Monday, June 15, 2009

Syair Hamzah Fansuri - Part I

1. Aho kita anak Adam
Jangan lupa akan Shahi Alam
Pada bahr al-dhunub jangan terkaram
Supaya 'ashiq siang dan malam

2. 'Ashiqmu itu jangan bercawang
Meninggalkan dunia jangan kepalang
Suluh Muhammad yogya kau pasang
Pada Rabb al-'alamin supaya kau datang

3. Shari'at Muhammad terlalu 'amiq
Cahayanya terang di bayt al-'atiq
Tandanya ghalib lagi sempurna tariq
Banyaklah kafir menjadi rafiq

4. Bayt al-'atiq itulah bernama Ka'bah
Ibadat didalamnya tiada berlelah
Tempatnya maklum di tanah Mekah
Akan qiblat Islam menyembah Allah

5. Aho kita yang membawa iman
Jangan berwaqtu mengaji Al-Quran
Halal dan haram terlalu bayan
Jalan kepada Tuhan dalamnya 'iyan

6. Qu'ran itu ambilkan dalil
Pada mizan Allah supaya thaqil
Jika kau ambil akan syari'at akan wakil
Pada kedua alam engkaulah jamil

7. Kerjakan salat lagi dan sa'im
Inilah ma'na bernama qa'im
Pada segala malam kurangkan naim
Napikan alam kerjakan da'im

8. Ukhrujkan dirimu daripada sayyi'at
Jangan taqsir mengerjakan hasanat
Tuntut olehmu hakikat salat
Supaya wasil adamu dengan Dhat

9. Salat itu terlalu kamal
Di dalamnya liqa' lagi dan wisal
Apabila lenyaplah daripada waham dan khayal
Engkaulah sultan yang tiada bermithal

10. Malak al-mawt terlalu garang
Tiada berwaqtu iya akan datang
Suluh Muhammad yogya kau pasang
Supaya mudah pulang ke sarang

11. Hikmat dan khayal jangan kau cari
Supaya jangan menjadi 'asi
Kerjanya itu sifat nafsani
Tiada dapat sampai kepada rabbani

12. Hikmat dan khayal tinggalkan bapai
Supaya engkau jangan terlalai
Ma'rifat dan haqiqat yogya kau pakai
Itulah amal yang tiada berbagai

13. Hamzah nin asalnya Fansuri
mendapat Wujud di tanah Shahrnawi
Beroleh khilafat ilmu yang ali
Daripada 'Abd al-Qadir Jilani

Thursday, June 11, 2009

Ucapan Obama Semasa Di Universiti Kaherah Mesir


- Dipetik daripada America.gov , Tarikh : 4 Jun 2009

PRESIDEN OBAMA: Terima kasih. Salam Sejahtera. Saya merasa terhormat untuk berada di Kota Kaherah yang tidak lekang oleh waktu, dan dijamu oleh dua institusi yang luar biasa. Selama lebih seribu tahun, Al Azhar telah menjadi hujung tombak pembelajaran Islam, dan selama lebih seabad, Universiti Kaherah telah menjadi sumber kemajuan Mesir. Bersama, anda mewakili keselarasan antara tradisi dan modenisasi. Saya berterima kasih atas keramahan anda, dan keramahan rakyat Mesir. Dan saya juga bangga untuk membawa bersama saya niat baik rakyat Amerika, dan salam perdamaian dari warga muslim di negara saya: “assalamu’alaikum”.

Kita bertemu pada saat ada ketegangan besar antara Amerika Syarikat dan warga Muslim di seluruh dunia – ketegangan yang berakar umbi pada kekuatan-kekuatan sejarah yang melampaui setiap perdebatan kebijakan yang kini berlangsung. Hubungan antara Islam dan Barat selama ini mencakup berabad-abad konsistensi dan kerja sama, tapi juga konflik dan perang-perang kerana agama. Akhir-akhir ini, ketegangan muncul akibat kolonialisme yang menyangkal hak dan peluang bagi banyak warga Muslim, serta sebuah Perang Dingin yang membuat banyak negara dengan majoriri penduduk Muslim diperlakukan sebagai boneka tanpa mengacuhkan aspirasi mereka sendiri. Lebih jauh lagi, perubahan besar yang dibawa modernisasi dan globalisasi membuat banyak Muslim menilai Barat bersikap memusuhi tradisi Islam.

Kalangan ekstrimis yang fanatik telah mengeksploitasi ketegangan-ketegangan yang ada dalam segmen kecil namun merupakan minoriti kuat di kalangan Muslim ini. Serangan pada tanggal 11 September 2001 dan upaya berkelanjutan dari kalangan ekstrimis ini untuk menyerang orang-orang awam telah membuat sebahagian kalangan di negara saya untuk menilai Islam tidak saja memusuhi Amerika dan negara-negara Barat, tapi juga hak asasi manusia. Semua ini telah memupuk rasa takut dan lebih banyak rasa tidak percaya.

Selama hubungan kita ditentukan oleh perbezaan-perbezaan kita, kita akan memperkuat mereka yang menyebarkan kebencian bukan perdamaian, mereka yang mempromosikan konflik bukan kerjasama yang dapat membantu semua rakyat kita mencapai keadilan dan kemakmuran. Lingkaran prijudis dan permusuhan ini harus kita akhiri.

Saya datang ke Kaherah untuk mencari sebuah permulaan baru di antara Amerika Syarikat dan Muslim diseluruh dunia, berdasarkan kepentingan bersama dan rasa saling hormat-menghormati dan didasarkan kenyataan bahwa Amerika dan Islam tidaklah eksklusif satu sama lain, dan tidak perlu bersaing. Justeru keduanya bertemu dan berdiri pada prinsip-prinsip yang sama – yaitu prinsip-prinsip keadilan dan kemajuan; toleransi dan martabat semua umat manusia.

Saya mengakui bahwa perubahan tidak dapat terjadi dalam tempoh yang singkat. Saya tahu sudah banyak publisi mengenai pidato ini, tetapi tidak ada satu pidato tunggal yang mampu menghapus ketidakpercayaan yang terpupuk selama bertahun-tahun ini, dan saya pun tidak mampu dalam waktu yang saya miliki pada masa ini menjawab semua pertanyaan rumit yang membawa kita ke titik ini. Tapi saya percaya bahwa supaya kita boleh melangkah maju, kita harus secara terbuka mengatakan kepada satu sama lain hal-hal yang ada dalam hati kita, dan yang seringkali hanya diungkapkan dibelakang pintu secara tertutup.

Perlu ada upaya yang terus menerus dilakukan untuk mendengarkan satu sama lain; untuk belajar dari satu sama lain; untuk saling menghormati, dan untuk mencari persamaan. Sebagaimana kitab suci Al Qur’an mengatakan, “Ingatlah kepada Allah dan bicaralah selalu tentang kebenaran.” (Tepuk tangan.) Ini yang saya akan coba lakukan hari ini – untuk berbicara tentang kebenaran sebaik kemampuan saya, dengan direndahkan hati oleh tugas di depan kita, dan dengan keyakinan bahwa kepentingan yang sama-sama kita miliki sebagai umat manusia jauh lebih kuat daripada kekuatan-kekuatan yang memisahkan kita.

Sebahagian dari keyakinan ini berakar dari pengalaman saya secara peribadi. Saya adalah penganut agama Kristian, tapi ayah saya berasal dari Kenya yang mencakup sejumlah generasi penganut Muslim. Sewaktu kecil, saya tinggal beberapa tahun di Indonesia dan mendengar suara azan di waktu subuh dan maghrib. Ketika pemuda, saya bekerja di komuniti-komuniti kota Chicago yang kebanyakan anggotanya menemukan martabat dan kedamaian dalam keimanan Islam mereka.

Sebagai pelajar sejarah, saya juga mengetahui peradaban berhutang besar terhadap Islam. Adalah Islam – di tempat-tempat seperti Universiti Al-Azhar – yang mengusung lentera ilmu selama berabad-abad, dan membuka jalan bagi era Kebangkitan Kembali dan era Pencerahan di Eropa. Adalah inovasi dalam masyarakat Muslim – (tepuk tangan) - yang mengembangkan urutan aljabar; kompas magnet dan alat navigasi; keahlian dalam menggunakan pena dan percetakan; dan pemahaman mengenai penularan penyakit serta pengobatannya. Budaya Islam telah memberikan kita gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjunjung tinggi; puisi-puisi yang tidak lekang oleh waktu dan muzik yang dihargai; kaligrafi yang anggun dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Dan sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkan melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin. – (tepuk tangan)

Saya juga tahu bahwa Islam selalu menjadi bagian dari riwayat Amerika. Negara pertama yang mengakui negara saya adalah Moroko. Saat menandatangani Perjanjian Tripoli pada tahun 1796, presiden kedua kami John Adams menulis, “Amerika Syarikat tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, maupun ketenteraman umat Muslim.” Dan sejak berdirinya negara kami, umat Muslim Amerika telah memperkaya Amerika Syarikat. Mereka telah berjuang dalam perang-perang kami, bekerja dalam pemerintahan, memperjuangkan hak-hak awam, mengajar di pusat-pusat pengajian tinggi kami, unggul dalam arena-arena olah raga kami, memenangi Hadiah Nobel, membangun gedung-gedung kami yang tertinggi, dan menyalakan obor Olimpik. Dan ketika warga Muslim-Amerika pertama terpilih sebagai anggota Kongres sebelum ini, ia mengambil sumpah untuk membela Konstitusi kami dengan menggunakan Al Quran yang disimpan oleh salah satu Bapa Pendiri kami – Thomas Jefferson – di perpustakaan pribadinya. (tepuk tangan)

Jadi saya telah mengenal Islam di tiga benua sebelum datang ke kawasan tempat agama ini pertama kali diturunkan. Pengalaman tersebut memandu keyakinan saya bahwa perhubungan antara Amerika dan Islam harus didasarkan pada apakah Islam itu, bukan pada apakah yang bukan Islam. Dan saya menganggap ini adalah sebahagian dari tanggungjawab saya sebagai Presiden Amerika Syarikat untuk memerangi stereotype negatif tentang Islam di mana pun munculnya. (tepuk tangan)

Tapi prinsip yang sama harus diterapkan pada persepsi tentang Amerika. (tepuk tangan) Seperti halnya umat Muslim tidak sesuai dengan stereotype yang mentah, Amerika juga bukan stereotype mentah tentang sebuah kerajaan yang hanya punya kepentingan sendiri. Amerika Syarikat telah menjadi salah satu sumber kemajuan terbesar yang dikenali dunia. Kami lahir akibat revolusi melawan sebuah kerajaan. Kami didirikan berdasarkan sebuah idea bahwa semua orang diciptakan sama, dan kami telah menumpahkan darah dan berjuang selama berabad-abad untuk memberikan arti kepada kata-kata tersebut – di dalam batas negara kami, dan di sekeliling dunia. Kami terbentuk oleh setiap budaya, yang datang dari setiap sudut bumi, dan berdedikasi pada sebuah konsep sederhana: E pluribus unum: “Dari banyak menjadi satu”.

Banyak yang telah dikatakan mengenai fakta bahwa seorang Amerika keturunan Afrika dengan nama Barack Hussein Obama dapat terpilih sebagai presiden. (tepuk tangan) Tapi kisah peribadi saya bukanlah sesuatu yang unik. Mimpi akan kesempatan bagi semua belumlah terwujud bagi setiap orang di Amerika, tapi janji itu diberikan bagi semua yang datang ke pantai kami – termasuk hampir tujuh juta warga Muslim Amerika di negara kami saat ini yang memiliki pendapatan dan pendidikan lebih tinggi dari rata-rata. (tepuk tangan)

Lebih jauh lagi, kebebasan di Amerika tidaklah terpisahkan dari kebebasan mempraktikkan agama. Itu sebabnya ada masjid di setiap negara bahagian di negeri kami, dan ada lebih dari 1,200 masjid di negara kami. Itu sebabnya pemerintah Amerika telah maju ke pengadilan untuk membela hak wanita dan anak perempuan mengenakan hijab, dan untuk menghukum mereka yang mengingkarinya. (tepuk tangan)

Jadi janganlah ada keraguan: Islam adalah sebahagian dari Amerika. Dan saya percaya bahwa Amerika memegang kebenaran dalam dirinya bahwa terlepas dari ras, agama, dan posisi dalam hidup, kita semua memiliki aspirasi yang sama – untuk hidup dengan damai dan aman; untuk memperoleh pendidikan dan untuk bekerja dengan martabat; untuk mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, dan Tuhan kita. Ini adalah hal-hal yang sama-sama kita yakini. Ini adalah harapan dari semua kemanusiaan.

