Saturday, October 25, 2014

Penganjur "I Want To Touch A Dog" mohon maaf

mnasaruddin@bh.com.my


SYED Azmi Alhabsi bersama peguam, Syahredzuan Johan (kanan) pada sidang media mengenai isu "I Want To Touch A Dog" di Petaling Jaya hari ini. - Foto Mior Azfar Mior Kamarulbaid


PETALING JAYA: Penganjur program "I Want To Touch A Dog" hari ini memohon maaf secara terbuka kepada semua pihak atas penganjuran program berkenaan yang diadakan Ahad lalu sehingga mencetuskan rasa kurang senang orang Islam.

Permohonan maaf itu dibuat penganjur program berkenaan, Syed Azmi Alhabsi dalam sidang media khas mengenai isu itu, di sini, sebentar tadi.

Aktivis sosial itu yang diiringi peguamnya hanya membacakan kenyataan sebelum bergegas meninggalkan sidang media yang dihadiri kira-kira 50 wartawan dan jurugambar.

Peguam beliau, Syahredzan Johan menjelaskan Syed Azmi perlu meninggalkan bilik sidang media itu atas faktor keselamatan.
Terdahulu ketika membacakan kenyataan itu, Syed mengakui program berkenaan mempunyai kelemahan dan penganjurannya sama sekali tidak berniat untuk menyinggung perasaan mana-mana pihak, memesongkan akidah, menukar hukum agama serta menggalakkan liberalisme.
Sebaik Syed Azmi meninggalkan sidang media itu, seorang lagi rakan penganjur, Norhayati Ismail berkata pihaknya tidak pernah setuju apatah lagi menggalakkan peserta beragama Islam untuk sengaja memegang anjing tanpa sebab.
Beliau juga mengakui kehadiran peserta yang begitu ramai menyebabkan tindakan mereka sukar dikawal serta memaklumkan hanya mengetahui gelagat wanita Islam memegang dan memeluk anjing menerusi laman sosial dan media.
"Saya sendiri tidak nampak tindakan memegang anjing itu. Jadi saya tidak boleh komen. Kami hanya tahu dari media dan laman sosial," katanya.
"Saya sendiri tidak nampak tindakan memegang anjing itu. Jadi saya tidak boleh komen. Kami hanya tahu dari media dan laman sosial," katanya.
Beliau berkata, pihaknya juga akan menemui Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) 6 November ini bagi memberi penjelasan sebenar berhubung penganjuran program terbabit.
"Kita juga sudah temui MAIS (Majlis Agama Islam Selangor) dan JAIS (Jabatan Agama Islam Selangor) bagi menjelaskan perkara berbangkit berkenaan program 'I Want To Touch A Dog' itu.
"Kami akui kelemahan dan minta maaf. Kami tidak pernah galakkan orang Islam untuk pegang anjing tanpa sebab," katanya.
Sementara itu, Syahredzan berkata satu laporan polis sudah dibuat Rabu lalu berhubung pelbagai ancaman, termasuk ugutan bunuh yang diterima Syed Azmi.
Beliau berkata pihaknya juga sudah melaporkan kepada Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) berkenaan ancaman berkenaan dan meminta supaya tohmahan dan ugutan menerusi media sosial dihentikan.

The six labours of Jokowi

Joko Widodo - A former furniture salesman, Metallica lover, and wearer of Napalm Death t-shirts

1. Deal with parliament

Jokowi's rival, Prabowo Subianto, has tried to thwart the president-elect before he begins by signing 62 per cent of the Indonesian parliamentary numbers to a so-called "permanent coalition" in opposition. Even if this disintegrates as most observers expect, Jokowi will still need to deal with a change-averse parliament that ANU academic Steven Sherlock describes as a set of fiefdoms desiring payoffs. And he must do it without getting his hands dirty.

2. Appoint ministers

Jokowi performed an act of radical transparency on Thursday night by putting names of proposed cabinet members on Facebook and asking for public input. Will he use ministries to reward loyalty or buy parliamentary support? He's inexperienced and needs good ministers. Will he choose campaign backers? Technocrats? He's made no promises but how long can he remain pure?

3. Bureaucratic corruption

Most transactions involving the Indonesian government - from application for licences to tenders for public works - involve payoffs to bureaucratic or political gatekeepers. The culture includes the police and the courts, which makes redress uncertain. Tax office corruption cripples revenue collection. It's the biggest drag on Indonesia's future.

4. Human capital

Indonesia is approaching a "demographic dividend", a boom in the proportion of people of working age. But its schools are substandard, its teachers low paid and poorly trained. Its health system is improving but has far to go. Millions have no access to potable water. Without improving Indonesia's human capital, the boom in numbers of young workers may become a liability.

5. Infrastructure

With crumbling roads, inefficient sea ports and airports, poor infrastructure knocks 3 per cent off Indonesia's annual growth rate. Jakarta's traffic congestion alone cuts it by 0.6 per cent. The Yudhoyono government wanted $160 billion in new spending by 2015, but a fraction of that is committed and planned, and corruption makes private partners reluctant to commit.

6. The budget

Only 12 per cent of Indonesians pay tax and its tax take is a world's worst practice 11.7 per cent of GDP. Of this tiny income, 25 to 30 per cent is spent subsidising the price of fuel. Too much of the rest goes in corruption and mismanagement. Jokowi must reduce the energy subsidy and increase the tax take so the government can afford to supply basic public services.

Friday, October 24, 2014

"DI BAWAH KEHENDAK RAKYAT DAN KONSTITUSI” - Ir H Joko Widodo


Ir H Joko Widodo - Presiden Indonesia


JAKARTA, 20 OKTOBER 2014

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya

Yang saya hormati, para Pimpinan dan seluruh anggota MPR,
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati, Bapak Prof Dr. BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia ke 3, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9, Yang saya hormati, Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Prof Dr Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11, Yang saya hormati, ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,
Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto. Yang saya hormati Bapak Hatta Rajasa
Yang saya hormati, para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara,
Yang saya hormati dan saya muliakan, kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat,
Para tamu, undangan yang saya hormati,
Saudara-saudara sebangsa, setanah air,

Hadirin yang saya muliakan,

Baru saja kami mengucapkan sumpah, sumpah itu memiliki makna spritual yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai kehendak kita bersama sebagai bangsa yang besar.

Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Saya yakin tugas sejarah yang berat itu akan bisa kita pikul bersama dengan persatuan, gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong royong adalah syarat bagi kita untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan dan keterpecahan. Dan, kita tidak pernah betul-betul merdeka tanpa kerja keras.

Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan. Saya juga mengajak seluruh lembaga Negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin, Negara ini akan semakin kuat dan berwibawa jika semua lembaga negara bekerja memanggul mandat yang telah diberikan oleh Konstitusi.

Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerja…bekerja… dan bekerja.
Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradabannya sendiri. Bangsa besar yang kreatif yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global.

Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk.

Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di Laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden, Wakil Presiden ataupun jajaran Pemerintahan yang saya pimpin, tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa.

Lima tahun ke depan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa merdeka. Oleh sebab itu, kerja, kerja, dan kerja adalah yang utama. Saya yakin, dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan akan mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air…
Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat.

Saya ingin menegaskan, di bawah pemerintahan saya, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, yang diabdikan untuk kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan atas nama bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof. Dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun terakhir.

Hadirian yang saya muliakan,

Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama.

Merdeka !!!
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Tuhan memberkati,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya

Photo Credit : Ferdinan/Detik.Com

Tuesday, October 21, 2014

A recent IT disaster at the Sungai Buloh Hospital causing significant loss of patients’ data

A recent IT disaster at the Sungai Buloh Hospital causing significant loss of patients’ data raises a poser over the utility of an expensive information integration system adopted by the Ministry of Health.
Sources told The Edge Financial Daily that following a server crash on September 25, hundreds of patient records from among the hospital’s database of over 50,000 patients had been inaccessible.
The fully integrated system which is designed to allow doctors and specialists to communicate via the hospital intranet and have access to patient records such as X-ray images is known as the Total Hospital Information System (THIS). It is a computerised healthcare management system that links the various departments within the hospital.
The system, which is operated by Syarikat Permodalan Kebangsaan Bhd (SPK), also integrates with the finance and administration departments.
The two-year defect liability period has since expired and a new contractor, ISOFT, is now managing the system.
The core component of THIS is a patient-tracking system which doctors and staff members of Sungai Buloh say has been compromised.
THIS was introduced in stages in 26 government hospitals from 2001 at a cost of between RM80-RM100 million per hospital.
The Sungai Buloh Hospital was fully integrated in 2008. However the latest experience raises questions about the system’s durability and effectiveness.
It is understood that a number of other hospitals have also experienced server breakdowns but nothing as severe as the one experienced by Sungai Buloh.
Doctors also claimed that the absence of a back-up system aggravated the situation.
“At times we have to take pictures of the X-Ray and send the picture to our colleagues via WhatsApp,” said one senior staff member at the hospital, referring to the popular social media application.
The hospital was in the news last year when a fire in one of the operating theatres (OTs) caused a short circuit that affected the Uninterruptible Power Supply (UPS) system, which in turn caused all of its 12 OTs to shut down.
Just as during that episode, Sungai Buloh Hospital director Dr Khalid Ibrahim said that the latest incident was nothing to be concerned about.
“We were conducting maintenance work on our IT system and sometimes one system is shut down but the other systems are okay. It’s quite common and is not a major issue among us. There was no such thing as patients’ data getting lost.
“It was not a shut-down and the system didn't collapse,” he said.
The 620-bed Sungai Buloh Hospital is also the national referral hospital for orthopaedic, cataract and neurology cases, and is famed as the national leprosy treatment centre.
Dr Khalid also added that patients who came for treatment when the system was offline had their data recorded manually and once the system was online again, the doctors and medical personnel keyed in and updated their records.
“There was no loss… everything was completed within 24 hours,” said Khalid.
However another senior staff member had this to say: “When an IT system collapses in an IT hospital, it means we cannot access X-Rays, clinics cannot run and even OTs can’t run.”
He said there were still issues with the system which the hospital management have yet to sort out and some patients’ records remain inaccessible.
“They are lost in a cloud!” he said.
The ambitious project also requires all wards to be hooked up to computers, and doctors and specialists equipped with laptops to enable immediate access to patient records.
However a visit to the Sungai Buloh Hospital recently indicated that some of the hardware was not functioning. Several units had batteries that had not been replaced since 2006.
System to be upgraded
A Health Ministry official said they were aware of the problems plaguing THIS.
He said the main problem was that the system was old and needed upgrading.
"The Sungai Buloh hospital came online in 2008 and the operating system is probably from 2006. In IT terms, it can be deemed as obsolete. So the downtime is expected and we have been settling the issues one by one," he said.
The official said the ministry was now trying to find a more permanent solution to this problem.
"What we are looking at is how the system can cope in the long run and what can be done to improve it,” he said.
"The high cost of the system is of great concern to us," the official said.
He said plans to address these issues were in working papers for the 11th Malaysia Plan, which is due to be launched in 2015. – The Edge Financial Daily, October 21, 2014.

More Malaysians in the red


Minister in the Prime Minister’s Department Nancy Shukri

JOHOR BARU: Young Malaysians are being declared bankrupt because they spend more than they earn, says Minister in the Prime Minister’s Department Nancy Shukri (pic).
This trend was worrying because most of them had just started working but already had debt problems, she added.
“This younger generation are supposed to be the next leaders. Instead, we have those who are already facing financial difficulties at a very young age,’’ she told a press conference after opening an information programme for young people at the Home Ministry complex at Setia Tropika here yesterday.
Quoting figures from the Insolvency Department, she said there was an increase in the number of young Malaysians being declared bankrupts in the past five years.
She said there were nearly 22,000 cases last year, an increase from about 13,200 in 2007.
Within the first six months of this year, more than 12,300 young Malaysians had been declared bankrupt. They include 3,680 women.
“On the average, 70.22% of the cases are men,” said Nancy, adding that most of them have outstanding debts of RM30,000 or more and could not afford to settle their dues.
She said the high bankruptcy rate among Malaysians at a young age mainly resulted from defaulting on instalment payments on car, housing and personal loans.
Nancy said there had been celebrities who were also declared bankrupt but most of them declined to seek assistance from the Insolvency Department.
She added that aside from the department, those who have problems managing their finances could seek advice from the Credit Counselling and Debt Management Agency.

