Monday, April 27, 2009

Journal of Knowledge Nusantara - Bandung #3

5S amalan muslim
  1. Senyum Selalu - senyum 2cm kanan dan 2cm kiri. Senyuman simitri.
  2. Salam - Memberikan salam bila bertemu tetamu dan rakan taulan.
  3. Sopan
  4. Sapa dengan ramah
  5. Santun sentiasa.

Journal of Knowledge Nusantara - Bandung #2

Etika Usahawan Muslim - Pemerhatian di PDT.
  1. Amanah sehingga dipercayai dan lahir kredibiliti
  2. Jujur
  3. Komitmen 100 peratus.
  4. Penambahanbaikan berterusan sehingga kesempurnaan
  5. Kreatif dan Inovatif
  6. Tidak takut saingan
  7. Bangkitkan potensi terbaik dalam diri melalui pengurusan kalbu.
  8. Mencari karunia Allah sebanyak-banyaknya.
  9. Berzakat bila beroleh keuntungan

Journal of Knowledge Nusantara - Bandung #1

Pengurusan Qalbu - oleh K.H.Aagym

Semasa saya bertemu Pak Aagym semasa melawat Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, tahun lalu, saya bertanya kepada beliau "apakah tanda-tanda amalan kita diterima oleh Allah?" Jawab beliau "Jiwa jadi tenang, hati tidak gundah gulana". Semasa kami berbual-bual semasa beliau memberikan taklimat tentang bank darul tauhid, beliau menceritakan tentang management by heart dan manejemen kalbu.

Kesimpulan daripada diskusi kami ialah hati yang bersih, jernih dan bersinar adalah pengerak utama yang menjadi pendorong motivasi untuk mengharungi kejayaan dunia dan akhirat. Hati bersih membawa ketenangan manakala hati kotor membawa kepada kekalutan. Potensi manusia setelah sampai kepada kebeningan hati dan kebersihan jiwa amat menakjubkan. Ada satu kekuatan yang luar biasa kekuatannya.

Bening Hati Yang Jernih

Bila hati semakin bersih
Fikiran pun jadi jernih
Semangat hidup pun jadi gigih
Prestasi pun mudah diraih

Bila hati sudah busuk
Fikiran jahat mula menusuk
Akhlak pun jadi buruk
Jadi makhluk yang terkutuk

Bila hati sudah bersih
Terpancar cahaya pada wajah
Bersinar memancar dari jauh
Membuat orang pun jadi kasih

Bila hati sudah gelap
Mata hati jadi ranap
Orang pun tiada harap
Kerana jiwa telah gelap

Suara Hati Naluri Suci

Dalam diri ada hati
Dalam hati ada cahaya
Cahaya kudus yang suci
Yang bersuara dan berbahasa

Suara naluri yang suci
Yang menyeru kepada kesucian
Dengan 99 nama Ilahi
Yang memanggil kepada kebaikan

Suara hati naluri suci ini
sering tenggelam dalam keriuhan
mazmumah yang melimpahi hati
maksiat yang menguasai tindakan

Sunday, April 26, 2009

ESQ, GABUNGAN NILAI KEPINTARAN MANUSIA - Diadaptasi daripada tulisan Suharyanto

Intellectual Quotient(IQ)

Pada 1905 Binet menemukan IQ di Paris Perancis dan ia dikembangkan di universiti stanford, Amerika Syarikat. Ia pernah digunakan semasa perang dunia pertama, justeru itu, manusia memuja-muja dan memuji suatu bentuk kepintaran yang dianggap menjadi penentu kepada kejayaan manusia di dalam hidupnya. Ia adalah kepintaran tertinggi yang akan menjamin masa depan seseorang dan juga sesebuah masyarakat.

Kepintaran yang dimaksudkan tersebut ialah kepintaran intelektual (Intellectual Quotient, IQ). Ia dijadikan penandaras kepada kepintaran manusia. Justeru itu, berkembanglah pelbagai cara pengukuran IQ seseorang. Semakin tinggi IQ seseorang maka semakin tinggi tahap kepintarannya. Manusia yang mendapat IQnya 100 adalah manusia yang paling tinggi tahap kepintarannya.

Pada perkembangan seterusnya ternyata IQ tidak mampu mewujudkan “kejayaan” mutlak, IQ telah gagal membina hubungan antara manusia. IQ hanyalah merupakan kepandaian yang semata-mata digunakan untuk menangani masalah-masalah logik, rasional , metamatik dan strategik. Oleh itu, bila kita hanya berpegang kepada IQ semata-mata maka seseorang itu umpama robot atau mesin. "mesin” tidak mempunyai perasaan. Akhirnya “mesin” ini mengalami keterasingan dari lingkungan dan dunianya sendiri.