Sudah pasti, mengenali persamaan kemanusiaan diantara kita adalah tugas awal kita. Justeru itu, ini adalah sebuah permulaan. Kata-kata saja tidak dapat memenuhi keperluan rakyat kita. Keperluan-keperluan itu baru terpenuhi jika kita bertindak berani di tahun-tahun mendatang; Dan kita harus bertindak dengan pemahaman bahwa tentangan-tentangan yang kita hadapi adalah tentangan bersama, dan kegagalan kita mengatasinya akan merugikan kita semua.

Karena kita telah belajar dari pengalaman baru-baru ini bahawa ketika sistem kewangan dilanda kegawatan di sesuatu negara, kemakmuran di negara tersebut turut terjejas dan rugi. Ketika jenis flu baru menulari satu orang, semua terkena risiko. Ketika satu negara membangun senjata nukliar, risiko serangan nukliar bagi semua negara turut ada. Ketika kelompok ekstrim keras beroperasi di satu rangkaian pergunungan, rakyat di seberang samudera pun turut menghadapi bahaya. Dan ketika mereka yang tak bersalah di Bosnia dan Darfur dibantai, itu menjadi noda dalam nurani kita bersama. (tepuk tangan) Itulah artinya berbagi dunia di abad ke-21. Inilah tanggung jawab kita kepada satu sama lain sebagai umat manusia.

Dan ini adalah tanggung jawab yang sulit. Karena sejarah manusia telah merakam berbagai bangsa dan suku yang mencoba menaklukkan satu sama lain demi kepentingan sendiri. Tapi di era baru ini, sikap seperti itu justeru akan mengalahkan diri sendiri. Karena kita saling bergantungan, setiap tatanan dunia yang mengangkat satu bangsa atau sekelompok orang lebih tinggi dari yang lain pada akhirnya akan gagal. Jadi apa pun fikiran kita mengenai masa lalu, kita tidak boleh terperangkap olehnya. Masalah-masalah kita harus ditangani dengan perhubungan dua hala, kemajuan harus dikecapi bersama. (tepuk tangan)

Nah, itu tidak berarti kita tidak mengindahkan sumber-sumber ketegangan. Justeru yang disarankan adalah sebaliknya: kita harus menghadapi ketegangan-ketegangan ini secara langsung. Dan dalam semangat ini, saya akan berbicara sejelas dan semudah mungkin mengenai isu-isu spesifik yang saya percaya akhirnya harus kita hadapi secara bersama.

Isu pertama yang harus kita hadapi adalah ekstrimisme fanatik dalam semua kewujudannya.

Di Ankara, saya telah menjelaskan bahwa Amerika tidak sedang – dan tidak akan pernah – berperang dengan Islam. (tepuk tangan) Kami akan, meski pun dalam keadaan demikian, tidak putus asa melawan kelompok ekstrim fanatik yang mengancam serius keamanan kami. Karena kami menolak apa yang juga ditolak oleh semua orang beragama: yaitu pembunuhan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah. Dan adalah tugas saya yang pertama sebagai Presiden untuk melindungi rakyat Amerika.

Situasi di Afghanistan mendemonstrasikan sasaran-sasaran Amerika dan keperluan kita untuk bekerjasama. Lebih tujuh tahun lalu, Amerika Syarikat mengejar Al Qaida dan Taliban dengan sokongan internasional yang luas. Kami tidak melakukannya karena ada pilihan, kami melakukannya karena perlu. Saya sadar bahwa sejumlah orang mempertanyakan atau membenarkan peristiwa serangan 11 September. Tapi mari kita perjelas: Al Qaida membunuh hampir 3,000 orang pada hari itu. Para korban adalah kaum pemuda, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah dari Amerika dan banyak negara lain yang tidak berbuat apa-apa untuk melukai orang lain. Tapi Al Qaida memilih untuk dengan kejam membunuh mereka, tindakan itu dipuji oleh mereka, dan bahkan sekarang menyatakan tekad mereka untuk membunuh lagi dalam skala sangat besar. Mereka memiliki kaki tangan di banyak negara dan sedang mencoba untuk memperluas jangkauan mereka. Ini bukan pendapat yang perlu diperdebatkan; ini adalah fakta yang harus dihadapi.

Janganlah salah paham: kami tidak menginginkan tentara kami di Afghanistan. Kami tidak bercadang untuk mendirikan pengkalan tentera di sana. Sangat menyakitkan bagi Amerika untuk kehilangan nyawa banyak warga pemuda dan wanita kami. Adalah mahal dan sulit secara politik untuk melanjutkan konflik ini. Kami dengan senang hati akan memulangkan setiap tentara kami jika kami boleh yakin bahwa tidak ada kaum ekstrimis fanatik di Afghanistan dan Pakistan yang bertekad membunuh sebanyak mungkin orang Amerika sesuka hati mereka. Tetapi hal itu tidak bukanlah kenyataan yang ada sekarang.

Itulah sebabnya kami berhubung dengan kolabrasi 46 negara. Dan walaupun pembiayaan kos perang ini amat besar, niat Amerika tidak pernah luntur. Tidak satu pun dari antara kita yang seharusnya mentoleransi kaum ekstrimis fanatik seperti ini. Mereka telah membunuh di banyak negara. Mereka telah membunuh orang dari beragam agama – lebih dari yang lain, mereka telah membunuh umat Muslim. Tindakan-tindakan mereka sangat bertentangan dengan hak umat manusia, kemajuan bangsa-bangsa, dan dengan Islam. Kitab suci Al Quran mengajarkan bahwa siapa yang membunuh orang tak bersalah, maka ia seperti telah membunuh semua umat manusia; dan siapa yang menyelamatkan satu orang; maka ia telah menyelamatkan semua umat manusia. (tepuk tangan) Iman indah yang diyakini oleh lebih sejuta orang sungguh lebih besar daripada kebencian sempit sekelompok orang. Islam bukanlah sebahagian dari masalah dalam memerangi ekstrimisme fanatik – Islam haruslah menjadi sebahagian penting dari motivasi perdamaian.

Kami juga tahu bahwa kekuatan tentera saja tidak akan memecahkan masalah di Afghanistan dan Pakistan. Itu sebabnya kami bercadang untuk membuat pelaburan sebanyak 1.5 juta USD setiap tahun selama lima tahun akan datang untuk membantu warga Pakistan membangun sekolah, rumah sakit, jalan-jalan, dan usaha, dan ratusan juta untuk membantu mereka yang telah kehilangan tempat tinggal. Dan itu sebabnya kami menyediakan lebih dari 2.8 juta USD untuk membantu rakyat Afghanistan membangun ekonomi mereka dan menyediakan kemudahan yang diperlukan oleh masyarakat disana.

Kini saya akan berbicara tentang masalah Irak. Tidak seperti Afghanistan, Irak adalah perang karena pilihan yang telah menimbulkan perbedaan-perbedaan kuat di negara saya dan di dunia. Meski saya percaya bahwa rakyat Irak pada akhirnya lebih baik tanpa tirani Saddam Hussein, saya juga percaya bahwa peristiwa-peristiwa di Irak telah mengingatkan Amerika tentang perlunya menggunakan diplomasi dan membangun konsensus untuk mengatasi masalah-masalah kita bila pun memungkinkan. (tepuk tangan) Kita bahkan dapat mengingat kata-kata salah satu presiden terbesar kami, Thomas Jefferson, yang mengatakan: “Saya berharap kebijakan kita akan bertambah sejalan dengan kekuatan kita, dan mengajarkan kita bahwa semakin sedikit kita menggunakan kekuatan, justru semakin besar kekuatan itu.”

Hari ini Amerika memiliki dua tanggung jawab: yaitu untuk membantu Irak membangun masa depan yang lebih baik, dan untuk menyerahkan Irak ke tangan rakyat Irak. (tepuk tangan) Saya telah menjelaskan kepada warga Irak bahwa kami tidak bercadang mendirikan pengkalan tentera di sana, dan tidak menjajah wilayah maupun sumber mereka. Kedaulatan Irak ada di tangan mereka sendiri. Itu sebabnya saya memerintahkan brigade-brigade tempur kami balik sampai bulan Ogos mendatang. Itu sebabnya kami akan menghormati kesepakatan kami dengan pemerintah Irak yang terpilih secara demokratis untuk menarik pasukan tempur dari kota-kota Irak pada Julai mendatang, dan untuk memulangkan semua tentara kami dari Irak pada tahun 2012. Kami akan membantu Irak melatih Tentara Keamanan dan membangun ekonominya. Tapi kami akan mendukung Irak yang aman dan bersatu sebagai sahabat dan tidak pernah sebagai pelindung.

Dan akhirnya, seperti halnya Amerika tidak pernah boleh mentoleransi kekerasan oleh kaum ekstrimis, kami tidak pernah boleh berkompromi dengan prinsip-prinsip kami. Serangan 11 September adalah trauma besar bagi negara kami. Rasa takut dan marah yang muncul karenanya bisa dipahami, tapi dalam banyak hal, itu telah membuat kami bertindak berlawanan dengan pemikiran-pemikiran kami. Kami sedang mengambil langkah-langkah konkrit untuk mengubah arah. Saya telah sepenuhnya melarang praktik penyiksaan oleh Amerika Syarikat, dan saya telah memerintahkan penutupan penjara di Teluk Guantanamo awal tahun depan.

Jadi Amerika akan membela diri, dengan menghormati kedaulatan bangsa-bangsa dan aturan hukum. Dan kami akan melakukannya dalam kemitraan dengan masyarakat-masyarakat Muslim yang juga terancam. Semakin cepat kaum ekstrimis diisolasi dan diusir dari dalam masyarakat-masyarakat Muslim, semakin cepat kita semua akan menjadi selamat.

Sumber ketegangan besar yang kedua yang perlu kita diskusikan adalah situasi antara warga Israel, Palestina, dan dunia Arab.

Ikatan yang kuat antara Amerika dan Israel telah banyak diketahui. Ikatan ini tidak dapat dipatahkan. Ini lahir berdasarkan ikatan budaya dan sejarah, serta pengakuan bahwa aspirasi atas sebuah tanah air Yahudi berakar dari sebuah sejarah tragis yang tidak bisa diingkari.

Di seantero dunia, kaum Yahudi telah ditindas selama berabad-abad, dan anti-Semitisme di Eropa memuncak dalam peristiwa Holocaust yang tidak pernah ada sebelumnya. Besok saya akan mengunjungi Buchenwald yang menjadi bagian dari jaringan kamp-kamp tempat kaum Yahudi diperbudak, disiksa, ditembak, dan digas hingga tewas oleh Third Reich. Enam juta orang Yahudi terbunuh – lebih banyak dari seluruh populasi Yahudi di Israel hari ini. Mengingkari fakta tersebut adalah tidak berdasar, bodoh, dan penuh kebencian. Mengancam Israel dengan penghancuran – atau mengulangi stereotype keji tentang umat Yahudi – sungguh sangat salah dan hanya akan membangkitkan kembali ingatan yang terperih di benak umat Yahudi , ia mencegah perdamaian yang patut dimiliki rakyat di kawasan ini.