Kenyataan Media Menteri Belia & Sukan Berkenaan Ujian Doping Seorang Atlet Malaysia

Saya boleh sahkan laporan dalam berita bahawa seorang atlet kebangsaan telah gagal ujian doping di satu kejohanan antarabangsa.

Agensi Anti Doping Malaysia (ADAMAS) telah dimaklumkan tentang perkara ini dalam surat daripada persekutuan antarabangsa sukan berkenaan bertarikh 1 Oktober. Persatuan kebangsaan sukan berkenaan dan juga atlet terbabit juga dimaklumkan melalui surat pada hari yang sama.

Mengikut garis panduan yang ditetapkan oleh Agensi Anti-Doping Dunia (WADA), atlet yang gagal ujian doping diberi peluang untuk sampel kedua dikenali sebagai B sampel diuji. Dalam kes ini atlet terbabit telah diberi hingga 17 Oktober untuk memohon ujian B sampel. Beliau telah melakukan permohonan tersebut dan sedang menunggu maklum balas daripada persekutuan sukan antarabangsa berkenaan tentang tarikh ujian B sampel.

Sejak saya diberi tahu tentang keputusan ujian tersebut, saya telah minta Ketua Pegawai Eksekutif Institut Sukan Negara, Dato' Dr Ramlan Abd Aziz, dibantu oleh Ketua Unit ADAMAS, Nishel Kumar, untuk melaksanakan siasatan rapi berkenaan dengan segala rawatan dan perubatan yang diberi kepada atlet terbabit. Ini dilakukan untuk membantu kita mendapat penjelesan lebih lanjut tentang keputusan ujian tersebut.

Buat masa ini kita masih menunggu tarikh untuk ujian B sampel. Sebarang tindakan dan kenyataan selanjutnya akan dibuat berpandukan keputusan ujian B sampel.

Khairy Jamaluddin
Menteri Belia dan Sukan
Malaysia.

21 Oktober, 2014

Wednesday, October 15, 2014

LEBIH 100 GERAI UPTOWN SHAH ALAM DIJILAT API



Shah Alam – Sebanyak 196 daripada 425 gerai di Uptown Shah Alam di Seksyen 24, di sini, terbakar hampir 40 peratus dalam satu kebakaran, awal pagi tadi.
Bagaimanapun, tiada kemalangan jika dilaporkan dalam kebakaran kira-kira jam 2.30 pagi itu.
Penolong Pengarah Operasi Jabatan Bomba dan Penyelamat Selangor, Mohd Sani Harul, berkata pihak bomba menerima panggilan pertama pada jam 2.57 pagi dan jentera pertama tiba di lokasi pada jam 3.03 pagi.
“Anggota daripada tiga Balai Bomba dan Penyelamat terbabit iaitu BBP Shah Alam, Kota Anggerik dan Kota Raja.
“Kebakaran membabitkan yang terbakar kira-kira 40 peratus,” katanya.
Punca kebakaran dan jumlah kerugian masih disiasat.

Tuesday, October 14, 2014

Sebuah Puisi Ketika Lara

MARI BERSATU KITA MENYATU

Mari bersatu wahai rakan
Menyerah tenaga mengatur barisan
Dewasa, remaja, kanak-kanak sekalian
Berpadu teguh membina ikatan

Mari kita berganding kudrat
Berat ringan sama dipikul
Jangan terpisah sempadan darjat
Bergandingan tangan mencipta unggul

Bukan masanya berpecah belah
Satu kebarat satu ketimur
Tenaga semua perlu dipersembah
Agar Malaysia menjadi makmur

Wahai semua bangsa Malaysia
Tetapkan hati, bersatu kita
Menjadi bangsa dihormati dunia
Kerana hebatnya budaya kita.




Thursday, October 9, 2014

Letupan di Sun Kompleks Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur.


9 Oktober 2014. Seorang parah dan 14 lagi dilaporkan cedera dalam kejadian letupan di sebuah kompleks di Bukit Bintang, Kuala Lumpur pada kira-kira jam 4.30 pagi tadi. Polis masih menyiasat punca kejadian.



Polis sedang menjalankan penyiasatan


Sun Kompleks lokasi letupan berlaku


Akta Hasutan 1948 oleh Peguambela/Peguamcara Sdr Mohd Khairul Azam Bin Abdul Aziz



1. Akta Hasutan 1948 adalah di gubal berdasarkan Perkara 10(4) Perlembagaan Persekutuan yang menetapkan had kepada kebebasan bersuara.

2. Selepas peristiwa 13 Mei 1969, Parlimen meminda Akta Hasutan pada tahun 1970 dengan menambah subsekyen (f) kepada seksyen 3(1) Akta Hasutan 1948 dengan tujuan pencegahan agar tragedi berdarah 13 Mei 1969 berkenaan tidak akan berulang lagi.

3. Seksyen 3(1)(f) Akta Hasutan melarang mana-mana pihak untuk menghasut mempersoalkan apa-apa perkara, hak, taraf, kedudukan, keistimewaan atau kedaulatan perkara-perkara teras dalam Perlembagaan Persekutuan seperti berikut:-
i) Bahagian III Perlembagaan Persekutuan iaitu berkaitan Kewarganegaraan;
ii) Perkara 152 Perlembagaan iaitu berkaitan Bahasa Kebangsaan;
iii) Perkara 153 Perlembagaan Persekutuan iaitu berkaitan Perizaban kuota berkenaan perkhidmatan, permit, dsb bagi orang Melayu dan anak negeri mana-mana antara Negeri Sabah dan Sarawak;
iiii) Perkara 181 Perlembagaan Persekutuan iaitu berkaitan Kecualian bagi kedaulatan dsb, Raja-Raja

4. Akta Hasutan wajib di pertahankan kerana di bawah Perkara 63(4) PerlembagaanPersekutuan, Ahli Parlimen adalah kebal dari sebarang pendakwaan atas kenyataan mereka ketika menyertai perbahasan di Parlimen kecuali jika kenyataan mereka itu merupakan satu kesalahan di bawah Akta Hasutan 1948.Kes Mark Koding adalah satu contoh kes di mana seorang Ahli Parlimen di dapati bersalahdi bawah Akta Hasutan 1948 kerana mengeluarkan kenyataan mencadangkan pindaan kepada Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan kerana menurut beliau selagi Perkara 152 Perlembagaan berkenaan tidak di pinda maka kedudukan sekolah vernacular di Malaysia boleh di cabar keabsahan penubuhannya mengikut Perlembagaan.

