tahu kekuatan diri dan bina team yang kuat. Inilah pilar ketiga dari Mindset, Money, Scaling. Pilar Scaling.
.
6. Bangkitkan Keterampilan Humanis. Kemahiran Kemanusiaan. Cari kemahiran yang tidak kita punyai untuk melengkapkan upaya kepemimpinan kita. Delegate pada mereka yang tahu.
.
7. Berkembang 10 kali lebih pantas dari pesaing terdekat. Caranya bina tim yang ada kepelbagaian kemahiran. Kita perlu bina tim kerana kita tidak boleh buat perkara yang tim boleh buat.
.
8. Bagaimana untuk tarik mereka yang terbaik. Jawabnya Storytelling. Cerita yang kita sampaikan. Bawa mereka bersama dengan rasa percaya ia bisa dilakukan. Bersama dalam sesuatu yang mampu dilakukan secara berpasukan.
.
9. Kita tidak ambil pekerja yang beri masa 9 pagi hingga 5 petang. Kita bina tim yang akan sudahkan kerja di mana sahaja mereka berada.
.
10. Bapak Dato' Radzi Saleh datang ke Indonesia, 17 tahun dulu hanya dengan bekalan wang RM120k sahaja. Satu kontena produk. Tiada payung subsidi dan surat sokongan gomen. Dan dia buktikan dapat melakukannya di negara jiran.
.
11. Apabila dia boleh melakukannya , kenapa kita teragak melakukannya. Next. Menjadikan perusahaan ini Raksasa Digital Nusantara - melepasi jualan RM1 Bilion setahun melalui online. Ada brani.
Shaikh Sulaiman Bin Abd Al Aziz Al-Rajhi Winner King Faisal International Prize For Service to Islam 2012.
Tuesday 6/3/2012 - 13/4/1433H
Praise be to Allah and Peace and Prayers be upon the Seal of the Prophets and Messengers our Prophet Muhammad, and all his family, companions and followers till the Day of Judgment.
Your Royal Highness Prince Salman Bin Abd Al-Aziz, Minister of Defense,
Your Royal Highnesses,
Your Eminences,
Your Excellencies
Prize Laureates,
Distinguished Guests.
Assalamu Alaikum
I would like to express my sincere thanks and deep gratitude to the King Faisal Foundation for honoring scientists, intellectuals and all other individuals who serve our nation and benefit humanity. May Almighty Allah have mercy upon King Faisal and may He reward his family members and all the workers in the Foundation for their faithful services.
Dear brothers,
I am humbled and thrilled to find myself joining the glorious group of monarchs and Heads of Islamic States who have previously been awarded the Prize for Service to Islam.
Distinguished Guests,
The bounties bestowed upon us by Almighty Allah are incessant and incalculable. Of these invaluable bounties is Islam, which Allah guided us to follow, making us among the best nations of mankind. For this reason, we must strive relentlessly to serve Islam and Muslims.
In this land, may Allah protect it, we enjoy the bounty of peace and faith which enabled businessmen to institute vast projects which contributed substantially to fulfilling the needs of the poor and helped in moving them from the circle of poverty to that of self-sufficiency and productivity, and in providing them with education and appropriate health care.
This is a great bounty if one thinks about it. As the Prophet says: "One who wakes up safe in his home and among his people, healthy in his body and possessing his daily needs, is like one who owns the entire world. "And by thanking Allah, these bounties will last. Among Allah bounties in many Islamic and even non-Islamic countries is the success of pure Islamic banking - which is a blessing for our subsistence. So, thanks to Allah at all times.
Your Royal Highness, I would like to take this opportunity to request your permission to donate the monetary value of this Prize to the "Quranic Memorization Society" in Riyadh region, hoping that its reward goes to the Founder of this country, King Abd AI-Aziz, may Allah have mercy upon
him.
I conclude by asking Almighty Allah to enable us remain firmly committed to our faith and to follow the tradition of our Prophet Mohammad, Peace and Prayers be upon him, and our venerable predecessors. May I also ask Allah to guide us along the path of righteousness, bless our efforts and accept our deeds purely for His sake, and may He unite the word of Muslims, accept their good deeds and guide them. Our last call is: "Praise be to Allah, the Sustainer of the Two Worlds."
Tuesday, January 8, 2019
Mengurus Perniagaan - kenali pelanggan oleh Roslan Ab Hamid
MANAGING A BUSINESS
KENAL PELANGGAN
1. Apabila tiada pelanggan , maka tiada bisnes. Semudah itu sahaja. Jadi yang paling utama dan teratas , kenal pasti siapakah pelanggan kita. Street Vendors akan tahu siapa pelanggan mereka. Ini yang dinamkan street smart.
.
2. Restoran Me'nate Steak House di mulai oleh Tuan Mustaffa Othman pada tahun 2009. waktu itu beliau telah berusia 58 tahun. Menimba banyak pengalaman diluar negara sehingga berkhidmat sebagai pakar daging di Istana Ratu Elizabeth selama dua tahun setengah.
.
CARI PENGALAMAN
3. Sebelum itu pernah ada perniagaan daging di pasar Subang Jaya sebelum ke London pada tahun 1989 untuk pelajari ilmu master in butchering and culinary di sebuah kolej swasta. Berkorban apa sahaja , bermula dengan bekerja sebagai pemotong daging di kedai Pakistan.
.