Di sisi lain, tidak bisa diingkari bahwa rakyat Palestina – baik yang Muslim maupun yang Kristian – telah menderita dalam perjuangan memperoleh tanah air. Lebih dari enam puluh tahun, mereka telah merasakan sakitnya tidak memiliki tempat tinggal. Banyak yang menunggu di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, Gaza, dan tanah-tanah tetangga untuk sebuah kehidupan yang damai dan aman yang belum pernah mereka jalani. Mereka menerima hinaan setiap hari – besar dan kecil – yang hadir bersama pendudukan. Jadi janganlah ada keraguan: situasi yang dihadapi rakyat Palestina tidaklah dapat ditoleransi. Amerika tidak akan bersikap tidak acuh terhadap aspirasi sah Palestina atas martabat, kesempatan, dan sebuah negara milik mereka sendiri. (tepuk tangan)

Selama beberapa dekad, yang ada hanyalah jalan buntu: Dua rakyat dengan aspirasi yang sah, masing-masing memiliki sejarah menyakitkan yang membuat kompromi sulit dilakukan. Adalah mudah untuk menuding – rakyat Palestina menuding hilangnya tempat tinggal akibat berdirinya negara Israel, dan rakyat Israel menuding permusuhan yang terus menerus dan serangan dari dalam batas negaranya sendiri dan dari luar sepanjang sejarah negara tersebut. Tapi jika kita melihat konflik ini hanya dari satu sisi mana pun, maka kita akan dibutakan dari kebenaran: satu-satunya resolusi adalah aspirasi kedua pihak diwujudkan melalui dua negara, di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing hidup dalam damai dan keamanan. (tepuk tangan)

Ini adalah kepentingan Israel, kepentingan Palestina, dan kepentingan Amerika. Itu sebabnya saya berniat untuk secara pribadi mengejar hasil ini, dengan segala kesabaran yang dituntut oleh tugas ini. (tepuk tangan) Kewajiban-kewajiban yang telah disepakati pihak-pihak menurut Peta Jalan telah jelas. Supaya perdamaian terwujud, waktunya bagi mereka – dan bagi kita semua – untuk melakukan tanggung jawab kita.

Warga Palestina harus meninggalkan kekerasan. Perlawanan lewat kekerasan dan pembunuhan adalah salah dan tidak akan berhasil. Selama berabad-abad, rakyat kulit hitam di Amerika menderita hentakan pecut sebagai budak dan penghinaan akibat pemisahan berdasarkan warna kulit. Tetapi bukan kekerasan yang memenangkan hak-hak persamaan sepenuhnya. Sebuah tuntutan damai namun penuh tekad bagi realisasi kondisi ideal yang merupakan inti dari pendirian Amerika. Kisah sama ini juga diceritakan oleh rakyat mulai dari Afrika Selatan sampai Asia Selatan; dari Eropah Timur sampai Indonesia. Sebuah kisah yang mengandung kebenaran yang sederhana: bahwa kekerasan merupakan sebuah jalan buntu. Bukanlah sebuah tanda keberanian atau kekuasaan kalau menembak roket ke anak-anak yang sedang tidur, atau meledakkan perempuan tua di dalam bas. Itu bukanlah cara untuk memartabatkan moral namun itu merupakan cara untuk menghilangkannya.

Kini waktunya untuk warga Palestina memusatkan perhatian kepada apa yang boleh mereka bangunkan. Penguasa Palestina harus mengembangkan kemampuan untuk memerintah, dengan institusi yang melayani kebutuhan rakyatnya. Hamas memiliki dukungan di sebagian kalangan rakyat Palestina, tetapi mereka juga punya tanggungjawab. Guna memainkan peranan yang memenuhi aspirasi rakyat Palestina, dan untuk mempersatukan rakyat Palestina, Hamas harus mengakhiri kekerasan, menghormati persetujuan di masa lalu dan mengakui hak eksistensi Israel.

Secara bersamaan, rakyat Israel harus mengakui bahwa sebagaimana hak Israel untuk terus hidup tidak bisa dibantah, demikian pula halnya dengan hak Palestina. Amerika Syarikat tidak menerima keabsahan dari mereka yang berniat melenyapkan Israel ke dalam laut, tetapi kami juga tidak menerima keabsahan dari penerusan pembangunan pemukiman (tepuk tangan) Yahudi. Pekerjaan konstruksi ini melanggar persetujuan sebelumnya dan melemahkan usaha mencapai perdamaian. Sudah tiba waktunya pembangunan pemukiman ini dihentikan. (tepuk tangan)

Israel harus memenuhi kewajibannya untuk memastikan rakyat Palestina bisa hidup dan bekerja serta membangun masyarakat mereka. Selain menghancurkan banyak keluarga Palestina, terus berlangsungnya krisis kemanusiaan di Gaza juga tidak memperkuat keamanan Israel; begitu pula halnya dengan terus berlangsungnya kelangkaan peluang di Tepi Barat. Kemajuan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Palestina harus menjadi sebahagian dari peta jalan menuju perdamaian, dan Israel harus mengambil langkah-langkah konkrit untuk memberdayakan kemajuan semacam itu.

Akhirnya, Negara-Negara Arab harus menyadari bahwa Inisiatif Perdamaian Arab merupakan awal yang penting, tetapi bukan akhir dari tanggung jawab mereka. Konflik Arab – Israel tidak bisa lagi dipakai untuk mengalihkan perhatian rakyat negara-negara Arab dari masalah-masalah lainnya. Sebaliknya, konflik itu harus menjadi penggerak untuk membantu rakyat Palestina mengembangkan institusi yang akan melanggengkan negara mereka; mengakui hak Israel; serta memilih kemajuan ketimbang fokus pada masa lalu yang begitu melemahkan.

Amerika akan menyesuaikan kebijakannya dengan mereka yang memperjuangkan perdamaian dan mengatakan secara terbuka apa yang kami katakan secara peribadi kepada warga Israel, Palestina, dan Negara-Negara Arab. (tepuk tangan) Kita tidak boleh memaksakan perdamaian. Tetapi secara pribadi, banyak orang Muslim menyadari bahwa Israel tidak akan lenyap; juga banyak orang Israel menyadari perlunya kehadiran sebuah negara Palestina. Waktunya sudah tiba bagi kita untuk bertindak berdasarkan apa yang oleh setiap orang diketahui merupakan hal yang benar.

Terlalu banyak air mata sudah dititiskan. Terlalu banyak darah sudah ditumpahkan. Kita semua memiliki tanggungjawab untuk berjuang menciptakan sebuah masa dimana para ibu Israel dan Palestina boleh menyaksikan anak-anak mereka tumbuh tanpa ketakutan; masa dimana Tanah Suci dari ketiga agama besar merupakan tempat perdamaian yang diinginkan Allah; masa dimana Jerusalem merupakan tempat tinggal aman dan sejahtera bagi orang Yahudi dan Kristian dan Muslim, dan merupakan sebuah tempat untuk semua keturunan Ibrahim hidup bersama secara damai sebagaimana dikisahkan dalam ISRA, ketika Musa, Jesus dan Muhammad (damai bersama mereka) bergabung dalam ibadah doa. (tepuk tangan)

Sumber ketegangan ketiga adalah kepentingan kita bersama sehubungan hak-hak dan tanggung jawab negara-negara atas senjata nukliar. Isu ini menjadi sumber ketegangan baru-baru ini antara Amerika dan Republik Islam Iran. Selama bertahun-tahun, Iran mendefinisikan dirinya sebagian lewat oposisinya terhadap negara saya, dan memang ada sejarah yang hitam di antara kami. Di tengah-tengah Perang Dingin, Amerika memainkan peranan dalam penggulingan pemerintah Iran yang terpilih secara demokratik. Sejak Revolusi Islam, Iran telah memainkan peranan dalam tindak penyanderaan dan kekerasan terhadap pasukan dan warga civil Amerika. Sejarah ini diketahui secara luas. Daripada terperangkap dalam masa lalu, saya telah menjelaskan kepada para pemimpin dan rakyat Iran bahwa negara saya siap untuk melangkah maju. Pertanyaannya kini, bukanlah apa yang ditentang Iran, tetapi masa depan apa yang ingin dibangunnya.

Sukar untuk mengatasi puluhan tahun ketidakpercayaan, tetapi kami akan maju dengan keberanian, kebenaran dan tekad. Banyak isu yang harus dibahas oleh kedua negara kita, dan kami siap melangkah maju tanpa prasyarat namun didasarkan pada sikap saling menghormati. Tetapi jelas bagi semua pihak yang berkepentingan bahawa dalam soal senjata nukliar kita telah mencapai titik yang menentukan. Ini bukan sekedar terkait kepentingan Amerika, ini berhubungan dengan pencegahan perlombaan senjata nukliar yang bisa menyebabkan wilayah ini terjerumus ke dalam jalur sangat berbahaya dan menghancurkan tatanan non-proliferasi global.

Saya memahami mereka yang memprotes bahwa beberapa negara memiliki senjata sementara yang lainnya tidak. Tidak satupun negara boleh menentukan negara-negara mana yang boleh memiliki senjata nukliar. Itulah sebabnya saya secara kuat mempertegas komitmen Amerika untuk mengusahakan sebuah dunia di mana tak satu pun negara memiliki senjata nuklir. (tepuk tangan) Dan setiap negara – termasuk Iran – harus punya akses ke energi nukliar untuk tujuan damai apabila ia patuh pada tanggung jawabnya dibawah Persetujuan Non-Proliferasi Nukliar. Komitmen itu merupakan inti dari Persetujuan itu, dan harus diberikan kepada semua pihak yang mematuhinya.

Isu keempat yang akan saya tanggapi adalah demokrasi. (tepuk tangan)

Saya percaya pada sebuah sistem pemerintahan yang memberi hak bersuara kepada rakyatnya, dan yang menghormati penegakan hukum serta hak untuk semua manusia. Saya tahu bahwa ada kontroversi tentang penggalakkan demokrasi dalam tahun-tahun terakhir ini, dan sebagian dari kontroversi ini terkait dengan perang di Irak. Saya perjelas: sistem pemerintahan apa pun tidak bisa dipaksakan kepada sebuah negara oleh negara lainnya.

Tetapi hal itu tidak mengurangi komitmen saya kepada negara-negara yang mencerminkan keinginan rakyatnya. Setiap negara menghidupkan prinsip-prinsipnya dengan caranya sendiri, yang berasal dari tradisi rakyatnya. Amerika tidak berpura-pura tahu apa yang terbaik untuk semua orang, sebagaimana juga kami tidak berpretensi bahwa kami bisa menentukan hasil dari sebuah pemilihan damai. Tetapi saya memiliki keyakinan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa semua orang merindukan hal-hal tertentu: Kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dan ikut menentukan bagaimana bentuk pemerintahan; mempercayai penegakan hukum dan penyelenggaraan keadilan yang sama untuk setiap orang; pemerintahan yang transparan dan tidak mencuri dari rakyatnya; kebebasan untuk hidup sesuai pilihan masing-masing. Itu bukan sekedar idea-idea Amerika, itu adalah hak asasi manusia dan oleh karena itu kami akan mendukungnya di mana saja.

Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu. Tetapi yang jelas adalah: pemerintahan-pemerintahan yang melindungi hak-hak ini pada akhirnya akan lebih stabil, sukses dan aman. Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu. Tetapi yang jelas adalah: Memberangus ide-ide tidak pernah berhasil melenyapkannya. Amerika menghormati hak-hak dari semua suara damai dan patuh hukum agar didengar di seluruh dunia meskipun kita tidak sepakat dengan mereka. Dan kami menyambut gembira semua pemerintahan terpilih dan damai – asalkan mereka memerintah dengan menghormati rakyatnya. Dimanapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standart tunggal untuk semua pihak yang memegang kekuasaan, Butir ini penting karena ada yang memperjuangkan demokrasi hanya pada saat mereka tidak berkuasa; setelah berkuasa, mereka secara keji memberangus hak-hak orang lain. (tepuk tangan) Di manapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standart tunggal untuk semua pihak yang memegang kekuasaan. anda harus mempertahankan kekuasaan lewat konsensus, bukan pemaksaan; anda harus menghormati hak-hak minoritas, dan terlibat dalam semangat toleransi dan kompromi, anda harus mendahulukan kepentingan rakyat anda dan usaha sah dari proses politik di atas kepentingan partai. Tanpa ramuan ini pemilihan saja tidak akan menciptakan demokrasi yang murni.

ANGGOTA HADIRIN: Barack Obama, kami cinta anda!