5. Jika Akta Hasutan di mansuhkan, Ahli Parlimen boleh membahaskan dan membawa usul untuk menghapuskan isu-isu teras negara seperti kewarganegaraan, Raja-raja, Hak istimewa Melayu dan Bahasa Melayu.

6. Kita wajib mengekalkan Akta Hasutan 1948 dengan memperbaiki dan memperkemaskan aspek penguatkuasaannya dan membuang terus persepsi negatif masyarakat berkaitan isu pendakwaan terpilih terhadap pemimpin pembangkang serta isu penguatkuasaan Akta Hasutan berkenaan.

7. Terdapat beberapa cadangan untuk menambahbaik dengan meminda Seksyen 3(1)(f) Akta Hasutan 1948 untuk menyesuaikannya dengan keadaan semasa untuk pertimbangan pihak Kerajaan dan memasukkan perlindungan-perlindungan seperti cadangan berikut sebagai termasuk juga dalam perkara-perkara yang jika di persoalkan akan di anggap berkecenderungan menghasut iaitu:-
i) Memasukkan perlindungan terhadap Perkara 3 Perlembagaan Persekutuan iaitu peruntukan berkaitan Islam sebagai Agama bagi Persekutuan.
ii) Memasukkan Perkara 8(5)(c) iaitu berkaitan dengan perlindungan, kesentosaan atau pemajuan orang Asli Semenanjung Tanah Melayu.
iii) Memasukkan Perkara 8(5)(f) Perlembagaan Persekutuan iaitu perkara berkaitan Rejimen Askar Melayu DiRaja;
iiii) Memasukkan perkara 89 Perlembagaan Persekutuan iaitu berkaitan Tanah Rezab Melayu
v) Memasukkan perkara-perkara yang terkandung di dalam BahagianXIIA Perlembagaan Persekutuan iaitu berkaitan PerlindunganTambahan bagi Negeri Sabah dan Sarawak.

8. Selanjutnya, adalah di cadangkan juga agar Parlimen meminda seksyen 3(1)(a) AktaHasutan 1948 dengan tidak menjadikan hasutan untuk membangkitkan perasaan benci terhadap Kerajaan itu sebagai satu kesalahan di bawah Akta Hasutan. Pindaan ini akan membawa maksud Kerajaan adalah terbuka terhadap kritikan dan sebarang proses berkaitan hal tersebut hendaklah di lakukan dalam ruang lingkup undang-undang. Kami percaya bahawa banyak undang-undang lain selain Akta Hasutan ini adalah memadai untuk mengawal dan mencegah sekiranya proses kebencian terhadap kerajaan itu di lakukan tidak menurut lunas undang-undang danPerlembagaan Persekutuan.

Mohd Khairul Azam Bin Abdul Aziz
Peguambela & Peguamcara

Saturday, September 27, 2014

Teks penuh titah ucapan Sultan Selangor


Duli Yang Maha Mulia Sultan Sharafuddin Idris Shah Alhaj Ibni Almarhum Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Alhaj 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera.
Bismillahir Rahmanir Rahim.

Beta bersyukur ke hadrat Allah Subhanahu Wata’ala kerana  dengan  limpah  dan  kurnianya pada hari ini,  Beta  dapat  mengadakan Pelantikan  Ahli-Ahli Majlis Mesyuarat Kerajaan Negeri Selangor (EXCO) pada petang ini.  

Seperti yang kita sedia maklum pelantikan Exco yang baru ini adalah disebabkan Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan Democratic Action Party (DAP) tiada mempunyai keyakinan kepada Tan Sri Dato’ Seri Abdul Khalid Ibrahim yang menyandang Menteri Besar Selangor, yang dilantik selepas Pilihanraya Umum ke 13. Oleh itu seorang Menteri Besar yang baru dan Exco yang baru juga perlu dilantik untuk mentadbirkan Kerajaan Negeri Selangor ini.

Kemelut dan pergolakan dalam Parti Pakatan Rakyat ini bermula daripada Pakatan Rakyat membuat “Kajang Move”-Langkah Kajang dan bermulalah usaha mereka untuk menyingkirkan Tan Sri Dato’ Seri Abdul Khalid Ibrahim sebagai Menteri Besar Selangor.

Dengan ini timbullah pelbagai hasutan dan tomahan untuk memburukkan Tan Sri Dato’ Seri Abdul Khalid Ibrahim supaya dapat diturunkan daripada jawatan Menteri Besar Selangor. Perkara  hasut  menghasut  dan  melempar tohmahan-tohmahan  terhadap  Tan Sri Dato’ Seri Abdul Khalid Ibrahim berterusan walaupun semasa bulan suci Ramadhan, dimana umat Islam sepatutnya membuat ibadah dan membuat kerja-kerja amal yang diredhai oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk membersihkan dosa dan maksiat. Beta telah menyeru dan mengingatkan beberapa kali, rakyat Melayu beragama Islam di Negeri Selangor ini supaya di bulan Ramadhan yang mulia ini hendaklah sentiasa bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan melakukan amal jariah kita supaya diterima Allah.

Tetapi Parti Keadilan Rakyat (PKR) tetap meneruskan agenda mereka  walaupun  dalam  bulan  suci  Ramadhan dengan terus  menghina  dan  mencaci sehingga mereka berjaya dalam niat mereka untuk menjatuhkan Tan Sri Dato’ Seri Abdul Khalid Ibrahim sebagai Menteri Besar Selangor.

Di sini Beta  ingin  mengucapkan  terima  kasih kepada Tan Sri Dato’ Seri Abdul Khalid Ibrahim yang telah menjalankan tugas beliau dengan jaya dan sempurna sebagai Menteri Besar, yang mana hubungan Istana dengan beliau telah berjalan dengan baik dan lancar.