4. Kemudiannya , Mustaffa menerima tawaran pekerjaan dengan gaji jauh lebih tinggi hingga ditawarkan jawatan dalam Dawn Group of Companies pada 1991. Syarikat besar yang juga pembekal tunggal sumber daging terbaik untuk istana Ratu Elizabeth itu kemudian menyedari kemahiran dan kelebihan dalam diri Mustaffa.
.
5. Me'nate Steak House hanya terkenal pada orang ramai pada tahun 2015 atas isu caj makan RM9338.50 dalam media sosial.
PENGAMBILALIHAN- KEMBANGKAN BISNES
6. Sekarang siapa pemilik Me'nate? Apakah masih Tuan Mustaffa Othman atau siapa? Me'nate sekarang diambil alih oleh Palace Butcher Resources Sdn Bhd. Mereka menjenamakannya semula restoran ini sejak tahun 2015.
.
7. Daripada sebuah restoran yang sederhana di Ampang, kini Palace Butcher Resources Sdn Bhd, dalam tempoh tiga tahun berjaya menambah tiga lagi rangkaian baru Me’nate Steak Hub di sekitar Lembah Klang dan Selangor. Restoran-restoran ini terletak di Ampang Jaya, Setapak, Bandar Baru Bangi dan Shah Alam.
.
8. Sejak mengambil alih pengurusan Me’nate Steak Hub pada tahun 2015, pihak pengurusan telah melakukan banyak perubahan-perubahan besar dan drastik bagi mempertingkatkan imej Me’nate sebagai sebuah restoran makanan barat yang berprestij tinggi.
.
10. Perkara ini termasuk daripada rekaan dalaman restoran, peralatan-peralatan memasak yang moden dan yang paling penting dan utama adalah pemilihan daging segar yang berkualiti tinggi serta bahan-bahan mentah lainnya yang segar dan dipilih khas.
.
(BERSAMBUNG)
Monday, January 7, 2019
Puisi "Kata-kata" oleh Prof Dato' Dr. Awang Sariyan
Kata-kata
meskipun terbit sebagai deretan fonem-fonem dalam lisan
dan terakam sebagai deretan grafem-grafem dalam tulisan
ada kalanya menghiris jantung hati
membunuh kedamaian sukma
menghakis pautan kasih
merungkai simpulan hati
meleburkan silaturrahmi
apabila diungkapkan tanpa seni komunikasi
dizahirkan tanpa niat yang murni
disampaikan dengan gaya hati yang mati
sewajarnya dijaga
dibaja subur menjadi pohon budi
menjadi wasilah akal dan pekerti
menjadi sangga peribadi terpuji
justeru kerana bahasa kurniaan Ilahi
sebagai acuan menzahirkan peri
tentang segala nan di dalam dan di luar diri
juga penanggap, penafsir dan penaakul sakti
segala nan dicerap pancaindera tentang alam kulliy
Kata-kata
dapat menyatukan hati
mendamaikan jiwa
memadukan persaudaraan dan persahabatan
seandainya disaluti adab dan kesantunan
tetapi dapat memecahkan benteng perpaduan
memusnahkan kemanusiaan
seandainya disaluti api kebencian dan perseteruan
~Kembara Bahasa~
6 Januari 2013/24 Safar 1434
Sultan Muhammad V Agong pertama letak jawatan
Sunday, January 6, 2019
ST Rosyam Mart oleh Ustaz Azhar Ab. Syukur
Rosyam Nor
Saya orang politik dan saya ahli perniagaan. Setakat ini saya mengasingkan perniagaan saya dari politik. Akan datang tak tau la pula 🤣🤣🤣
Adapun Rosyam Nor, saya tak peduli tentang fahaman politik dia. Ikut dia... dulu nak sokong UMNO, hak dia. Sekarang dia nak sokong BERSATU... hak dia juga.
Saya nak ulas tentang ST Rosyam Mart. Ada yg kata 10% saham tu dia dapat percuma. Sebab guna nama... Sebagai ahli perniagaan, saya merasakan ada kemungkinannya share 10% itu diberi percuma tetapi harus diingat, ‘membentuk’ nama ROSYAM NOR tidak percuma. Ianya satu perjuangan yg panjang dan hanya Rosyam Nor sahaja yg mengetahuinya 🤔
Pernah sahaja saya memberi saham 10% kepada kawan saya yg popular dalam salah satu syarikat saya secara percuma. Itu strategi perniagaan. Adalah amat amat tidak cerdik jika saya memberi saham 10% kepada orang yg saya tidak dapat faedah darinya. Pahala? Kalau nak bagi pahala, saya sedekah kan aje, tak perlu letak nama sesiapa... buat menyusahlan urusan dokumen syarikat 😜
K... bye
Cerita D. I. Y oleh Roslan Ab Hamid
CERITA ENCIK D.I.Y
.
1. Mr D.I.Y, peruncit pembaikan rumah terbesar di Malaysia. Mereka sedang mencari tawaran awam permulaan yang boleh menaikkan kira-kira RM2.1bil (US $ 500mil). Perbincangan mengenai penyenaraian Mr D.I.Y. berada di peringkat awal, dan perincian tawaran itu boleh berubah mengikut masa dan keadaan.
.
2. Mr D.I.Y. mempunyai lebih daripada 500 cawangan di seluruh Malaysia. Ia mempunyai lebih daripada 4,000 pekerja dan melayani lebih 78 juta pelanggan setiap tahun di kedai-kedai di negara Asia Tenggara, menurut laman webnya.