PRESIDEN OBAMA: Terima kasih. (tepuk tangan)

Isu kelima yang harus kita tanggapi bersama adalah kebebasan beragama. Islam memiliki sebuah tradisi toleransi yang patut dibanggakan. Kita menyaksikan hal ini dalam sejarah Andalusia dan Kordoba. Saya menyaksikan hal itu langsung ketika masih kanak-kanak di Indonesia, di mana warga Kristian yang saleh bebas beribadah di sebuah negara yang majoriti penduduknya Muslim. Itulah semangat yang kita perlukan kini. Orang di setiap negara harus bebas memilih dan menjalankan keyakinan mereka berdasarkan keyakinan pikiran, hati dan jiwa. Toleransi ini penting agar agama bisa berkembang, tetapi juga ditentang dengan berbagai cara.

Di kalangan Muslim tertentu ada kecenderungan yang merisaukan, yakni mengukur kedalaman keyakinan diri sendiri melalui penolakan keyakinan orang lain. Kepelbagaian agama yang memperkaya harus ditegakkan – apakah itu kelompok Maronit di Lebanon atau Kopti di Mesir. (tepuk tangan) Dan garis pemisah juga harus dihilangkan di antara warga Muslim, sebagaimana perpecahan antara Sunni dan Syiah telah mengakibatkan kekerasan yang tragis, khususnya di Irak.

Kebebasan beragama penting bagi kemampuan rakyat hidup bersama. Kita harus senantiasa menelaah cara-cara yang kita pakai untuk melindunginya. Misalnya, di Amerika Syarikat, peraturan sumbangan amal telah mempersulit warga Muslim untuk memenuhi kewajiban agama mereka. Itulah sebabnya saya bertekad untuk bekerja sama dengan warga Muslim Amerika guna memastikan mereka boleh memenuhi zakat.

Juga penting agar negara-negara Barat mencegah larangan kepada warganegara Muslim untuk mempraktikkan agama sesuai kehendak mereka – misalnya, dengan memaksa pakaian apa yang boleh dikenakan seorang perempuan Muslim. Sederhananya, kita tidak boleh menyembunyikan ketidaksenangan terhadap agama apapun dengan alasan liberalisme.

Keyakinan seharusnya mempersatukan kita. Itulah sebabnya kami mengikhtiarkan projek-projek di Amerika yang mempertemukan warga Kristian, Muslim dan Yahudi. Itulah sebabnya kami menyambut gembira usaha dialog Antara Agama Raja Abdullah dan kepemimpinan Turki dalam Kerjasama Keberadaban. Di seluruh dunia kita bisa memanfaatkan dialog menjadi pelayanan Antara Keyakinan, sehingga jambatan di antara berbagai rakyat mengarah pada tindakan – apakah itu berupa perang melawan malaria di Afrika atau menyediakan bantuan bencana alam.

Isu keenam yang ingin saya tanggapi adalah hak-hak perempuan.

Saya tahu ada perdebatan tentang isu ini. Saya menolak pandangan beberapa pihak di Barat bahwa perempuan yang memilih untuk menutupi rambutnya seakan-akan tidak memiliki persamaan hak, tetapi saya juga berpendapat bahwa seorang perempuan yang tidak bisa menikmati pendidikan tidak diberi kesamaan hak. Dan bukan kebetulan bahwa negara-negara di mana kaum perempuannya terdidik secara baik juga makmur.

Saya perjelas: isu-isu mengenai persamaan hak perempuan bukan semata-mata merupakan isu untuk Islam. Di Turki, Pakistan, Bangladesh dan Indonesia, kita saksikan di negara-negara yang majoriti penduduknya Muslim, mereka memilih seorang perempuan untuk memimpin. Sementara itu, perjuangan bagi persamaan hak perempuan masih terus merupakan aspek dalam kehidupan di Amerika, dan di negara-negara di seluruh dunia. Itulah sebabnya Amerika akan bermitra dengan setiap negara yang majoriti penduduknya Muslim guna mendukung perluasan pemberantasan buta huruf untuk perempuan, dan membantu perempuan muda memperjuangkan pekerjaan melalui pinjaman untuk usaha kecil yang membantu rakyat merealisasikan cita-cita mereka.

Saya yakin putri-putri kita bisa menyumbang kepada masyarakat setara seperti putra-putra kita, (tepuk tangan) dan kemakmuran kita bersama bisa dimajukan dengan memberi kesempatan kepada semua orang – laki-laki dan perempuan – mencapai potensi mereka sepenuhnya. Saya berpendapat perempuan tidak harus membuat pilihan sama seperti laki-laki agar mencapai kesamaan, dan saya menghormati perempuan yang memilih peranan tradisional dalam menjalankan kehidupan mereka. Tetapi hal itu haruslah merupakan pilihan mereka sendiri.

Akhirnya, saya ingin membahas pembangunan ekonomi dan kesempatan.

Saya tahu untuk banyak kalangan, wajah globalisasi bertentangan. Internet dan televisyen bisa mengantarakan pengetahuan dan informasi, tetapi juga seksualitas yang bersifat ofensif dan kekerasan tak berperi kemanusiaan. Perdagangan bisa menciptakan kekayaan dan peluang baru, tetapi juga gangguan dan perubahan pada masyarakat. Di semua negara – termasuk negara saya – perubahan ini bisa menyebabkan ketakutan. Ketakutan karena akibat modernisasi kita kehilangan kendali atas pilihan ekonomi kita, politik kita dan yang terpenting, identiti kita – hal-hal yang paling kita hargai dari masyarakat kita, keluarga kita, tradisi kita dan keyakinan kita.

Tetapi saya juga tahu kemajuan manusia tidak bisa ditampik. Tidak perlu ada kontradiksi antara pembangunan dan tradisi. Negara seperti Jepun dan Korea Selatan membina ekonomi mereka sambil tetap mempertahankan budaya mereka. Hal yang sama juga berlaku pada kemajuan mengagumkan dalam Islam mulai dari Kuala Lumpur sampai ke Dubai. Di masa kuno dan di masa kita, masyarakat Muslim membuktikan bahwa mereka mampu berada di garis depan inovasi dan pendidikan.

Ini penting karena tak ada strategi pembangunan yang semata-mata didasarkan pada apa yang dihasilkan tanah, dan strategi pembangunan juga tidak bisa dipertahankan kalau generasi mudanya tidak memiliki pekerjaan. Banyak Negara Teluk menikmati kekayaan sebagai akibat penghasilan minyaknya, dan beberapa sudah mulai memusatkan perhatian pada pembangunan yang lebih luas. Tetapi kita semua harus menyadari bahwa pendidikan dan inovasi akan menjadi faktor penentu dari abad ke 21. (tepuk tangan) dan di banyak masyarakat Muslim masih kekurangan investasi dalam bidang-bidang ini.Saya tekankan hal itu di negara saya. Dan sementara Amerika di masa lalu memusatkan perhatian pada minyak dan gas alam di bagian dunia ini, kami kini menghendaki hubungan yang lebih luas.

Dalam pendidikan, kami akan memperluas program pertukaran dan memperbanyak biasiswa, seperti yang mengantar ayah saya ke Amerika, sementara juga mendorong lebih banyak warga Amerika untuk belajar di tengah masyarakat Muslim. Dan kami akan menempatkan siswa-siswa Muslim yang menjanjikan di tempat-tempat magang di Amerika; melakukan investasi dalam pembelajaran online untuk guru-guru dan anak-anak di seluruh dunia; dan menciptakan jaringan online baru, sehingga seorang remaja di Kansas mampu berkomunikasi langsung dengan remaja di Kaherah.

Dalam rangka pembangunan ekonomi, kami akan menciptakan sebuah koperasi relawan bisnis baru untuk bermitra dengan counterpartnya di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Dan saya akan menyelenggarakan KTT Kewiraswastaan tahun ini untuk mengidentifikasi bagaimana kita bisa mempererat hubungan antara pemimpin bisnis, yayasan dan pelancongan sosial di Amerika dan masyarakat Muslim di seluruh dunia.

Dalam bidang sains dan teknologi, kami akan meluncurkan sebuah dana baru untuk mendukung pembangunan teknologi di negara-negara yang majoriti penduduknya Muslim, dan membantu mentransfer idea-idea ke pasar-pasar sehingga tercipta lapangan pekerjaan. Kami akan membuka pusat keunggulan sains di Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara serta mengangkat Utusan Sains baru untuk bekerja sama dalam program-program yang mengembangkan sumber energi baru, menciptakan lapangan pekerjaan hijau, digitalisasi catatan, air bersih dan menumbuhkan tanaman panen baru. Dan hari ini saya mengumumkan sebuah usaha global baru bersama Organisasi Konferensi Islam guna memberantas polio. Dan kita juga akan memperluas kemitraan dengan masyarakat Muslim guna menggalakkan kesihatan anak dan ibu.

Semua ini harus dilakukan lewat kemitraan. Rakyat Amerika siap bergabung dengan warganegara dan pemerintahan; organisasi kemasyarakatan, pemimpin agama dan bisnis di masyarakat Muslim diseluruh dunia guna membantu rakyat kita memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

Isu-isu yang telah saya uraikan tidak mudah ditanggapi. Tetapi kita punya tanggung jawab untuk bergabung demi memperjuangkan dunia yang kita cita-citakan – sebuah dunia di mana ekstremis tidak lagi mengancam rakyat kita, dan pasukan Amerika bisa pulang; sebuah dunia di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing memiliki negara mereka sendiri yang aman, dan energi nukliar dipergunakan untuk tujuan damai; sebuah dunia di mana pemerintahan melayani warganegaranya serta hak-hak dari semua umat Allah dihormati. Ini merupakan kepentingan bersama. Itulah dunia yang kita cita-citakan, tetapi hal itu hanya kita bisa capai bersama.

Saya tahu ada banyak - Muslim dan non-Muslim - yang mempertanyakan apakah kita bisa membina permulaan baru ini. Beberapa ingin menghasut api perpecahan, dan menghalangi kemajuan. Beberapa mengatakan hal ini tidak ada gunanya – bahwa kita sudah ditakdirkan untuk berseteru dan berbagai peradaban ditakdirkan beradu. Banyak lagi yang sekedar skeptis bahwa perubahan nyata bisa terselenggara. Begitu banyak ketakutan, begitu banyak ketidak percayaan. Tetapi kalau kita memilih untuk terperangkap dalam masa lalu maka kita tidak pernah akan melangkah maju. Dan saya secara khusus ingin mengatakan kepada generasi muda dari setiap kepercayaan, di setiap negara – anda, lebih dari orang lain, memiliki kemampuan untuk menata kembali dunia, menyusun kembali dunia.

Kita semua menghuni dunia ini untuk waktu yang singkat. Pertanyaannya adalah apakah kita melewatkan waktu itu terpusat pada hal-hal yang memecah belah kita, atau apakah kita mendedikasikan diri pada usaha – usaha berkesinambungan – untuk mencapai kesamaan, memusatkan perhatian pada masa depan bagi anak-anak kita dan menghargai harga diri semua insan manusia?

Hal-hal ini tidaklah mudah. Lebih mudah memulai perang daripada menghentikannya. Lebih mudah menuduh pihak lain daripada melakukan introspeksi diri; untuk melihat apa yang berbeda pada diri seseorang ketimbang menemukan kesamaan kita. Tetapi ada pula sebuah aturan yang merupakan inti setiap agama – bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kebenaran ini berlaku lintas negara dan lintas rakyat – sebuah keyakinan yang tidak baru, yang tidak hitam atau putih atau coklat; bukan kebenaran Kristen, atau Muslim atau Yahudi. Ini merupakan keyakinan yang berdetak dalam dari buaian keberadaban, dan masih tetap berdetak dalam jantung miliaran manusia. Ini merupakan rasa percaya pada orang lain, dan hal itulah yang membawa saya kesini hari ini.

Kita memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia yang kita cita-citakan, tetapi hanya apabila kita punya keberanian untuk memasuki awal yang baru, sambil ingat pada apa yang tertulis.