Krisis yang berlaku berkenaan dengan Menteri Besar Selangor ini telah membuka mata dan hati serta pandangan Beta terhadap politik di Negeri Selangor ini. Ahli-ahli politik datang dan pergi, mereka akan berkhidmat untuk selama 5 tahun dan mungkin akan diganti pada pilihanraya yang akan datang. Tetapi kedudukan Beta sebagai Sultan yang memerintah Negeri Selangor akan berterusan sehingga akhir hayat Beta.

Sebagai Sultan yang memerintah, tugas-tugas Beta amatlah berat untuk memastikan rakyat Negeri Selangor yang Beta kasihi ini dapat menikmati hidup yang berkualiti dan pembangunan Negeri yang sempurna. Beta tidak campur tangan dalam pentadbiran Negeri yang dijalankan oleh Menteri Besar. Beta hanya menasihatkan Menteri Besar jika terdapat sesuatu perkara yang boleh menyusahkan rakyat.

Beta ingin mengingatkan bahawa Sultan itu bukanlah sahaja dalam istiadat dan majlis rasmi, tetapi kuasa Sultan adalah untuk melihat negeri dan rakyat Negeri Selangor ini hidup dalam keamanan dan maju jaya.

Oleh kerana rakyat tidak diberi kefahaman akan fungsi sebenar Sultan, rakyat beranggapan Institusi Raja itu adalah sebagai lambang sahaja tanpa mempunyai  apa-apa peranan dan kuasa yang diperuntukkan dibawah Undang-undang Tubuh Kerajaan Negeri Selangor. Beta dapati ada ahli politik yang tidak faham akan peranan dan kuasa Institusi Raja atau mereka sengaja tidak memahaminya kerana Beta yakin mereka mempunyai agenda yang lain.

Beta adalah Sultan yang memerintah Negeri Selangor sentiasa berpandukan pemerintahan Beta dengan Undang-undang Tubuh Kerajaan Negeri Selangor yang telah di meterikan pada tahun 1959.

Rakyat Negeri Selangor yang berbilang kaum dan berbilang agama serta mempunyai pelbagai adat resam mahukan Negeri Selangor ini aman dan makmur, bebas mengamalkan  agama masing-masing serta dapat hidup dalam tenteram dan harmoni.

Seterusnya Beta mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan setinggi-tinggi penghargaan kepada rakyat Negeri Selangor yang menyokong Beta dalam kemelut pelantikan Menteri Besar di Negeri Selangor ini dan mempercayai Beta dalam menyelesaikan kemelut ini. Beta sentiasa memikirkan ketenteraman, kemakmuran dan keharmonian rakyat Negeri Selangor yang Beta kasihi ini.

Tidak lupa juga Beta  mengucapkan terima kasih kepada pihak media arus perdana yang telah berkerjasama dengan pihak Istana dalam menyiarkan kenyataan-kenyataan akhbar dari Istana.

Disamping itu Beta mahukan orang Melayu Islam janganlah berpecah belah dan tidak extremis atau mengelirukan rakyat hingga mengikut ajaran agama sesat.

Beta tidak mahu orang Melayu Islam berpuak-puak, mencaci antara sesama sendiri, hingga meruntuhkan kemuafakatan orang Melayu yang mana Beta kuatiri suatu hari kelak jika perkara ini berterusan, orang Melayu akan menuju kehancuran.

Kemanakah hala tuju, dan kemanakah perginya orang Melayu nanti. Beta sentiasa berdoa agar Allah Subhanahu Wata’ala membuka hati mereka supaya dapat melihat kebenaran dan seterusnya bersatu padu didalam memelihara dan mempertahankan tanah air kita yang dikasihi ini. Janganlah mudah sangat orang Melayu diperdaya sehingga maruah tergadai demi untuk kepentingan sendiri.

Kepada Ahli-Ahli Exco yang baru, Beta menyeru supaya memberi sokongan yang padu kepada Yang Amat Berhormat Tuan Mohamed Azmin Bin Ali, Dato’ Menteri Besar Selangor yang baru. Lupakan segala sengketa yang lalu dan tumpukan segala tenaga, kepakaran dan pengalaman disertakan dengan keikhlasan untuk berkhidmat kepada rakyat Negeri Selangor yang telah memberi mandat kepada tuan-tuan dan puan-puan sebagai wakil rakyat mereka. Rakyat tidak suka melihat Negeri Selangor ini didalam kucar kacir dan mereka tinggal didalam ketakutan dan kesengsaraan.

Beta berdoa kehadrat Allah Subhanahu Wata’ala semoga dengan pelantikan Yang Amat Berhormat Dato’ Menteri Besar Selangor yang baru ini, parti-parti yang telah diberi mandat untuk memerintah Negeri Selangor  akan dapat berkerjasama untuk mentadbir Kerajaan Negeri dengan penuh jujur dan ikhlas demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Negeri Selangor. Rakyat  menaruh harapan supaya mereka dapat tinggal di Negeri Selangor yang kaya dan maju ini serta dapat menikmati segala kemakmuran yang ada di dalamnya.

Beta sentiasa berdoa kehadrat Allah Subhanahu Wata’ala supaya Negeri Selangor yang kita kasihi ini dirahmatiNya dan dilindungi daripada segala malapetaka dan apa juga yang boleh menyusahkan rakyat Negeri Selangor yang Beta kasihi ini. Amin.

Sekian.

Friday, September 19, 2014

Penuntut UiTM maut dirempuh kereta


Shah Alam: Seorang penuntut perempuan berusia 20 tahun Universiti Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam maut selepas dirempuh sebuah kereta dalam kejadian di kampus berkenaan petang ini.
Dalam kejadian kira-kira jam 5.30 petang itu, mangsa Fatin Farah Farradia Yusof dikatakan baru selesai menghadiri kuliah di kampus berkenaan.
Difahamkan, mangsa adalah penuntut tahun dua Diploma Sains Sukan unversiti berkenaan.
Ketika kejadian, mangsa sedang berjalan bersama rakannya sebelum dirempuh sebuah kereta yang dipandu seorang pensyarah wanita.
Mangsa bagaimanapun disahkan meninggal dunia selepas dikejarkan ke Hospital Tengku Ampuan Rahimah (HTAR), Klang sejurus kejadian dipercayai akibat pendarahan dalaman.