.
3. Syarikat itu juga telah mengembangkan operasinya ke Thailand, Brunei dan Indonesia.
.
4. Mr D.I.Y., yang disokong oleh firma ekuiti swasta Creador, boleh disenaraikan sebaik sahaja akhir tahun ini. Ia sedang mempertimbangkan untuk menyenaraikan hanya operasi domestiknya .
.
5. Ketua Pegawai Eksekutif Creador Brahmal Vasudevan berkata bahawa Mr D.I.Y. sedang meneroka IPO dan menjangka membuat keputusan pada bulan depan. Mr D.I.Y. menyertai firma yang disokong ekuiti swasta lain dalam usaha untuk menjual saham di Malaysia.
.
6. Antaranya- pengusaha restoran KFC QSR Brands (M) Holdings Sdn., Yang disokong oleh CVC Capital Partners, dan Leong Hup International Bhd, pengeluar makanan unggas yang dimiliki oleh Affinity Equity Partners, juga telah bersedia untuk menyenaraikan di pasaran domestik.
.
7. Pengumpulan dana daripada jualan saham kali pertama di Malaysia jatuh kira-kira 90% pada tahun 2018 kepada US $ 180 juta, terendah tahunan dalam sekurang-kurangnya satu dekad, mengikut Bloomberg.
ST Rosyam Noor Mart oleh Dato Norhisham Md Nor
Terdetik hati saya,wah pandai Rosyam Nor bukak Pasaraya dengan harga yang murah dan menawan.Saya siap lawat juga 2 minggu lepas St Rosyam nor di Setiawangsa.
Bagus susunan rak dan banyak produk melayu dalam tu.Satu kebanggaan pada saya sebab nampak produk Chili boh Zubir Food pun ada sekali.Tempe dan produk melayu lain juga banyak ditonjolkan kedepan.Wah bagus dan hebat!
ST Rosyam Noor Mart tu terang-terang JV SRI Ternak (ST) dan Rosyam Noor.Ok mari saya huraikan pasal dari kaca mata Saham.
1.Hari ini,saya tengok ramai kata Dato Rosyam noor menipu dan Dato Rosyam nor kata dia kena tikam dengan orang yang tak senang dengan kemajuan business dia.
2.Pihak yg hentam betul dan Yang menjawab juga betul,cuma Yang hentam tak faham pasal kuasa saham dalam business Begitu juga Rosyam yang tak dapat nak menjawab tepat pasal isu saham 10% dia ada dalam St Rosyam tu.Kalau jawab dari sudut saham,insha Allah selesai.
3.Pada saya Dato Rosyam langsung tak menipu kerana memang St Rosyam tu adalah milik dia.Walau ada 10%, dengan adanya 4 cawangan sudah cukup membuktikan dato Rosyam orang kaya baru.kalau dato Rosyam pegang 100% saham tetapi hanya sebuah kedai runcit sahaja apa guna! bab peratus saham ni,ramai yg bangga ada 51% shares atau 100% shares syarikat gitu kecik jer bertahun2 tak kemana bangga saham besar.Orang Kaya tak pikir peratus saham tapi pikir syarikat biar besar.
4.Walaupun pegang hanya 10%,kerja beliau lebih mudah dan dapat bergabung dengan orang yang lebih pakar handle business pasaraya.Rosyam nor pegang sikit takpa sebab kerja dia kurang.Jangan nak tamak pegang saham besar tapi kerja tak pandai. Biar sikit,tapi bergabung dengan orang pandai.
5.Tony Fernades pun bijak,dia hanya ada kurang 45% bagi sahamnya di Air Asia Thailand, Airasia Philiphine dia pegang 40% sahaja.Begitu juga di Indonesia dia pegang minoriti.No problem asal lesen lepas dan business kasi jalan.Kumpul-kumpulkan semua saham dia yg minoriti tu akan menjadikan dia Majoriti.faham?
4.ST Rosyam nor kira mudah,kalau satu pasaranya bagi profit 2juta setahun kalau ada 4 cawangan adalah RM8juta setahun.Ini contoh congakkan saya sahaja.Maka kalau ada 8juta profit automatik boleh dapat Value syarikat RM120juta berdasarkan P/E 12.Dengan nilai syarikat 120juta Dato Rosyam ada shares 10% dia punya net worth adalah dalam RM12Juta!
5.Orang bisness dan orang kaya dinilaikan pada net worth.Nilai bersih bukan dinilaipada berapa banyak rumah atau asset yang dia ada.Nilai networth ini satu benda yg orang bisness wajib tahu.
6.Rumah ada value,kereta ada susut nilai dan ada value,jam rolex atau jam Omega juga ada value,kenapa tak tahu yg syarikat juga wajib ada value.9 dari 10 usahawan tak tahu kira value syarikat.
7.Dekat St Rosyam Noor Mart pegang 10%, Tapi syarikat kilang beras,Chili boh,ayam yang supply kat St Rosyam Noor Mart dia boleh pegang lebih majoriti contohnya 70%.Banyak supply chain yg Rosyam Noor boleh pegang majoriti.Kalah didepan,menang dibelakang (Stategy ini harap dato rosyam tahulah)
8.Kalau ada bukak lagi 10 cawangan dan Dato rosyam pandai kuasai supply chain maka 'profit pool' akan bertambah.Dato rosyam boleh pegang shares kat bahagian supply dengan majoriti.