Al-Kitab Suci Al Quran mengatakan kepada kita, “Wahai manusia! Sesungguhnya kami telah ciptakan kamu sekalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal mengenal…” Talmud mengatakan kepada kita: “Seluruh Torah adalah untuk maksud menggalakkan perdamaian.” Kitab Suci Injil mengatakan pada kita, “Diberkatilah pencipta perdamaian, karena mereka akan disebut putra-putra Allah.” (tepuk tangan)

Rakyat seluruh dunia bisa hidup bersama dalam damai. Kita tahu itu merupakan visi Allah. Kini, itu menjadi kewajiban kita di Dunia. Terima kasih. Dan semoga damai Allah bersama anda. Terima kasih banyak. Terima kasih (tepuk tangan)

Universiti Teknologi MARA (UiTM) - Dipilih oleh Pembaca Reader Digests sebagai Jenama Yang Dipercayai 2009 Dalam Kategori Universiti

Reader's Digest Asia Trusted Brands Survey telah dilancarkan pada tahun 1999 dan kini ia telah menjangkau usia 11 tahun. Survey tersebut mengenalpasti jenama yang paling diperakui dari segi kualiti, harga yang berpatutan, kredibiliti, memahami kehendak pengguna, tanggungjawab sosial, dan digemari oleh pengguna Asia.

Ia adalah suatu perakuan jujur daripada pengguna sendiri terhadap sesuatu produk, agensi, universiti dan sebagainya yang digemari, disukai dan dipercayai oleh pengguna atau pelanggan. Survey tersebut dijalan oleh Nielsen melalui soalselidik, temubual melalui telefon secara rambang di Hong Kong, India, China, Malaysia, Filipina, Singapura,Taiwan, dan Thailand.

Universiti Teknologi MARA (UiTM)
telah terpilih sebagai penerima anugerah emas dalam kategori universiti di Malaysia oleh Reader's Digest Asia Trusted Brands Survey, turut menerima anugerah tersebut ialah UM dan USM.Tahniah kepada semua warga UiTM di atas anugerah tersebut. Semoga ia menjadi motivasi kepada kita semua untuk berkerja lebih keras pada masa hadapan.

Wednesday, June 10, 2009

Syair Hamzah Fansuri - Part XVIII


1. Raja Haqq dengan adanya
Da'im bermain dengan hambanya
Olehnya nyata dengan asmanya
Terlalu ghalib dengan mukanya

2. Iya itu raja yang raya
Bernama wahid yang kaya
Pertipu dan banyak daya
Da'im berlindung di dalam saya

3. Hikmatnya berbagai-bagai
Menjadi ibu dan bapai
Olehnya iya tahu memakai
Itulah banyak orang terlalai

4. Sifatnya akan katanya
Menjadi padang segala hambanya
Olehnya sangat nyata rupanya
Terlalu gaib asal mulanya

5. Bertudung terlalu rajin
Berbunyi diluar kain
Kainnya itu bukannya lain
Dengan dirinya ia bermain

6. Sekali muda dan sopan
sekali tua beruban
Uzlatnya berbulan-bulan
Mencari tuhan di dalam hutan

7. Sekali menjadi sufi
Sekali menjadi syawqi
Sekali menjadi ruhi
Gusar dan masam di atas bumi

8. Sekali pandai dan utus
Sekali lapar dan kurus
Sekali menjadi yunus
Di dalam ikan terlalu lurus

9. Sekali menjadi dagang
sekali kawan berladang
Sekali hartanya alang-alang
Da'im berlayar dihujung karang

10. Sekali bernama guruh
Sekali bernama suluh
Sekali menjadi musuh
Da'im mengharu didalam tubuh

11. Sekali menjadi kurban
Sekali menjadi 'uryan
Sekali menbawa burhan
Di bumi Mekah dan ayat al-Quran

12. Sekali menjadi thalib
Sekali menjadi gaib
Sekali menjadi ta'ib
Di dalam dunia terlalu galib

13. Ia itu raja yang fa'iq
Bernama sultan yang khaliq
Lagi la ma'syuq lagi ia 'asyiq
Dengan dirinya da'im Ia natiq

14. Cahayanya terlalu nyarak
Dengan rupanya kita yang banyak
Ia juga takir dan arak
Jangan kau cari jauh hai anak

15. Hamzah Fansuri terlalu ghafil
Kau sangka mahbub mu berha'il
Da'im kau cara jalan yang batil
Di manakan dapat lekas kau wasil

Tuesday, June 9, 2009

Tahniah Kepada Naib Canselor UiTM..!!!!


Naib Canselor UiTM telah dianugerahkan pingat kebesaran DARJAH KEBESARAN PANGLIMA SETIA MAHKOTA (P.S.M) oleh Seri Paduka Baginda Yang Di Pertuan Agong semasa hari keputeraan Baginda pada 6 Jun 2009 baru-baru ini, dengan anugerah tersebut beliau bergelar Tan Sri, sehubungan dengan itu, gelaran rasmi beliau sekarang ialah Tan Sri Dato Seri Prof. Dr. Ibrahim Abu Shah. Sesungguhnya darjah kebesaran tersebut adalah tanda penghargaan kerajaan ke atas sumbangan yang telah dimainkan oleh beliau dalam pembangunan pendidikan anak bumiputera dan ia adalah juga penghargaan kepada semua warga UiTM. Tahniah Tan Sri Dato Seri Prof. Dr. Ibrahim Abu Shah...!

Syair 1 Malaysia Part 1

Memanda Menteri punya kata
Satu Malaysia punya cerita
Rakyat semua diberi pertama
Pencapaian terbaik diberi utama

Rakyat Malaysia ramainya bangsa
Melayu, Peribumi, Cina dan India
Mari kita semua bersama
Membangun negara Malaysia tercinta

Semua rakyat mesti bersama
Membina satu bangsa Malaysia
Tunjukkan kepada seanterio dunia
Kita mampu maju bersama

Semua Menteri perlu terbuka
Menerima kritik untuk membina
Jangan marah jangan terhina
Jika rakyat memberikan kata

Semua Menteri perlu membuka
Membina jalan untuk bersemuka
Berjumpa rakyat mengenal perkara
Semua masalah dihati membara

Memanda Menteri telah berkata
Rakyat dan Kerajaan perlu bersama
Rakyat memberi Kerajaan menerima
Kerajaan memberi Rakyat menerima

Kekayaan negara diagih bersama
Itu prinsip satu Malaysia
Miskin dibantu kaya menderma
Buang sifat tamak haloba

Dari rakyat kerajaan terbina
Kepada kerajaan rakyat bahagia
Baru bererti satu Malaysia
Semua bangsa muafakat bersama



Ahmad Rais Johari
UiTM
Syair - 1 Malaysia Part 1.

Monday, June 8, 2009

Seni dan Keindahan - Oleh HAMKA

Nampak keindahan pada seluruh alam, baik dibumi mahupun dilangit. Timbul pelbagai rasa dalam naluri bila melihat keindahan itu, kagum kerana kecantikannya, sedih kerana ia tidak dihargai, pilu kerana ia diterokai, terharu kerana dengan kekuasaanNya menciptakan. Terasa kecil diri ini merenung kuasa yang Maha Besar dan ghaib itu.

Tergerak manusia hendak menyatakan apa yang terasa dihati.Mulanya dengan ringkas dan sederhana, cukup dua tiga patah kalimat. Maka adalah manusia yang pertama itu serupa juga dengan anak kecil yang baru lahir, belajar menelungkup, meniarap, merangkak, berjalan. Meniru bahasa sekalimat demi sekalimat.

Bertambah lama bertambah luas yang dilihat, didengar dan dirasa, bertambah pula kesanggupan lidah mengucapkan yang dirasa itu hingga kian lama kian banyak dan menjadi suatu bahasa. Bertambah banyak yang diketahui, bertambah tinggi perasaan. Disinilah asal perasaan halus dan keindahan. Dan dari sanalah pada mulanya dapat kita melihat ahli seni dalam kesederhanaan tumbuhnya.

Iklim sesuatu negeri dan persekitarannya tidaklah sama, ada negera yang telah maju , ada negara yang membangunan dan ada juga yang mundur. Dikalangan yang lebih maju, perasaan nya lebih halus dan kebudayaannya lebih tinggi. Keinginan hendak mengetahui rahsia tersembunyi dalam alam menyuburkan tumbuhnya khayal, dan khayal itulah telaga seni. Oleh sebab itu, pada permulaannya, boleh dikatakan bahawasanya syair adalah jelmaan perasaan halus, falsafah sebagai usaha fikiran mencari rahsia itu dan agama adalah tujuannya yang akhir.

Maka dapat disimpulkan bahawa syair itu telah lama timbul, sebelum ilmu bertambah, maka perasaanlah yang terlebih dahulu memenuhi jiwa manusia. Jadi sebelum orang masuk mempelajari falsafah seumpamanya falsafah Yunani, orang terlebih dahulu akan bertemu dengan zaman syair, apa yang didapati oleh ahli syair itulah yang kemudiannya dikupas dengan fikiran ahli falsafah.

Falsafah itu kelak yang mencari dimana kesatuan daripada segala rahsia itu, siapakah Yang Maha Kuasanya? baik kekuatan itu pada tubuh alam semesta sendiri atau diluarnya. Itulah permulaan agama, yang tiga ini, iaitu syair, falsafah dan agama beredar dalam kehidupan manusia sebagai hasil daripada sifat akalnya iaitu perasaan, fikiran dan kemahuan.

Friday, June 5, 2009

Ar-Rahman dan Ar-Rahim - Sumber Titik Pertemuan Membangunkan 1Malaysia

Asas kepada pembinaan 1 Malaysia yang diilhamkan oleh Y.A.B Perdana Menteri kita, Dato' Seri Najib Tun Razak, adalah meletakan semua rakyat Malasia tanpa mengira bangsa, agama dan keturunan untuk membangunkan negara Malaysia secara bersama dengan menyerap sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim sebagai asas perpaduan bangsa malaysia dalam merialisasi misi dan visi 2020 yang pernah diilhamkan Tun Dr. Mahatdhir Mohammad. Beliau menyeru semua rakyat Malaysia berganding bahu bersama beliau membangunkan Malaysia sebagai sebuah negara maju mengikut acuan GLOKAL, acuan bertaraf global bercirikan lokal, bangsa Malaysia maju.

Thursday, June 4, 2009

Bicara Antara Dua Sahabat - Ar-Rahman & Ar-Rahim Sumber Motivasi Sejagat

Saya bertemu seorang sahabat lama di Hotel Concord, Shah Alam. Beliau kami panggil Jojo, terkenal kerana wataknya yang unik. Kami berbicara dan bertukar-tukar fikiran tentang pelbagai hal, mulai dari hal-hal peribadi sehinggalah ke hal-hal semasa, politik, hiburan, muzik, UiTM, mahasiswa dan pelbagai lagi.

Kesimpulan daripada keseluruhan cerita-cerita yang kami perbualkan ialah 'asas kepada segala motivasi jiwa manusia ialah Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang daripada situ lahirnya nikmat dan rahmat Tuhan'. Prinsip suci hati 'buang sifat mazmumah, tanam sifat mahmudah' perlu dibudayakan dalam kehidupan harian kita kerana disitulah tersembunyinya rasa kebahagiaan jiwa. Kita perlu saling berkerjasama, bantu-membantu, tolong-menolong, berada dalam satu saf, berjalan sederap, yang ringan sama dijinjing, yang berat sama dijunjung seperti perangai sang serangga, si semut dan si lebah dalam melaksanakan sesuatu misi dan visi agenda pembangunan bangsa Malaysia dan pembinaan tamadun nusantara.

Resolusi diatas diperakui oleh kami berdasarkan pengalaman, pemerhatian dan ujikaji yang telah kami lakukan sepanjang melalui proses kehidupan selama melebihi 40 tahun.

Monday, June 1, 2009

Allahyarham Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah - Sebutir Permata Di Nusantara.