Thursday, September 18, 2014

Pandangan Tun Abdul Hamid Mohamad, Bekas Ketua Hakim Negara Mengenai Pemansuhan Akta Hasutan 1948 dan Cadangan Mengadakan Rang Undang-Undang Harmoni

 Tun Abdul Hamid Mohamad, Bekas Ketua Hakim Negara


1. Akta Hasutan 1948 tidak sepatutnya dimansuhkan. Memansuhkan Akta Hasutan tidak akan membantu untuk mewujudkan perpaduan rakyat dan  ketenteraman negara. Sebaliknya, ia akan menyebabkan ketegangan  hubungan antara kaum, menyebabkan permusuhan dan pergaduhan antara kaum, menggugat ketentraman negara malah perang saudara.

2. Akta Hasutan hendaklah dipinda untuk memasukkan Perkara 3 Perlmbagaan Persekutuan (agama Islam sebagai agama rasmi) ke dalam seksyen 3(1)(f). 

3. Elok juga Kerajaan memikirkan untuk memansuhkan kesalahan menghasut  terhadap Kerajaan. Kewujudan peruntukan itu tidak consistent dengan amalan  demokrasi. Malah untuk berkempen pilihan raya pun tidak boleh. Sebab itulah selama ini tidak ada sesiapa pun yang dituduh kerana kesalahan itu.  Jika demikian untuk apa kesalahan itu dikekalkan dalam undang-undang. Ia hanya memberi gambaran bahawa Kerajaan bersifat autokratik. 

4. Mengekalkan Akta Hasutan dengan menukar nama sahaja, misalnya kepada Akta Harmoni adalah tidak wajar. Hakim-Hakim muda, terutama sekali yang  dilantik daripada ahli-ahli Majlis Peguam dikhuatiri akan menjadikanya  sebagai helah apabila mentafsir peruntukan-peruntukan yang sedia ada itu,  untuk mengambil pendekatan baharu yang lebih liberal untuk membebaskan  tertuduh? 

Mereka akan menghujahkan bahawa Parlimen semestinya  mempunyai tujuan mengapa ia meminda tajuk itu, memberi tujuan yang  difikirkan oleh mereka sendiri dan memberi tafsiran yang memihak kepada tertuduh. Lagi pun, dari perspektif politik, saya percaya Kerajaan akan  dikecam kerana cuba mengkabui mata rakyat.

5. Segala urusan mengenai Akta Hasutan hendaklah dilakukan oleh kementerian yang bertanggungjawab mengenainya iaitu (Kementerian Dalam Negeri (KDN).

6. Jabatan Perpaduan Negara dan Integrasi Nasional (JPNIN) tidak septutnya  mengambil alih perkara yang terletak dalam bidangkuasa KDN dan Peguam  Negara. 

7. Prosedur biasa di mana kementerian berkenaan menentukan dasar dan gubalan dibuat oleh Jabatan Peguam Negara manakala keputusan muktamat  dibuat oleh Kabinet hendaklah diikuti.

8. Ketepikan draf Rang Undang-Undang Harmoni (RUU Harmoni) yang digubal oleh Majlis Peguam itu. 

9. Jika JPNIN berfikir bahawa perpaduan boleh dicapai melalui undang-undang, Sila sediakan drafnya. Ikutlah peraturan biasa dan jangan kaitkan dengan  Akta Hasutan. Saya tidak fikir perpaduan boleh diwujudkan dengan kuatkuasa 

Tun Abdul Hamid Mohamad
14 Septemebr 2014
tunabdulhamid@gmail.com

Wednesday, September 17, 2014

Timbalan Mursyidul Am PAS Datuk Dr Haron Din menyeru agar sayap Ulama PAS meneliti sama ada kerjasama politik dalam Pakatan Rakyat

Batu Pahat, 17 September 2014. Timbalan Mursyidul Am PAS Datuk Dr Haron Din menyeru agar sayap Ulama PAS meneliti sama ada kerjasama politik dalam Pakatan Rakyat perlu diteruskan demi mengelakkan fitnah ke atas pemimpin utama parti Islam itu.

Berucap dalam Muktamar Dewan Ulama PAS hari ini, Haron berkata "setiap hari ada fitnah" yang dilemparkan kepada Majlis Syura Ulama, presiden PAS dan semua anggota PAS.

"Tahaluf (kerjasama) dibina atas nasihat ulama yang mempunyai syarat dan rukun yang perlu dipenuhi. Sekiranya semuanya dipenuhi, ulama mempertahan tahaluf demi kepentingan Islam dan jamaah, bukan untuk kepentingan individu.

"Sekiranya syarat dilanggar, rukun dirobohkan, ulama wajar memikirkan balik kalau ia boleh diteruskan (atau tidak).

"Syarat-syarat dirobohkan ulama perlu memperbaiki balik, memperbaiki balik, memperbaiki balik. Kalau tak boleh juga, ambillah konsep talak dalam perkahwinan, walaupun ia dibenci," katanya.

"Saya meminta tahaluf diperhalusi semula, dalam suasana politik hari ini, tiap-tiap hari ada fitnah kepada Majlis Syura, presiden dan semua kena fitnah," katanya.

Menurutnya lagi, bagi anggota PAS yang memperjuangkan reda Allah, maka sepatutnya mereka tidak bersengketa sesama sendiri bagi mengelakkan kekuatan mereka hilang dalam "suasana politik yang gawat" ketika ini.

"Kalau kita tidak kuat, kita akan hilang segala-galanya. Sebab itu kita perlu berada dalam jemaah,"katanya.

(Sumber - Sdr Basri PenangTV)

Malaysia: UN rights office urges review of colonial-era Sedition Act


Rupert Colville, spokesman for the UN High Commissioner for Human Rights. UN Photo
16 September 2014 – The United Nations human rights office today urged Malaysian authorities to immediately stop investigations and prosecutions under a 1948 law that curbed free speech and freedom of expression in the South-east Asian nation.
“We are concerned about the recent increase in the use of the 1948 Sedition Act to arrest and prosecute people for their peaceful expression of opinion in Malaysia,” the spokesperson for the UN High Commissioner for Human Rights, Rupert Colville, said in Geneva.
Since the beginning of August, at least 19 people, including religious leaders, civil society actors, political opposition members and activists, a university professor and a journalist have been charged or placed under investigation for sedition, according to the Office of the High Commissioner (OHCHR).
Most recently, an investigation was opened against Edmund Bon, a human rights and constitutional lawyer, for comments in an article on the legal use of the word “Allah,” which were critical of current restrictions on members of the other religious groups using the term.
The UN right office said it was also concerned that the authorities in Malaysia are arbitrarily applying the Sedition Act to silence critical voices.
The Act is “overly broad and does not outline well-defined criteria for sedition,” Mr. Colville said speaking on behalf of the OHCHR.
“We call on the Government to quickly initiate a promised review of the Act and to repeal or amend it in line with its international human rights obligations.”