9.lagi sekali,Dato rosyam nor tak tipu dalam business.Korang tak baik kata dia tipu sebab St Rosyam nor mart tu memang dia punya saham sikit dan majoriti saham 90% dipegang oleh bangsa cina.Joint Venture ini bagus.Melayu cina dayak ke Matsaleh no issue sebab nak meniaga janganlah ko nak pengang 100%.ini cara salah!
Dalam game ni saya nampak rosyam bijak macam jack ma! ya cumanya dia tak proses sampai IPO.
8.kenapa saya kata Rosyam bijak macam jack ma,sebab Jack Ma hanya ada 7% dalam pemilikkan saham Ali Baba.Klik ni kalau tak caya
https://www.investopedia.com/articles/investing/111114/top-five-alibaba-shareholders.asp.
Jack Ma hanya ada 7%,cumanya selepas proses dilution berlaku dari tahun 1999 sehingga hari ini.
9.Tahu tak yang Billgates orang terkaya dunia cuma hanya ada 1.3% saham sahaja dalam Microsoft.1% saham Mcdonald kalau anda pegang bersamaan RM5.2billion.So,sikit saham Rosyam Noor asalkan syarikat berkembang!
10.So,Dato Rosyam Noor takda niat nak menipu pun sebab dia memang boleh claim St Rosyam Noor Mart tu dia punya.Bab dia pegang 10% tu bukan isu besar kalau ko faham apa tu kuasa JV dan saham.Lagipun dia tu 'spirit' dalam pasaranya tu.Tukar lah nama Ah seng siapa nak datang pasaraya tu.Kalau Rosyam nak pegang 90% tahu ke dia handle business rangkaian mart yg mencabar.Ada ka dia modal yg cukup kuat.
11.bab JV ni benda biasa dalam dunia korporat.Jangan ingat pegang 10% tu kecik sebenarnya kalau Rosyam noor ada 5% pun dah cukup besar.Ingat komen saya yg no 7 diatas.
Okeylah,kena kuasai saham dan jangan gaduh-gaduh kata melayu kena tunggang dengan cina bagai.Walhal dengan structur sahamlah yang akan menyatukan melayu dan cina.
Dalam Ali Baba ada beratus kaum dan bangsa pengang saham Alibaba satu dunia.Relak Ja Jackma.so,apasal ko nak sibuk kata rosyam nor tipu kalau ko sendiri tak da cds akaun dan beli sikit saham kat Bursa tu?
Sekian 😊
- rakyat malaysia yang faham isu perniagaan
#TakFahamTakpa
Pencapaian Elitis Prestasi Ultra Luar Biasa oleh Roslan Ab Hamid
PENCAPAIAN ELITIS, PRESTASI ULTRA LUAR BIASA
.
1. Tahu bahawa kita akan mati pada satu hari akan dapat mengelakkan diri dari terus terperangkap dalam jerat berfikir- kita bakal kehilangan. Ia sudah lama dalam ketentuan Tuhan. Tugas kita adalh terobos sahaja apa yang perlu selagi nafas masih berhembus.
.
2. Jika tahun ini tahun terakhir dalam hidup kita, apakah yang akan kita lakukan secara berlainan dari tahun tahun sebelumnya? Jadi diri sendiri. Semua diri yang lain telah diambil oleh orang lain.
.
3. Cinta sejati dari bening hati. Pilihan terbaik. Impian segar. Projek berani. Benamkan ketakutan lama. Genius dalam diri yang luar biasa. Kebaikan yang tersebar.
.
4. Setahun itu ada 365 hari. Jika ada 5 perkara yang kita lakukan setiap hari , ada 1825 perkara yang dapat kita sudahkan. Ia adalah "highest version of highest vision" yang kita dapat lakukan.
.
5. Usah biarkan ksatria pahlawan dalam jiwa kita binasa, lantaran "kekecewaan kesepian terasa diketepikan" dan kita tidak memperoleh kehidupan yang kita impikan.
.
6. Bertemu petang esok dalam acara Momentum 2019 anjuran Dewan Seri Hatinie, Shah Alam.
P/s - Saya In Sya Allah akan hadir di Dewan Seri Hatinie, Shah Alam, esok.
HALAL MARKET, HALAL CERTIFIED, HALAL CURATED dan HALAL OPTION oleh Norizan Sharif
Ulasan Buku Kerdipan Bintang Melayu di Langit Turki Karya Dr. Mat Rofa Ismail oleh Muhammad bin Hashimee
Saturday, January 5, 2019
Perancangan Strategik Diri oleh Roslan Ab Hamid
STRATEGIC PLANNING DIRI
.
1. Ingatan Puan Guru Ainon Mohd,
.
"Apabila kita mempunyai strategic plan, barulah kita nampak perkara yang patut dianggap proriti dan perkara yang bukan proriti".
.
2. Hidup dalam dunia sendiri. Dalam acuan yang telah tetap. Dalam lorong yang telah ditentu untuk berlari.
.
3. Setiap pagi, ada lintasan 10 perkara mustahil yang telah tersurat untuk dicapai. Dan lima perkara setiap hari untuk disiapkan sebagai kemenangan kecil menjadikan 2000 setahun.
.
4. Hari ini bangun jam 4 pagi. Berjaya buat perkara patut perlu. Itu perkara pertama. Kemenangan kecil pertama. Naik pesawat jam 8.30 pagi dari KBR ke KUL. Selamat sampai . Ini kemenangan kedua.