Lahir pada 16-2-1908 di Sungai Batang, Meninjau, Minangkabau, Sumatera, Indonesia. Seorang ulamak yang progesif, guru agama dan wartawan, pujangga dan ahli falsafah Islam, pemimpin dan mubaligh Muhamadiyah. Beliau menyiapkan Tafsir Al-Azhar hingga ke juzuk 30 didalam penjara. Disebalik penahanan beliau pada 27 Januari 1964 rupanya tersembunyi sebuah rahmat yang menjadi ole-ole generasi muda nusantara pada hari ini, iaitu Tafsir Al-Azhar, karya besar beliau mentafsir Al-Quran yang mengandungi 114 surah dengan 6236 ayat. Jasa beliau mentafsir isi mu'jizat Rasulullah S.A.W. memberikan inspirasi kepada jutaan umat islam Nusantara (Malaysia, Indonesia, Brunai, Singapura, Filipina dan Thailand) yang dahagakan ilmu pengetahuan agama untuk terus berjuang menegakan tali Allah. Semoga roh beliau ditempatkan bersama-sama orang-orang yang dikurniakan rahmat dan nikmat oleh Allah S.W.T - AL-FATIHAH

Friday, May 29, 2009

Sifat Rahman dan Rahim ALLAH Melahirkan Rahmat dan Nikmat ILAHI - Petikan daripada Tafsir Al-Azhar (Part A)

(1). Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang (2). Segala Puji-Pujian untuk Allah, Pemelihara semesta alam (3). Yang Mempunyai Hari Pembalasan (4). Hanya Engkau yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan (5). Tunjuki kami jalan yang lurus (6). Jalan orang-orang yang telah Engkau kurniakan nikmat atas mereka; bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah dimurkai atas mereka dan bukan jalan orang-orang yang sesat.

Al-Fatihah artinya ialah pembukaan. Ia juga dinamai Fatihatul Kitab yang bererti pembukaan kitab, surah 7 yang diulang-ulang, dia adalah ibu Al-Quran, minimum 17 kali dibaca semasa pertemuan fardhu antara hamba dan Tuhan sekalian alam dalam satu hari.

Surah ini dimulai dengan (1). Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang Allah memulakan seruan dengan namaNya Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Nama Allah Ar-Rahman mengambarkan sifatNya Yang Maha Pemurah dan PerlakuanNya yang diselaputi kepemurahanNya. Dzat Yang Maha Pemurah kepada semua makhlukNya termasuk kita manusia.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang ertinya, aku mulai perkerjaanku ini, menyiarkan wahyu Ilahi kepada insan, di atas nama Allah itu sendiri, yang memerintahkan daku menyampaikannya, ini adalah contoh teladan yang diberikan kepada kita , supaya memulakan sesuatu pekerjaan penting dengan memulakannya dengan nama Allah.

Laksana yang teradat bagi sesuatu kerajaan bila menurunkan sesuatu perintah, menjadi kuatlah dia jika disampaikan di atas nama pemerintah yang tertinggi, umpamanya Perdana Menteri. Surat arahan yang memakai nama Perdana Menteri bukan sahaja mengandungi arahan tetapi juga pertanggungjawaban dari penerimanya.


Nabi Muhammad S.A.W disuruh menyampaikan wahyu itu kepada manusia dengan menyebut nama Allah. Dia, Rasulullah tidak lebih daripada manusia biasa, tetapi ucapan yang keluar daripada mulutnya bukanlah keluar semena-mena diatas kehendaknya sendiri tetapi Allah lah yang memerintahkan. Dari empunya nama itu, iaitu Allah, Nabi Muhammad mengambil kekuatan didalam menyampaikan wahyuNya.Allah adalah dzat Yang Paling Tinggi, Maha Mulia, Maha Kuasa. Dzat Pencipta seluruh alam, langit dan bumi, bulan dan matahari, dan seluruh yang ada.

Dengan nama Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim iaitu Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang kedua sifat nama itu datang dari satu rumpun iaitu RAHMAT, yang bererti murah, kasih, sayang, cinta, santun, perlindungan dan sebagainya. Allah bukanlah Tuhan yang bengis, kejam, haus darah, pendendam dan pembenci. Maka apabila bacaan dimulai dengan menyebut nama Allah, dengan kedua-dua sifatNya Ar-Rahman dan Ar-Rahim, mulailah Nabi Muhammad menentukan perumusan baru yang benar mengenai Tuhan. Sifat utama Tuhan yang diketahui dan dirasai oleh manusia ialah Allah itu, DIA ialah Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

"Segala puji-pujian untuk Allah" (pangkal ayat 2) Hamdan, ertinya pujian, sanjungan. Alhamdu bermaksud mencakupi segala jenis pujian, pujian besar, pujian kecil, ucapan terima kasih, tahniah, atau puja-pujaan. ALHAMDULILLAHI bererti segala puji-pujian hanya untuk ALLAH. Tidak ada yang lain yang berhak mendapat pujian itu.

Meskipun misalnya ada seseorang yang berjasa baik kepada kita, meskipun kita memujinya, namum hakikat puji hanya kepada Allah. Sebab orang itu tidak akan dapat berbuat apa-apa kalau tidak kerana Tuhan Yang Maha Murah dan Penyayang tadi. Kita puji seorang engineer mekanikal kerana ilhamnya membina sebuah kapal terbang berkuasa tinggi yang laju dan hebat, tetapi kalau kita selidiki lebih dalam, dari mana dia mendapat ilham untuk membina kapal terbang tersebut kalau bukan bersumberkan ilham daripada Tuhan. Oleh sebab itu, jika kita dipuji oleh seseorang maka janganlah kita lupa bahawa yang empunya puji itu ialah Allah, bukan kita.

Nabi kitaMuhammad S.A.W. ketika dengan sangat jayanya menakluki negeri Mekah, baginda masuk ke ibu kota itu dengan menunggang untanya yang terkenal, al-Qashwa', sahabat-sahabat baginda gembira dan bersyukur disebabkan impian nabi telah menjadi kenyataan, namun baginda tidak mengangkat muka dengan angkuh kerana kemenangan tersebut, tetapi baginda merundukan wajahnya ke bawah, lekat dekat leher unta kesayangan baginda, mensyukuri nikmat Tuhan dan mengucapkan puji-pujian kepada Allah S.W.T

"Pemelihara semesta alam" ujung ayat 2. Atau Tuhan dari sekelian makhluk, atau Tuhan sarwa sekalian alam. Umumnya erti alam ialah segala yang ada ini selain dari Allah, kalimat 'alamin bererti segala yang ada, termasuk di alam jin,di alam malaikat dan di alam syaitan. Setelah terlebih dahulu kita dikenal kepada Allah yang Tunggal, sekarang kita dikenalkan kepada tuhan yang Rabbun.

Kata Rabbun meliputi segala macam pemeliharaan,penjagaan, pengasuhan dan pendidikan. Allah itu bukan sahaja pencipta tetapi juga pemelihara, bukan sahaja menjadikan tetapi juga mengatur, seumpama matahari, bulan,langit,bumi, bintang dan sebagainya,sesudah semuanya dijadikan, tidaklah dibiarkan begitu sahaja, melainkan dipelihara dan dikuasai terus menerus.

Betapa matahari, bulan, bintang dan bumi beredar begitu teratur dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, hari ke hari, jam ke jam, minit ke minit dan detik ke detik, berjalan teratur telah berjuta-juta tahun, kalau bukan pemeliharaan daripada Allah sebagai Rabbun?

Manusia pun begitu, Dia bukan semata-mata dijadikan, bahkan sejak masih dalam nuthfah, sampai ke alaqah dan mudhghah , sampai muncul ke dunia, sampai menjadi manusia yang berakal, dan sampai meninggal kelak, tidaklah lepas daripada tilikan Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara. Untuk semua pemeliharaan, penjagaan, pendidikan dan perlindungan itulah kita diajar untuk mengucapkan pujian kepada Nya "Rabbul Alamin".

Sifat Rahman dan Rahim ALLAH Melahirkan Rahmat dan Nikmat ILAHI - Petikan daripada Tafsir Al-Azhar (Part B)

"Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang"( ayat 3) atau boleh diertikan sebagai yang pengasih lagi penyayang. Ayat ini menyempurnakan maksud dari ayat sebelumnya. Jika Allah sebagai Rabb, sebagai Pemelihara dan Pendidik bagi seluruh alam, tidak lain, maksud dan isi pendidikan itu , melainkan kerana kasih sayangNya semata dan kerana murahNya belaka. Tidaklah dalam memberikan pemeliharaan dan pendidikan itu, menuntut keuntungan bagi diriNya sendiri. Pemeliharaan yang Dia berikan adalah pertama kerana Ar-Rahman maksudnya ialah bila sifat Allah Yang Ar-Rahman itu telah membekas dan berjalan ke atas hambaNya, bertambah tinggi kecerdasan hambanya itu, bertambah terasa olehnya betapa Ar-Rahman Allah terhadap dirinya, dan sifat Ar-Rahim ialah sifat yang tetap kepada Allah. Maka Ar-Rahman ialah setelah sifat itu terpaksa pada hamba, dan Ar-Rahim ialah pada keadaannya yang tetap dan tidak pernah padam-padamnya pada Tuhan. Dan keduanya itu adalah sama mengandung akan sumber kata yaitu Rahmat.

Bagaimana jadinya hidup kita didunia jika 2 hari matahari tidak terbit? Kita manusia kadang-kadang mudah lupa akan Rahmat Tuhan, kerana kita tidak pernah dipisahkan daripada RahmatNya, seumpamanya, bila terjadi 'blackout' sehingga seluruh UiTM tidak menerima bekalan elektrik kerana kerosakan berlaku pada intake 33kV Tenaga Nasional Berhad (TNB), pada ketika itu, baru kita sedar, bahawa tenaga elektrik adalah tulang belakang yang mengerakkan operasi UiTM. Diwaktu biasa semua beres, kerap kita lupa, tetapi setelah terganggu baru kita teringat. Demikian juga halnya apabila bekalan air dirumah kita terganggu kerana kerosakan paib yang menyalurkan air ke rumah kita telah pecah, maka ketika itu baru kita terasa betapa air itu penting dalam kehidupan kita.

Rahmat Ilahi, pancaran daripada sifatNya Yang Rahman dan Yang Rahim, yang Murah dan Kasih Sayang dapat kita rasai apabila melihat seekor ibu ayam sedang mengkais-kais makanan untuk anak-anaknya, dipecah-pecahkannya rimah nasi, dipanggil anak-anaknya untuk memakan makanan tersebut. Tiba-tiba datang seekor anjing, cuba menganggu anak-anaknya yang sedang memakan makanan tadi, si ibu ayam dengan garangnya menyerang anjing itu demi untuk mempertahankan anak-anaknya, sehinggakan ibu ayam itu tidak takut kepada anjing tersebut, walhal anjing itu lebih besar saiznya daripada ibu ayam, sehingga anjing itu ketakutan dan melarikan diri. Dikala kesejukan dimalam hari, si ibu ayam melindungi anak-anaknya dibawah naungan sayapnya, dan ada kalanya, anak-anak ayam itu memanjat ke atas punggungnya, namum dibiarkannya demi kasih dan sayangnya pada anak-anaknya itu. Itulah Rahmat Ilahi.

Demikianlah halnya ketika kita dilahirkan oleh ibu kita, beratnya penderitaan mengandung dan melahirkan tidak terperi payahnya, bidan telah sedia menolong, dan setelah ditunggu dengan harap dan cemas, lahirlah kita, apabila ibu kita mendengar tangisan kita, maka dengan kedengaran tagisan kita itu, wajah ibu jadi lega, hilang kepayahannya, kadang-kadang matanya tertidur sejenak, diliputi Rahmat Ilahi. Demikian juga sang ayah, yang tadinya menunggu penuh debaran, dipengaruhi rasa cemas dan harap, cemas kalau-kalau isteri yang disayangi ditimpa bahaya sehingga maut kerana melahirkan, dan harap moga-moga anak dan isteri selamat dalam melalui detik-detik kritikal itu. Bila mengetahui isterinya telah selamat melahirkan, maka rasa lega dihatinya. Demikianlah Rahmat Tuhan telah dimasukan ke dalam jiwa kita semua.