(Sources - http://www.un.org)

Hak dan Kuasa Sultan Selangor - Oleh Tun Maharezza




1.Undang-Undang tubuh negeri selangor perkara 51(1) 51(2) 5 (2)a 53(4) memperuntukan kuasa Sultan untuk melantik dan memperkenankan Menteri Besar.

2.Sultan tidak berkuasa memilih calon Menteri Besar kerana kuasa Sultan hanya untuk melantik Menteri Besar.

3.Kuasa memilih calon Menteri Besar adalah didalam kuasa ADUN-ADUN Selangor.

ADUN-ADUN Selangor berkuasa memilih 1 orang daripada kalangan mereka sebagai calon MB. Pun begitu , pilihan calon MB oleh ADUN-ADUN Selangor tidak bersifat mutlak dan ianya boleh ditolak Sultan walaupun orang itu mendapat sokongan majoriti Ahli Dewan Undangan Negeri.

4.Selain kuasa melantik MB yang dibawah kuasa Sultan , Sultan juga berhak untuk perkenan ataupun tidak perkenankan calon MB pilihan majoriti ADUN.

Kuasa perkenan dan kuasa melantik adalah kuasa mutlak Sultan yang tidak boleh dicabar oleh apa jua perundangan.

5.Walaupun sultan tidak berkuasa memilih calon MB , dan walaupun adun berkuasa memilih calon MB, namun Sultan berhak untuk tidak perkenan pilihan adun tersebut dan sultan berhak utk tdk melantik calon pilihan adun tersebut.

Adun adun tidka boleh memaksa sultan perkenan dan melantik calon pilihan mereka.

6.Sultan boleh menggunakan hak perkenan baginda untuk menolak calon pilihan adun adun tersebut untuk dilantik MB.

Kuasa pilihan adun adun tidak ditolak dan tidak dicabar oleh sultan , adun adun masih boleh memilih calon MB daripada kalangan majority mereka.

Sultan berhak tidak perkenankan calon tersebut , dan sultan harus maklumkan secara rasmi kepada adun adun majority dalam dun negeri bahawa beliau tidak perkenankan calon pilihan mereka dan ianya harus dipilih calon lain daripada kalangan majoriti adun adun tersebut.

7. Adun adun tidak perlu mencabar baginda sultan jika adun adun tersebut menghormati perlembagaan negara yang ditunjangi oleh sistem raja berperlembagaan.

Daulat Tuanku

Oleh

TMX

Tunmahani II

Sunday, September 14, 2014

IMG_4168.JPG

SAYA HANYA MENURUT PERINTAH – DR NA’IMAH

PETALING JAYA: Pengarah Lembaga Peperiksaan Malaysia, Dr Na’imah Ishak akur dengan keputusan penggantungan tugas beliau berikutan isu kebocoran beberapa kertas soalan peperiksaan Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR).
Dr Na’imah berkata, sebagai penjawat awam beliau menurut perintah dan menerima keputusan itu.
Beliau bagaimanapun enggan mengulas lanjut mengenai penggantungan tugas itu.
“Sebagai penjawat awam, saya menurut perintah. Itu sahaja yang boleh saya jawab,” katanya ketika dihubungi mStar Online pada malam Jumaat.
Beliau berkata demikian bagi mengulas mengenai keputusan penggantungan tugas beliau sebagai Pengarah Lembaga Peperiksaan Malaysia berkuat kuasa serta-merta sehingga siasatan mengenai kebocoran kertas-kertas peperiksaan UPSR 2014 selesai.
Penggantungan tugas itu diumumkan oleh Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin yang juga Menteri Pendidikan pada Jumaat.
Turut digantung tugas Timbalan Pengarah Operasi badan itu, Dr Wan Ilias Wan Salleh.
Muhyiddin berkata, Timbalan Ketua Pengarah Pelajaran (Sektor Pembangunan Profesionalisme Keguruan), Datuk Misrah Ibrahim akan menjalankan tugas dan tanggungjawab pengarah Lembaga Peperiksaan dalam tempoh itu.
Timbalan Perdana Menteri berkata, keputusan penggantungan tugas dibuat kerana mereka perlu bertanggungjawab dalam perkara ini, dan menurutnya kementerian tidak akan berkompromi dengan mana-mana pihak atas kebocoran soalan itu.
Kertas soalan UPSR 2014 Bahasa Inggeris 014/1 dan 014/2 dan Sains 018, 028 dan 038 didapati berlaku kebocoran.
Berikutan itu, kertas peperiksaan Bahasa Inggeris dibatalkan sementara kertas peperiksaan Sains terpaksa ditangguhkan.
Peperiksaan bagi kedua-dua kertas itu akan diadakan pada tarikh baharu pada 30 September ini. – MSTAR ONLINE

Friday, September 12, 2014

Surat rahsia Tun Dr Mahathir akhirnya terbongkar !


Mari analisa surat Tun M ke atas Tunku.

Batu 6, Titi Gajah,
Alor Star,
17hb. Jun 1969
Y.T.M. Tunku,

Patek berasa dukachita kerana tujuan patek membuat kenyataan kepada akhbar telah di-salah faham oleh Y.T.M. Tunku. Sa-benar-nya tujuan patek sama-lah juga dengan tujuan Tunku, ia-itu untok menyelamatkan negara ini daripada bahaya yang menganchamkan-nya.

Pendapat-pendapat Tunku berasaskan kepada cherita-cherita yang di-bawa kepada telinga Tunku oleh orang-orang yang mengelilingi Tunku yang chuma suka mencherita kepada Tunku perkara2 yang mereka fikir Tunku suka atau patut dengar sahaja. Benarkan-lah patek bercherita berkenaan dengan keadaan, fikiran dan pendapat2 rakyat yang sa-benar-nya supaya Tunku dapat faham tujuan patek membuat kenyataan yang di-tegor itu.