.
5. Sampai KL jam 9.30 pagi. Terlewat satu jam untuk sampai kelas . Bertekun belajar sampai jam 5 petang.
.
6. Robin Sharma kata duduk dan tekuni dengan seorang guru baru tiap tahun dan saya akan ikuti guru ini sepanjang tahun 2019. Ada banyak mutiara dalam cengkerang yang dapat kutip. Ini kemenangan ketiga hari ini.
.
7. Tamat, ambil grab. 40 minit sampai rumah. Rehat kejap. Jam tujuh, bertolak ke Putrajaya. Ada jemputan dari sahabat. Majlis kahwin anaknda beliau. Ini kemenangan keempat. Setia dalam persahabatan.
.
8. Apakah kemenangan kelima? Kita cari jalan sebelum tidur malam ini. Cipta kemenangan kecil. Demikian cara bekerja. (opsss malam ni jam 12 tengah malam ada tayangan Master Z: The Ipman Leagacy) - kita hayun pergi tonton.
.
9. Tiada lagi "era angan angan" dan duduk tanpa buat apa apa. Apa yang utama - buat buat buat sampai dapat.
.
10. Bersahabat dengan mereka yang berlari dalam lorong sama macam kita. Apa yang berlaku di luar lorong bukan urusan saya. Jauhkan diri dari mereka yang "loqlak". Mereka yang gebang dan banyak sembang.
.
11. Jangan tanya tentang orang. Saya tidak bercakap tentang aib orang. Tiada dengki dan iri. Apa yang jelas nampak dari tempat tinggi hanya jalan menuju kesuksesan.
.
12. Tidak lagi kalut tentang manusia itu atau manusia ini. "Lantak pi lah kau orang". Jika kalian berpartner dan lepas itu bergaduh, jangan mengaduh. Itu lumrah. Jalan Terus.
Apa Makna Belanjawan Defisit oleh Nik Hasyudeen
Apa makna belanjawan kerajaan yang defisit?
Masih banyak kerajaan di dunia yang merekodkan hal-hal kewangan mereka secara tunai. Berapa banyak pendapatan diterima berbanding dengan perbelanjaan yang dibayar. Jika bayar lebih dari terima, itulah defisit.
Macamana nak biayai defisit tu? Berhutanglah. Maknanya, semakin besar defisit, semakin banyak hutang. Jika defisit kecil pun, hutang tetap bertambah.
Apa kesannya kepada rakyat?
Ni kena diberitahu sebab kalau tidak semua nak mintak saja, tak kisah apa yang akan terjadi di masa depan.
Yang pertama, pokok hutang kena bayar lah. Ini akan dimasukkan ke dalam belanja pengurusan tahun-tahun mendatang.
Kedua, faedah atau kos pembiayaan pun kena bayar jugak. Ini pun dimasukkan ke dalam belanja pengurusan.
Ketiga, oleh kerana pendapatan kerajaan tidak akan melonjak dengan besar melain diperkenalkan “cukai penyelamat negara” seperti GST, jumlah perbelanjaan pengurusan akan semakin membesar kerana belanja tetap seperti gaji dan pencen tidak boleh dielakkan oleh kerajaan. Berapa yang tinggal untuk belanja pembangunan seperti sekolah baru dan belanja subsidi untuk kurangkan kos sarahidup rakyat?
Projek yang dibiayai secara Public Private Partnership (PPP) yang ada orang pandai tak iktiraf sebagai hutang pun kena dibayar juga. Ini sebenarnya belanja pembangunan yang dibiayai dahulu oleh pihak ke tiga dan kerajaan bayar ansur-ansur setiap tahun. Kalau projek berkenaan tidak ada hasil seperti perumahan kerajaan, kerajaan kena cari duit dari kos pengurusan atau mengurangkan kos pembangunan lah. Ni akan tambah defisit lagi jika akhirnya kerajaan kena berhutang.
Pinjaman pihak ketiga yang dijamin oleh kerajaan yang tidak ada aliran tunainya sendiri atau aliran tunainya negatif seperti PTPTN pun kerajaan kena tanggung juga. Tambah lagi defisit.
Bila hutang semakin tinggi, orang yang beri pinjam pun mula takut. Ini yang menyebabkan penarafan hutang mula dikaji semula. Apa kesannya jika penarafan turun? Kos hutang akan bertambah dan pembayaran seperti yang saya nyatakan di atas akan bertambah, bahagian yang nak dibelanjakan oleh rakyat akan berkurangan.
Nak ubah kitaran ini bukan senang. Jika hutangnya bertimbun dan dah dilonggokan bertahun-tahun, nak kikis sedikit demi sedikit kena tunggu lama. Nak naikkan cukai, semua orang tak suka. Nak jual harta, apa lagi yang tinggal? Nanti anak cucu marah pulak.
Ni tak berbeza dengan syarikat, kecil atau besar. Jika selama ini bergaya dengan hutang, akhirnya bungkus jugak. Jika hutang itu diambil kerana desakan pemegang saham dan pengarah takut tak popular dan tidak dilantik semula, hutang yang bertujuan untuk membahagiakan itu akhirnya jadi racun. Semua terlibat.
Rakyatlah pemegang saham itu.