Dengan melihat kasih sayang diantara suami isteri, ayah terhadap anaknya, dengan melihat kasih sayang diantara binatang, burung-burung dengan pelbagai jenisnya, dapatlah kita ketahui bahawa betapa besarnya Rahman dan Rahim Allah ke atas makhluknya, dan akan sirnalah rasa dengki, hasad, benci dan dendam daripada diri kita. Sampai kepada masyarakat, pergaulan hidup yang adil dan makmur di atas dunia, Rahmat Allah melalui sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim memancarkan MARHAMAH, iaitu kasih mengasihi, cinta-mencintai, bantu-membantu yang timbul daripada kemurahan dan kasihsayang Nya.

"Yang menguasai hari pembalasan" (ayat 4) Kita ertikan yang menguasai atau mempunyai hari pembalasan, disini dapatlah kita memahami bahawa ad-din yang selalu kita ertikan sebagai agama juga bermaksud pembalasan, menurut islam, segala gerak geri hidup kita yang kita lalui sehingga hari ini, tidak lepas daripada lingkungan agama, iaitu wajib, sunat, makruh, jaiz dan haram. Dan semuanya kelak akan diperhitungkan dihadapan Allah S.W.T di akhirat. Baik akan dibalasi dengan kebaikan dan buruk akan dibalasi dengan keburukan. Yang memberikan pembalasan itu adalah Allah sendiri dengan jalan yang seadil-adilnya.

Didunia ini yang ada hanya penilaian, tetapi tidak ada pembalasan manusia. Banyak orang tercengang melihat orang yang zalim dan curang tetapi kerana pandainya main maka tidak terkesan miskipun orang tahu juga, dan banyak juga orang yang jujur, berbuat baik, namun penghargaan tidak ada, atau sengaja tidak dihargai kerana kepentingan-kepentingan politik. Di dunia tidak ada pembalasan yang sebenar dan disini tidak ada perhitungan yang adil.

Bila sampai disini, kalbu kita mula bertanya, jika tadi seluruh jiwa kita diselaputi oleh rasa Rahmat yang terpancar daripada Rahman dan rahim Allah, ia harus dibatasi oleh KEINSAFAN, bahawa betapa un Rahmat dan Rahim Allah itu, Dia adalah adil juga. Rahman dan Rahim tidak sempurna jika ia tidak dilengkapi dengan Adil. Memang ada manusia, yang jiwanya telah dipenuhi dengan sifat Rahman dan Rahim itu, maka dia berbalas balas kasih sayang dengan Tuhannya, memberi dan menerima, lalu dia pun beribadat kepada Tuhannya dengan seikhlas hati dan berbuat bakti. Tetapi ada juga manusia yang tidak peduli Rahman dan Rahim Tuhan, jiwanya diselimuti oleh perasaan benci, dendam, hasad, dengki dan kianat. Tidak ada rasa syukur, tidak ada terima kasih. Jahatnya lebih banyak daripada baiknya. Kadang-kadang pandai dia menyembunyikan keadaan yang sebenarnya, sampai dia mati keadaan tetap demikian. Tentu sekali orang ini akan menerima pembalasan dihari kemudian kelak.

Maka apabila, Ar-Rahman dan Ar-Rahim disambungkan dengan maliki yaumiddin maka barulah seimbang pengabdian dan pemujaan kita kepada Tuhan. Hidup tidak terhenti setakat dialam ini sahaja, akan ada sambungannya lagi, iaitu dihari pembalasan. Kalau kita telah rasai dan kita percaya bahawa Dia Maha Murah dan Penyayang, tetapi kita masih melanggar segala yang diperintahkanNya, melakukan segala macam maksiat dan pelbagai kekufuran, maka ingatlah bahawa Dia mempunyai hari pembalasan, lantas kemana lagi kita mahu lari? Kita mengharapkan kasih sayang dan kemurahanNya, dan kita pun takut akan pembalasanNya, jiwa kita terombang diantara Khauf, artinya takut dan Raja' ertinya harap.

Maka lanjutan bunyi ayat "Engkaulah yang kami sembah, dan Engkaulah tempat kami memohon pertolongan" (ayat 5) Kalimah Iyyaka bererti Engkaulah, disini Iyyaka disebutkan dua kali, jadi maksudnya, hanya kepada Engkaulah kami sembah dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan. Kata na'budu kita ertikan sebagai kami sembah dan nasta'inu sebagai tempat meminta pertolongan. Dalam lain perkataan, kita boleh ertikan bahawa hanya kepada Engkau kami beribadat dan kami memohon bantuan dikala senang mahupun susah, dengan ayat ini kita menyatakan pengakuan kita bahawa Allah adalah Tuhan Yang Mencipta dan Memelihara, Dia adalah Rabbun, sebab itu Dia adalah Ilahi. Tidak ada Ilah yang lain, melainkan Dia, oleh kerana Dia Yang Mencipta dan Memelihara maka hanya kepada Dia yang patut disembah. Adalah hal yang tidak wajar, kalau Dia Yang Memelihara dan Menjadikan, lalu kita menyembah selain daripada Nya. Itu namanya musyrik. Menerima nikmat dari Allah, berterima kasih kepada berhala.

Maka mengakui bahawa yang patut disembah sebagai Ilah hanya Allah, dinamainya sebagai Tauhid Uluhiyah, manakala, mengakui yang patut untuk memohon pertolongan sebagai Rabbun hanya Allah, dinamai Tauhid Rubudiyah.

Sekarang kita teruskan kepada erti ibadat. Erti yang luas tentang IBADAT ialah memperhambakan diri dengan penuh keinsafan dan kerendahan. Dan dipatrikan lagi oleh cinta.Kita mengakui bahawa kita hambaNya, budakNya. kita tidak akan terjadi kalau bukan dia yang menjadikan. Kita beribadat kepadaNya disertai raja', iaitu pengharapan terhadap kasih sayangNya, cinta yang hakiki, tidak terbahagi dengan yang lain, sehingga jikapun kita cinta kepada yang lain, hanya lah kerana yang lain itu nikmat daripada Dia. Contohnya kita mencintai isteri, anak, harta dan benda atau tanah air atau yang lain-lain, semuanya itu adalah nikmat daripadaNya jua. Tidak dapat kita mencintai yang lain langsung, disamping mencintai Dia, kerana kalau ada cinta lain selain daripada cinta kepada Nya, itulah cinta yang terbahagi. Apabila telah terbahagi itulah pangkal kepada syirik.

Selanjutnya kita huraikan tentang 'meminta pertolongan'. Setiap orang berusaha mengikut bakatnya, Doktor menolong orang sakit. Guru menolong muridnya belajar membaca, mengira dan menulis, dalam perhubungan sesama manusia, sewajarnya yang kuat menolong yang lemah, yang kaya menolong yang miskin, dan semua itu adalah dalam rangka meminta tolong kepada Allah jua. Maka tolong menolong dalam urusan kehidupan harian semacam ini tidaklah dilarang kerana itu bukan dalam rangka memandang bahawa tempat manusia minta tolong itu sebagai tempat ibadat. Diatas manusia yang bertolong-tolongan itu ada lagi kekuasaan yang tertinggi yang memutuskan dengan mutlak samada berakhir dengan kejayaan atau kegagalan. Itulah kekuasaan Tuhan, yang kekuasaanNya meliputi akan seluruhnya.

Memohon pertolongan daripada Tuhan supaya diberikan kekuatan meneruskan perjuangan, memohon petunjuk, dihasilkan yang dicita-cita, dituntun sebaik-baiknya kejalan yang baik dan benar akan memberikan kita kekuatan pada diri sendiri kerana kita memohon pertolongan langsung dengan Tuhan, terus kepada Allah, yang menjadi sumber dari segala kekuatan. Memohon pertolongan kepada Tuhan bukanlah kelemahan tetapi disanalah terletaknya kekuatan. Hanya manusia yang bodoh dan tolol sahaja yang mengaku bahawa dirinya sanggup berbuat segala yang dia kehendaki. Adapun bagi orang-orang yang berilmu, maka ilmunyalah yang menunjukan kepada nya bahawa dia tidak mengetahui semua hal.

Memohon pertolongan berdasarkan konsep Tauhid Uluhiyah dan Rubudiyah itulah yang masuk akal, sebab itu kita tidak meminta pertolongan misalnya kepada kuburan seorang guru atau orang alim yang dikenal keramat, atau meminta pertolongan kepada berhala, meminta bantuan kepada keris pusaka untuk menarik duit, dengan kalimat Iyyaka nasta'inu tadi, yang bererti "Hanya kepada Engkau saja aku meminta pertolongan", jelaslah bahawa kita tidak akan meminta pertolongan kepada yang lain dengan cara demikian, sebab yang lain itu tidak masuk akal bahawa dia dapat menolong.

Wednesday, May 27, 2009

Kursus & Bengkel Pengurusan Mahasiswa Non-Resident (NR)

Pada hari ini dan esok saya menghadiri kursus dan bengkel pemantapan pengurusan mahasiswa non-resident di Bilik Seminar Kolej Melati, UiTM, Shah Alam. Kursus dan bengkel ini dihadiri oleh semua Pegawai Pembangunan Pelajar (PPP) daripada seluruh negara termasuk Sabah dan Sarawak. Objektif utama bengkel ini ialah untuk memantapkan lagi pengurusan mahasiswa NR diseluruh sistem UiTM.

Tuan Bahrain Rahim, pegawai daripada Unit Keselamatan UiTM semasa menyampaikan ceramah beliau bertajuk "Prosedur Penyiasatan - Kes Civil dan Jenayah" membuka minda saya tentang teknik menjalankan penyiasatan terhadap sesuatu kes civil dan jenayah. Beliau adalah bekas anggota polis, kini beliau berkhidmat dengan UiTM dan kepakaran beliau ialah menjalankan penyiasatan kes jenayah berat . Prinsip asas dalam menjalankan penyiasatan jelas beliau, perlu menjawab semua soalan ini berikut "a) Apa yang terjadi b) Bila perkara tersebut terjadi c) Dimanakah perkara tersebut terjadi d) Mengapa perkara itu terjadi e) Siapa yang terlibat ditempat yang terjadi dan f) Bagaimana perkara tersebut terjadi" dengan tepat dan betul berdasarkan fakta ditempat kejadian. "Kita perlu mempunyai ilmu menipu untuk melawan penipu" tambah beliau lagi.

Ustaz Sharom Maarof, Ketua Seksyen Tindakan Khas, Bahagian Penguatkuasaan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) semasa menyampaikan ceramah bertajuk "Pencegahan dan Penguatkuasaan Jenayah Syariah" menyatakan bahawa Undang-Undang Jenayah Syariah adalah bertujuan untuk mendidik bukan menghukum. "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, tidak kira dimana anda bermula, yang penting dimana anda berakhir" tambah beliau lagi, adalah satu kejayaan besar bagi JAIS, jika Orang Yang Bersalah (OYB) menyesal dengan kesalahannya dan bertaubat, memohon ampun kepada Allah dan menjadi orang islam sejati selepas kejadian tersebut.

Diantara contoh-contoh kesalahan Jenayah Syariah yang kerap berlaku ialah a) Pemujaan Salah b) Mengeluarkan pendapat bertentangan dengan fatwa c) Berjudi d) minum minuman keras e) persetubuhan luar nikah f) Persediaan melakukan persetubuhan luar nikah g) berkhawat h) lelaki berlagak seperti perempuan i) Perbuatan tidak sopan ditempat awam.

Tuesday, May 26, 2009

Mengetahui Hakikat Sesuatu Yang Di Ingat - oleh Imam Al-Qusyairi (Part 10)

" Yang Maha Perkasa"

Nama Allah yang ke-sembilan ialah Al-Aziz, yang bermaksud Maha Perkasa, Maha Kuat, tidak dapat dikalahkan oleh sesuatu apa pun. Dialah yang mengalahkan, yang tidak dapat dikalahkan, yang menang dan tidak dapat ditakluki. Allah S.W.T mempunyai kudrat Yang Maha kuat dan Maha Perkasa.Tiada sesuatu yang dapat menewaskanNya kerana Dia Maha Perkasa. KeperkasaanNya merangkumi seluruh alam, dilangit dan dibumi. Dia Maha Perkasa daripada awal yang tiada permulaan sehingga akhir yang tiada penghujung. Keperkasaan Allah ini dapat dilihat pada sekalian alam, termasuk pada segala yang ada dibumi dan dilangit, pada segala kejadian dan penciptaan makhlukNya, pada air, pada tanah, pada angin dan pada api.