Tunku biasa cherita kepada patek sendiri ia-itu Tunku mengelakkan rusohan dengan menahan hukum bunoh yang di-jatohkan kepada 11 orang subversif China. Sabenar-nya tindakan Tunku ini-lah yang mengakibatkan rusohan dan kematian yang berpuloh kali banyak yang terjadi semenjak 13 Mei.

Tunku selalu "bertolak-ansor," ia-itu memberi kepada orang2 China apa yang mereka tuntut. Punchak tolak-ansur ini ia-lah pembatalan hukum bunoh tadi. Pembatalan ini menimbulkan kemarahan yang besar oleh orang2 Melayu.

Orang2 China pula menganggap Tunku dan Kerajaan Perikatan sebagai pengechut dan lemah dan boleh di-tolak ke-sana ke-mari. Sebab itu orang2 China tidak takut lagi menolak Perikatan dan orang2 Melayu pula tidak ingin kepada Perikatan. Sebab itu orang2 China dan India membuat kurang ajar pada 12 Mei kepada orang Melayu. Kalau Tunku biasa di-ludah di-muka, di-maki dan di-tunjok kemaluan, boleh-lah Tunku faham perasaan orang Melayu.

Orang2 Melayu yang Tunku fikir tidak memberontak telah-pun menjadi gila dan mengamok sehingga mengorbankan nyawa mereka dan membunoh orang yang mereka benchi kerana Tunku terlangsong bagi muka. Tanggong-jawab tentang mati-nya orang2 ini, Islam dan kafir, terpaksa di-letak di-atas bahu pemimpin yang salah pendapat.

Patek mohon ma’af tetapi patek ingin sampaikan perasaan orang-orang Melayu kepada Y.T.M. Tunku. Sabenar-nya, orang2 Melayu sekarang, baik PAS baik Umno, betul2 benchi pada Tunku, terutama orang2 yang di-hina-kan oleh orang China dan yang kehilangan rumah-tangga, anak-pinak, saudara-mara kerana tolak ansur Tunku.

Mereka kata Tunku chuma ingin di-kenal-kan sebagai "The Happy Prime Minister" walau-pun ra’ayat menderita. Mereka tahu bahawa dalam keadaan dharurat-pun Tunku ashek bermain poker dengan kawan2 China Tunku. Budak2 polis mencherita yang Tunku mengguna-kan kenderaan dan eskot Polis untuk menchari kaki.

Sa-balek-nya pula orang2 China tidak ada sedikit-pun hormat kepada Tunku. Mereka berkata Tunku "naïve" dan tidak ada kaliber. Ada lagi yang mereka kata yang tak dapat patek sebut-kan. Kata2 itu datang dari semua golongan orang China, dari intelek sa-hinggga China becha.

Pada masa lewat2 ini lagi satu kesan burok telah timbul. Orang2 Melayu dalam Civil Servis, dari Perm. Sec. ka-bawah, pegawai2 tentera dan polis Melayu tidak ada lagi kepercayaan dan respect kepada Tunku. Patek tahu kebanyakan mereka sokong PAS dalam undi pos. Pegawai Melayu dari Polis, tentera dan askar biasa maseh patoh kepada kerajaan oleh kerana arahan sekarang sesuai dengan kehendak mereka sendiri.  Kalau Tunku membuat apa2 yang tidak di-ingini oleh mereka, patek perchaya mereka tidak akan menurut kata Tunku.

Patek tahu Tunku takut kominis mengambil kesempatan kalau timbul kekachauan dalam negeri. Patek lebih takut kalau kerajaan mula "lose control over the armed forces". Sa-kali ini terjadi, keadaan tidak akan puleh semula. Sampai bila-pun kerajaan civil mesti tundok kepada tentera. Tunku biasa jadi "Happy Prime Minister" tetapi orang yang akan turut ganti tak akan merasai "happiness" apa2.

Patek harap Y.T.M. Tunku jangan-lah menipu diri dengan berkata "satu hari mereka akan bershukor dengan perbuatan saya". Ta’akan yang sa-orang itu selalu betul dan yang banyak selalu salah. Patek ingin sampaikan kepada Tunku fikiran ra’ayat yang sa-benar, ia-itu masa telah lampau untuk Tunku bersara dari menjadi perdana menteri dan Ketua Umno.

Patek faham betul2 kuasa yang ada pada Tunku dan patek masih ingat nasib Aziz Ishak. Tapi patek tak akan jadi sa-orang yang bertanggong-jawab kalau patek tidak terangkan apa yang patek sebut-kan. Kalau di-penjara sa-kali-pun patek terpaksa kata apa yang patek telah kata-kan.

Patek di-beritahu ia-itu Tunku berkata patek Pakistani. Patek tidak perchaya kata2 orang kerana patek tahu Y.T.M. Tunku tidak akan berkata begitu. Patek-lah yang selalu mempertahan-kan Tunku apabila orang2 PAS kata yang Tunku anak Siam yang ta’ berhak memimpin orang Melayu. Jadi Tunku juga akan mempertahan-kan patek walau-pun maseh ada dua sudu darah Pakistani dalam tubuh badan patek.

Patek sa-kali lagi mengulangkan ia-itu kenyataan yang patek buat itu ia-lah menchegah kejadian yang akan menambah perasaan benchi orang2 Melayu terhadap kerajaan dan menggalak-kan orang2 China menjatohkan lagi maruah orang2 Melayu. Rusohan yang lebeh besar akan berlaku jika ini di-biarkan. Tentera sendiri tidak akan dapat di-kawal. Dan lagi kalau T.H. Tan dan dewan orang China boleh membuat kenyataan, kenapa ketua2 Umno tidak boleh?

Patek menulis surat ini dengan hati yang ikhlas dan harapan bahawa Y.T.M. Tunku akan bacha surat ini dengan sa-penoh-nya sendiri. Patek berdo’a ke-hadhrat Allah subhanahuwataala supaya di-buka hati Tunku untok menerima kenyataan yang sa-benar ini walau-pun pahit dan pedas.

Patek Yang Ikhlas,

(Dr. Mahather bin Muhammad)