Friday, January 4, 2019
Ekonomi Dunia Muram oleh Nik Hasyudeen
Krisis ekonomi dunia yang terakhir ialah dalam tahun 2008. Semenjak itu, bank-bank pusat di Amerika, Eropah dan Jepun menyuntik kecairan ke dalam sistem ekonomi dengan membeli bon-bon swasta. Akibatnya pasaran kewangan kembali cergas dan akhirnya ekonomi sebenar pun bertambah rancak.
Setiap pesta akan berakhir. Semenjak beberapa tahun kebelakangan, proses pembelian bon diterbalikkan. Wang diserap oleh bank-bank pusat. Rezab Amerika mula menaikkan kadar faedah.
Cakap-cakap berkenaan pengucupan 2 ekonomi terbesar dunia, Amerika dan China, mula kedengaran. Ini ditambah dengan peperangan dagangan di antara keduanya yang dimulakan oleh Trump. Mula-mula acah saja, kemudian tarif dinaikkan. Ini menyebabkan barangan bertambah mahal di kedua-dua belah pihak. Pengguna terpaksa bayar harga lebih tinggi. Kuasa beli berkurangan.
Bila ekonomi semakin perlahan, operasi kilang-kilang di China dan Amerika mula sejuk. Ada yang kurangkan aktiviti dan ada yang tutup. Ini akan juga mengurangkan kuasa beli pekerja yang terlibat. Maka, permintaan kepada barangan dan perkhidmatan lain akan terjejas. Apple pun dah kurangkan jangkaan jualan iPhone.
Apa akan terjadi kepada perniagaan di tempat-tempat lain? Mana-mana perniagaan yang terletak di atas rangkaian bekalan Amerika dan China akan terjejas sama. Permintaan berkurangan dan kena ambil tindakan mengurangkan kerugian. Kitaran ini akan berulang-ulang di atas rantaian bekalan masing-masing.
Bukan itu sahaja, bilangan pelancong, terutama dari China akan turun. Jika mereka datang pun mereka berbelanja lebih kurang dari biasa. Banyak perniagaan yang bergantung kepada mereka akan sejuk sama.
Suasana ini akan memaksa pelbagai kerajaan untuk berbelanja lebih bagi menggantikan ekspot. Masalahnya, jika hutang tinggi, ianya akan menjadi kekangan. Jika berbelanja dengan berhutang, penarafan kredit boleh terjejas, kos pembiayaan dan faedah naik, aliran tunai kerajaan akan terjejas kerana kena agihkan lebih dana untuk urus hutang.
Saya kongsikan senario ini supaya kita maklum akan putaran ekonomi dunia. Oleh kerana saiz ekonomi domestik Malaysia tidaklah besar sangat, kita bergantung kepada pasaran luar untuk berkembang. Bila mereka demam, kita pun kena selsema.
Sebab itu PM ke 4 mahukan orang Malaysia beranak banyak-banyak, nak sasarkan sampai 70 juta. Sekarang tak sampai dari separuh angka itu. Kenalah PM ke 7 fikirkan bagaimana nak hadapi suasana ini. Hampir nak sama dengan tahun 1997 kan? Mungkin dia serahkan cabaran ini kepada PM 8?
Selamat beribadah di hari Jumaat.
Doakan pejuang Islam ini yang mungkin mati diseksa di dalam tahanan oleh Abdul Muein Abadi
![]() |
Dahulu Presiden Mesir, Mohamed Morsi kini ditahan di penjara "Kala Jengking" dan diberikan layanan kejam. - Gambar fail Reuters |
TERKINI dilaporkan bahawa Dr. Mohamed Morsi – Presiden Mesir yang digulingkan oleh tentera pro-Israel pimpinan al-Sisi pada 2013 – berdepan kemungkinan untuk mati dalam tahanan atau mati pramasa (premature death) akibat seksaan dan layanan kejam.
Dalam tempoh beberapa hari sahaja lagi, yakni dalam Januari 2019, beliau juga akan kembali dibicarakan di Mahkamah – satu taktik penyeksaan mental dan fizikal secara berturut-turut yang diulang-ulang rejim al-Sisi sejak enam tahun lalu.
Dr. Morsi dilayan dengan kejam di penjara Tora yang digelar penjara ‘Kala Jengking’ – malah hingga ke tahap di mana sebuah panel yang dinamakan Detention Review Panel (DRP) yang turut dianggotai para peguam dan ahli parlimen Britain mengecam kaedah tahanan ini yang dicela sebagai ‘di bawah tahap yang sepatutnya berdasarkan undang-undang antarabangsa’.
Mengapakah semakin hari semakin zalim sekali layanan rejim al-Sisi ke atas Dr. Morsi khususnya dan anggota Ikhwan Muslimin secara umumnya? Malah, majalah berpengaruh ‘Foreign Policy’ terbitan Disember 2018 mengecam rejim al-Sisi dengan tajuk ‘Sisi Isn’t Mubarak. He’s Much Worse’ yang bermaksud al-Sisi lebih teruk berbanding rejim diktator Hosni Mubarak yang memerintah Mesir sejak akhir 1970-an hingga 2011.
Untuk rekod, Dr. Morsi ialah Presiden Mesir pertama – dan terakhir – yang diundi secara bebas dan demokratik oleh rakyat Mesir di seluruh negara dalam pilihan raya Presiden 2012 selepas Revolusi Januari 2011 (fenomena kebangkitan ‘Arab Spring’) yang menumbangkan diktator sebelum itu iaitu Hosni Mubarak.