Sebagai contoh kita ambil kekuatan air lautan, semasa berlaku tsunami di Aceh pada 2004, kita melihat melalui kaca tv bagaimana bangunan yang besar dan kukuh dibawa oleh arus tsunami, ribuan manusia mati, rumah musnah dan sebahagian daripada Aceh menjadi seperti padang jarak, padang terkukur.

Betapa kekuatan air boleh memusnahkan seluruh kehidupan. Kekuatan api yang bisa membakar ratusan hektar hutan semasa kebakaran sebagaimana yang berlaku di Australia, kekuatan angin yang bisa menerbangkan rumah dan bangunan semasa puting beliung. Kekuatan kilat semasa percikan cahaya menyambar, Ia dipanggil malapetaka. Tiada kekuatan yang dapat menghalangNya. Itu adalah sebahagian keperkasaan Allah yang Ia tunjukan kepada kita. Hakikatnya, Keperkasaan Allah tidak terbanding kekuatanNya kerana terlalu dan teramat hebat adaNya.

Bagaimana kita menumbuhkan sifat Al-Aziz ini didalam diri kita sehingga seluruh tubuh, pemikiran dan jiwa kita diselumbungi sifat perkasa tersebut? Bagi menjawab persoalan ini, kita sewajarnya melihat kepada diri kita sendiri, dimana kekuatan kita dan menilai diri dimanakah kelemahan kita, kita perlu melatih diri untuk menjadi lebih baik dan terus lebih baik, kekuatan yang kita miliki kita mantapkan, kelemahan yang kita miliki kita atasi, supaya hari ini kita kuat dan hari esok kita menjadi bertambah kuat. Proses ini kita lakukan setiap hari, akhirnya diri kita akan menjadi bertambah baik, bertambah kuat dan semakin perkasa. Kekuatan dalam aspek jasmani dan rohani.

Facts About Bill Gates

  1. Bill Gates earns US$250 every SECOND, that's about US$20 Million a DAY and US$7.8 Billion a YEAR!
  2. If he drops a thousand dollar, he won't even bother to pick it up bcoz the 4 seconds he picks it, he would've already earned it back.
  3. The US national debt is about 5.62 trillion, if Bill Gates were to pay the debt by himself; he will finish it in less then 10 years.
  4. He can donate US$15 to everyone on earth but still be left with US$5 Million for his pocket money.
  5. Michael Jordan is the highest paid athlete in US. If he doesn't drink and eat, and keeps up his annual income i.e. US$30 Million, he'll have to wait for 277 years to become as rich as Bill Gates is now.
  6. If Bill Gates was a country, he would be the 37th richest country on earth.
  7. If you change all of Bill Gate's money to US$1 notes, you can make a road from earth to moon, 14 times back and forth. But you have to make that road non-stop for 1,400 years, and use a total of 713 BOEING 747 planes to transport all the money.
  8. Bill Gates is 40 this year. If we assume that he will live for another 35 years, he has to spend US$6.78 Million per day to finish all his money before he can go to heaven.
  9. Last but not the least: If Microsoft Windows' users can claim US$1 for every time their computers hang because of Microsoft Windows, Bill Gates will be bankrupt in 3 years !!!!!!! !!!!

Monday, May 25, 2009

Mengetahui Hakikat Sesuatu Yang Di Ingat - oleh Imam Al-Qusyairi (Part 9)

"Yang Maha Memelihara"

Nama Allah yang kelapan ialah Al-Muhaymin, Ia bermaksud "Yang Maha Memelihara". Allah S.W.T adalah yang mengatur, menjaga dan memelihara serta menentukan rezeki, kehidupan dan umur MakhlukhNya. Dia juga yang mengawasi dan melindungi segala sesuatu. Dia juga Maha Memerhati, Menjaga serta menaungi hamba-hambaNya dalam semua keadaan. Dia yang memerhati segala sesuatu dan tiada sesuatupun yang terlepas daripada pengawasanNya. Dialah yang mentadbir dan mengurus segala sesuatu daripada yang mikro sehinggalah yang makro.

Perhatikan pada alam yang luas ini, renungi pada pertukaran siang dan malam, perhatikan pada diri sendiri kita sendiri, perjalanan degupan jantung yang mengedarkan darah ke seluruh anggota tubuh, lihat pada bulan dan kaitannya dengan pasang surut lautan, peredaran bulan dan matahari, segalanya berjalan mengikut hukum alam yang telah ditetapkan Allah. Semuanya dibawah pengawasan, peliharaan dan pentadbiranNya.

Bagaimana menerapkan sifat Allah Al-Muhaimin ini ke dalam diri, meresapinya ke hati dan menjadi budaya melalui tindakan kita? Menjawab persoalan ini, mari kita lihat pada kehidupan harian kita, bermula daripada subuh sehingga ke subuh pada hari berikutnya, bermula dari hari ke hari yang berikutnya pada minggu hadapan, bermula dari bulan sehingga ke bulan yang sama pada tahun hadapan dan seterusnya.

Sepanjang melalui hari-hari yang mendatang, sewajarnya kita memelihara kejujuran kita bila melaksanakan sesuatu, menjaga tanggungjawab kita dalam melaksanakan tugas, kita memelihara displin semasa melaksanakan sesuatu tugasan, memelihara kerjasama dengan rakan sejawat, memelihara wawasan dan halatuju kita, menjaga keadilan kita terhadap diri sendiri dan orang lain, menjaga rasa prihatin kita terhadap orang dipersekitaran kita yang sama-sama membantu kita. Jika kita berzikir 100 kali dengan menyebut Al-Muhaimin, Insyaallah Allah akan memelihara kita zahir dan batin dimana hati menjadi bersih dan terang.

Mengetahui Hakikat Sesuatu Yang Di Ingat - oleh Imam Al-Qusyairi (Part 8)

"Yang Mengutamakan Keamanan"

Nama Allah yang ketujuh ialah Al-Mukmin, yang bermaksud "Yang Mengutamakan Keamanan" ada juga yang mentafsirkan sebagai "Yang Mengurniakan Keamanan". Ada juga ulamak menafsirkan Al-Mukmin sebagai "Yang Maha Membenarkan", ada juga yang mentafsir Al-Mukmin sebagai "Yang Maha Melindungi". Samada "Yang Mengutamakan Keamanan", "Yang Mengurniakan Keamanan" , "Yang Maha Membenarkan" atau "Yang Maha Melindungi" prinsipnya adalah sama, iaitu Dia adalah Dzat yang Maha Membenarkan, Dia membenarkan DiriNya, Malaikat-MalaikatNya, Rasul-RasulNya, Kitab-KitabNya, Membenarkan Qada dan QadarNya dan membenarkan Hari Kemudian (Hari Pembalasan). Apabila Dia membenarkan segala janji-janjiNya kepada hambaNya dan hamba-hambaNya mengakui kebenaran akan janji-janjiNya itu, maka secara automatik, Dia juga mengurniakan keamanan kepada hamba-hambaNya dan secara langsung Dia (Allah) juga mengutamakan keamanan dan menjadi pelindung kepada hamba-hambaNya.

Pokok dan syaratNya yang utama dalam perhubungan ini , ialah hamba-hambaNya perlu mengakui dahulu kebenaran rukun iman, kemudian barulah Allah mengurniakan keamanan dan mengutamakan keamanan kepada hamba-hambaNya yang mengimaniNya. Kemudian akan lahir rasa aman pada hati hamba-hambaNya yang mengakui kebenaran Allah S.W.T. Menikmati perlindungan dan keamanan dariNya kerana kepatuhan mentaati segala perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya. Keamanan zahir dan keamanan batin, perlindungan zahir dan perlindungan batin daripadaNya (Allah). Secara fitrahnya semua manusia mencintai keamanan, semua manusia membenci peperangan. Peperangan hanya akan berlaku bila manusia tidak berpegang kepada tali Allah yang terangkum dalam sifat "Al-Mukmin" Allah S.W.T itu.

Bagaimana kita menerapkan sifat Al-Mukmin ini didalam jiwa, pemikiran dan tindakan kita? Jawabannya mudah, kita mulai dengan membenarkan 6 rukun iman sebagai prinsip hidup dan melaksanakan 5 rukun islam berdasarkan hati kita yang ikhlas seperti Allah melihat kita walaupun kita tidak melihat Allah. Maka jadilah kita muslim yang mukmin. Segala tindakan dan perbuatan kita meletakan Allah dihadapan sebagai benteng keamanan, kepercayaan dan perlindungan. Insyaallah kita sentiasa dalam peliharaan dan perlindungan Allah. Dengan berzikir "Ya Mukmin" sebanyak 136 kali dengan memahami maksudnya akan menyebabkan anda, keluarga anda sentiasa dilindungi Allah dan harta benda anda dilindungi daripada dicuri orang.

Mengetahui Hakikat Sesuatu Yang Di Ingat - oleh Imam Al-Qusyairi (Part 7)

" Yang Maha Sejahtera"

Nama Allah yang ke-enam ialah As-Salam, yang bermaksud Yang Memiliki Kesejahteraan dan Keselamatan, Allah S.W.T adalah dzat yang memiliki segala kesejahteraan dan keselamatan, Allah Maha Sejahtera ke atas diriNya, Ia sentiasa sihat, sentiasa sejahtera dan sentiasa selamat. Allah bebas daripada sebarang penyakit, masalah kesihatan, malapetaka dan lain-lain kekurangan yang berkaitan kesejahteraan atau keselamatan sebagaimana manusia. Maha Sejahtera Allah daripada awal yang tiada permulaan sehingga akhir yang tiada bernoktah. Allah tidak memerlukan pengawal peribadi untuk memastikan Ia selamat. Allah tidak memerlukan doktor untuk memastikan Ia sentiasa sihat sejahtera. Allah adalah Dzat yang maha sempurna, yang berdiri dengan sendiriNya dengan penuh kesejahteraan dan keselamatan.

Dzat dan Sifat Maha Sejahtera Allah itu terpancar pada di alam ini melalui kejadian langit dan bumi, pada penciptaan manusia dan segala makhlukNya, lihat dan renungkan, betapa sejahteranya peredaran bulan, bumi, matahari dan planet-planet yang lainnya sehingga mereka tidak berlanggaran antara satu sama lain, lihat dan renungkan pada api, air, tanah dan angin, betapa api memberikan kesejahteraan untuk kita memasak masakan, betapa air memberikan kesejahteraan ketika kita meminumnya ketika kehausan, betapa tanah memberikan kesejahteraan kepada kita dengan menumbuhkan tanaman yang kita tanam diatasnya , betapa angin memberikan kesejahteraan ketika kita bernafas.

Bagaimana kita menerapkan sifat Maha Sejahtera Allah ini ke dalam diri kita? Kesejahteraan sering dikaitan dengan selamat, sihat wal afiat, kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Apabila kita memberikan salam "Asalamualaikum" kepada seseorang, ia bermaksud kita memohon kepada Allah supaya memberikan kesejahteraan yang berupa kesihatan yang baik, selamat dari malapetaka, diberikan ketenangan jiwa dan kebahagiaan kepada orang tersebut. Apabila salam kita dijawab dengan "Waalaikumusalam" , bermaksud orang yang menerima salam daripada kita tadi, memohon kepada Allah supaya kita dikurniakan perkara yang sama, justeru itu, berikanlah salam kepada sesama muslim ketika kita bertemu. Jadikan ia satu budaya dalam hidup kita. Insya-Allah jika demikian budaya anda, maka anda sentiasa dikurniakan kesihatan yang berpanjangan, bebas daripada kemalangan dan malapetaka, sentiasa bahagia dan dikurniakan ketenangan jiwa oleh Allah S.W.T Berzikir sebanyak 136 kali dengan menyebut 'Ya Salam' akan menyembuhkan penyakit yang kita alami, demikian juga, ia boleh menyembuhkan penyakit orang lain.