Saat ini, rejim al-Sisi sebenarnya berhadapan masalah mentadbir Mesir yang cukup kronik; isu bekalan air yang asas, subsidi roti, masalah bekalan makanan khususnya kentang, isu perumahan, isu gaji pekerja, dan juga peluang pekerjaan, subsidi sosial, serta hutang kerajaan – kesemuanya membawa kepada satu kesimpulan: rejim al-Sisi amat lemah dan gagal sama sekali sebagai kerajaan.
Lalu mengapa tidak timbul sebarang kebangkitan rakyat secara besar-besaran seperti mana yang dihadapi Dr. Morsi dan diktator Hosni Mubarak sebelum ini?
Jawapannya adalah seperti mana yang dihuraikan Foreign Policy terbitan Disember 2018: rejim al-Sisi sejak merampas kuasa daripada Dr. Morsi pada 2013 bergantung sepenuhnya pada cara menangkap, menyerang, melakukan keganasan, dan juga membunuh sesiapa yang dilihat cuba mencetuskan penentangan kepada rejim beliau.
Bagi mengesahkan pemerintahan beliau, al-Sisi telah mengadakan pilihan raya yang mudah untuk dimenangi – dengan pengharaman dan penangkapan besar-besaran anggota gerakan Islamis Ikhwan Muslimin.
Menyedari betapa gerakan Islamis Ikhwan Muslimin masih berpengaruh besar di hati rakyat Mesir – ditambah pula dengan kegagalan beliau sebagai kerajaan – al-Sisi menggunakan cara keganasan untuk kekal berkuasa.
Pembunuhan beramai-ramai penyokong Dr. Morsi sewaktu ‘Rabaa Massacre’ pada Ogos 2013 dahulu hanyalah permulaan. Hari ini, meski pun ‘menang besar’ dalam pilihan raya olok-olok yang dianjurkan beliau sendiri, al-Sisi kini mula mencuba untuk meminda Perlembagaan Mesir 2014; beliau kini cuba untuk sama ada memanjangkan tempoh penggal Presiden atau pun menghapuskan sama sekali had tempoh penggal tersebut untuk terus berkuasa.
Keadaan ini sama sekali bertentangan dengan dasar kerajaan Dr. Morsi dahulu yang menghadapi tiga cabaran besar. Cabaran pertama ialah tuduhan kerajaan Morsi bersikap eksklusif kononnya tidak melibatkan parti lain dan juga kaum wanita dan minoriti dalam kerajaan beliau.
Melalui Parti Kebebasan dan Keadilan (FJP), Dr. Morsi mengetuai Jemaah Ikhwan Muslimin memenangi pilihan raya presiden pada Jun 2012.
Kerajaan Dr. Morsi dituduh hanya melantik anggota Ikhwan yang merupakan ahli politik FJP sahaja dalam kerajaan sedangkan sebenarnya Dr. Morsi telah melantik tiga orang wanita dan dua orang ahli politik Kristian ke jawatan utama pada Ogos 2012.
Cabaran kedua ialah anasir tinggalan diktator Hosni Mubarak yang terdiri daripada Majlis Tertinggi Angkatan Tentera (SCAF), para hakim Mahkamah Tinggi Perlembagaan Mesir yang sekular dan anti-Islamis, serta kroni industri pro-Mubarak (dan Tamrroud anti-Ikhwan Muslimin).
SCAF sebagai contoh, kononnya menjadi ‘perantara’ rakyat Mesir dengan kerajaan apabila berlaku peralihan kuasa. Namun pada hakikatnya, ia hanyalah sekelompok elit yang menjaga kepentingan masing-masing – jauh mengatasi kepentingan rakyat Mesir.
Ramai pihak menuduh kononnya Dr. Morsi tergesa-gesa dalam cubaan mereformasi angkatan tentera Mesir – contohnya tindakan beliau melucutkan kedudukan Panglima Mohamed Hussein Tantawi dan Leftenan Jeneral Sami Hafez Anan serta memecat Pengarah Perisikan Murad Muwafi.
Namun pada hakikatnya Dr. Morsi telah berusaha mengimbangi tuntutan tentera – langkah sama yang dilakukan Erdogan di Turki – termasuklah memberi pelbagai kelebihan kepada belanjawan dan syarikat milik tentera. Contohnya ialah pengecualian pemotongan subsidi minyak, imuniti daripada semakan dan kawalan belanjawan, dan juga autonomi sistem buruh yang diamalkan syarikat milik tentera Mesir.
Malah, tentera Mesir melalui SCAF juga menerima beberapa keutamaan dalam projek kerajaan seperti projek automotif Al-Nasr Automotive Manufacturing Company (NASCO) yang diserahkan kepada Kementerian Pengeluaran Pertahanan dan juga projek tablet ala-iPad Mesir, Inar yang diberi kepada Benha Electronics Company (Benha) yang sebahagiannya juga milik Kementerian Pengeluaran Pertahanan Mesir.
Kerajaan FJP pimpinan Dr. Morsi juga bertindak menghentikan rancangan penswastaan besar-besaran aset kerajaan – termasuklah syarikat-syarikat milik tentera Mesir.
Selain itu, Dr. Morsi turut memberikan posisi yang tinggi kepada para pegawai tentera di Autoriti Terusan Suez, Pertubuhan Arab untuk Perindustrian, dan juga kedudukan di Kementerian Pertahanan – di samping berjanji mewujudkan kehadiran tentera Mesir di Sinai dan juga mempelbagaikan sumber persenjataan asing dan latihan buat tentera Mesir.
Walau bagaimanapun, kerajaan Dr. Morsi juga mengusahakan pengurangan monopoli tentera dalam projek berskala besar dan berimpak tinggi Mesir seperti dalam kes Projek Pembangunan Koridor Terusan Suez.
Rancangan Dr. Morsi untuk menjadikan Terusan Suez sebagai hab logistik dan pusat pembuatan barangan berat global ini tentulah menarik firma-firma berkaitan tentera yang dominan di Mesir seperti kilang pembuatan menara, kotak gear, dan juga bilah fiberglass yang digunakan dalam turbin angin.
Namun begitu, kerajaan Dr. Morsi bertindak meletakkan posisi pembuatan keputusan tertinggi projek gergasi ini di tangan Timbalan Perdana Menteri yang melapor secara terus kepada beliau, sekali gus mengetepikan kedudukan dominan tentera Mesir.
Langkah inilah sebenarnya yang membawa kepada rampasan kuasa tentera menjatuhkan kerajaan Dr. Morsi.
Mahkamah Tinggi Perlembagaan Mesir menjadi ancaman seterusnya yang berusaha menggugat kerajaan Dr. Morsi dahulu. Contoh yang paling nyata apabila ia bertindak membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih rakyat pada Jun 2012 – sejurus sebelum Dr. Morsi memenangi pilihan raya Presiden dalam bulan yang sama. Pembubaran ini susulan kejayaan Ikhwan Muslimin melalui parti FJP menguasai majoriti kerusi parlimen pada waktu itu.
Kerajaan Dr. Morsi juga difitnah cuba menjadi diktator semata-mata kerana mengusahakan pemusatan kuasa eksekutif di tangan Presiden. Hakikat sebenarnya ialah langkah ini terpaksa diambil bagi melindungi proses penggubalan Perlembagaan Mesir agar selari dengan keseimbangan antara hak asasi manusia dan Syariah.
Langkah ini jelas bersifat pencegahan kerana kuasa eksekutif yang kuat diperlukan untuk melindungi Perlembagaan daripada disabotaj para hakim pro-bekas diktator, Hosni Mubarak yang jelas menguasai Mahkamah Tinggi Perlembagaan Mesir.
Akibat pakatan tentera Mesir dengan firma-firma gergasi (yang sengaja menjahanamkan bekalan tenaga dan keperluan asas rakyat selepas kemenangan FJP pimpinan Dr. Morsi) serta media (seperti Nilesat yang menguasai satelit strategik dalam menyiarkan berita palsu dan fitnah), emosi sebahagian rakyat Mesir telah dibakar untuk sekali lagi berhimpun – kali ini memberi tekanan ke atas kerajaan Morsi agar meletak jawatan.
Sejarah menjadi saksi betapa akhirnya Dr. Morsi telah ditahan dan digulingkan oleh tentera Mesir di bawah al-Sisi – yang hari ini telah membawa kerosakan dahsyat ke atas kehidupan rakyat Mesir dan juga sistem politik mereka akibat ketiadaan ilmu pentadbiran dan juga kerakusan membolot hasil negara ke tangan kroni tentera.
Campur tangan asing juga jelas menjadi faktor besar dalam konteks politik Mesir ini – negara seperti Emiriyah Arab Bersatu (UAE) dikesan menyalurkan dana berulang kali kepada para jeneral tentera Mesir dalam merencana gerakan Tamarroud bagi menjatuhkan kerajaan FJP Dr. Morsi.
Arab Saudi juga secara terbuka dinamakan sebagai antara perancang utama gerakan rampasan kuasa tentera ini dengan kerjasama erat Jeneral al-Sisi yang ketika itu merupakan Menteri Pertahanan. Tidak menghairankan sama sekali apabila hanya seminggu selepas Dr. Morsi dijatuhkan, UAE telah menjanjikan sokongan sebanyak USD3 bilion manakala Arab Saudi pula menjanjikan USD5 bilion kepada rejim tentera Mesir pro-Israel pimpinan al-Sisi itu (UAE juga didakwa kerajaan AKP pimpinan Erdogan sebagai dalang rampasan kuasa Turki pada 2016).
Saat ini, Dr. Morsi berdepan dengan beberapa siri hukuman penjara yang panjang di bawah rejim al-Sisi seperti penjara seumur hidup kerana dituduh menjadi ‘perisik’ kepada gerakan Islamis Palestin, Hamas.
Beliau setakat ini telah dijatuhkan hukuman penjara 20 tahun atas tuduhan melakukan kekerasan ke atas perusuh pada Disember 2012 sebelum ditambah lagi hukuman penjara selama 25 tahun kerana dituduh menjadi ‘perisik’ Qatar.
Sebelum ini beliau turut berdepan hukuman mati pada 2015 atas tuduhan melarikan diri dari penjara sewaktu Revolusi Mesir 2011 namun ia telah ditarik balik atas tekanan dalaman dan juga tekanan antarabangsa.
Sama-sama kita doakan semoga Allah melindungi Dr. Mohamed Morsi – seorang lelaki hafiz al-Quran dengan ijazah kedoktoran dalam bidang kejuruteraan yang telah mengorbankan segala-galanya demi tanggungjawab yang tidak diminta-minta, tanggungjawab yang tidak dijadikan lubuk kontrak dan projek ketua bahagian parti, tanggungjawab yang kini direhatkan dari bahunya.