Emotional Quotient (EQ)

Kemudian, dengan berkembangan ilmu dan pengetahuan di bidang neurologi dan psikologi, terjadilah perbahasan baru dalam menilai kepandaian dan kejayaan seseorang. Pada tahun 1995 Daniel Goleman melalui bukunya bertajuk working with emotional qoutient membuat penemuan baru dalam bidang neurologi dan psikologi, kemudian membuat kesimpulan sesuatu yang dinamakan sebagai kepintaran jenis baru, yaitu kepintaran emosi (Emotional Quotient, EQ).

Berdasarkan pada teori EQ maka kejayaan seseorang tidak ditentukan oleh tinggi-rendahnya IQ seseorang, tetapi ditentukan oleh bagaimana seseorang tersebut mengendalikan hubungan antara manusia secara lebih bermakna. EQ telah memberikan suatu rasa simpati, empati, cinta, kasih, sayang, rindu, ketulusan, kejujuran, motivasi dan kemampuan bertindakbalas terhadap kegembiraan atau kesedihan secara tepat. EQ juga memberikan kesedaran mengenai perasaan diri sendiri dan juga perasaan orang lain.

Berbeda dengan IQ yang relatif tak berubah pada diri manusia, EQ boleh mengalami perubahan. EQ boleh meningkat dan menurun. EQ boleh dipelajari untuk terus ditingkatkan dan disempurnakan. Bahkan EQ menjadi landasan bagi penggunakan IQ secara lebih efektif. Pada hari ini banyak ditemui cara-cara untuk meningkatkan EQ itu, diantaranya buku The Seven Habbit Of Highly Of Effective People karya Stephen R Covey.

Spiritual Quotient (SQ)

Ternyata dengan semakin baiknya kepintaran emosi seseorang telah membawa pada suatu kepuasan kebendaan, keintiman hubungan antara manusia, dan dapat bertindak secara tepat dalam mengelola kesedihan dan kegembiraan. Akan tetapi manusia moden telah dan sedang mengalami kehampaan makna hidup. Persoalan seperti kemanakah akhir hidup ini?. Untuk apa tujuan kita hidup?

Pernah suatu ketika Robin Leach membuat penyelidikan terhadap ratusan orang kaya dan terkenal, hasilnya memperlihatkan bahwa kekayaan dan kemasyhuran tidak serta merta membawa mereka pada kebahagiaan yang hakiki. Lantas yang menjadi pertanyaan faktor apakah yang menyebabkan seseorang bahagia? Sebahagian menjawab “wang”, “kekayaan”, “kenikmatan seksual”, “kedudukan”, kesihatan” dan lain-lain. Namun semua jawaban itu tidak menjawab kebahagiaan hakiki, jawaban yang parsial dan tidak menyentuh pada substansi dan hakiki kebahagiaan. Prof Khalil A. Khavari menjawab bahwa faktor yang membawa sesorang pada kebahagiaan hakiki adalah “spiritual”.

Faktor spiritual inilah yang kemudian pada akhir abad 20-an “dieksploitasi” oleh para neurologi dan psikologi untuk mendapatkan suatu formula kecerdasan jenis ketiga. Pada tahun 2000 V.S Ramachandran dari universiti california menemukan fungsi saraf otak yang dipanggil God Spot. SQ menjadi pemudah cara yang menghubungkan antara IQ dan EQ sebagaimana yang disebutkan oleh Zohar dan Marshall bahwa SQ merupakan kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai hidup, menempatkan perilaku dalam konteks makna secara lebih luas dan jauh. SQ merupakan prasyarat bagi berfungsinya IQ dan SQ secara lebih efektif.

Intellectual, Emotional dan Spiritual Quotient(ESQ)

Ary Ginanjar Agustian (2001) mengabungkan EQ dan SQ dengan nilai-nilai yang islam menjadi suatu integrasi yang kukuh dan bersepadu. Berdasarkan idea itu dengan pengalamannya pada dunia perniagaan – Ary Ginanjar Agustian, seorang pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI dan telah terlibat dunia pembangunan insan dan latihan keperibadian, pengembangan diri dan karier – dan atas bimbingan spiritual KH. Habib Adnan, beliau menemukan suatu model kecerdasan “alternatif” yang dipanggil The ESQ Way 165.

ESQ model ini kemudian dicurahkan dalam bentuk buku “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ Emotional Spiritual Quotent Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam”. Di dalam buku tersebut Ary Ginanjar Agustian mengabungkan secara tepat antara kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) berdasarkan kepada nilai-nilai Islam dan pengalamannya sebagai seorang usahawan. Meskipun EQ dan SQ mempunyai peranan yang berbeda namun sama-sama penting untuk dapat disinergikan antara satu dengan yang lain.

Secara ringkas, buku ESQ model terdiri dari 4 (empat) bagian.
Bagian Satu : zero mind process yaitu penjernihan emosi melalui proses menuju fitrah.
Bagian Dua : Mental Building
  1. Star principle
  2. Angel principle
  3. Leadership principle
  4. Learning principle
  5. Vision principle
  6. Well organized principle
Bagian Tiga : Personal Strength
  1. Mission statement
  2. Character Building
  3. Self Controling
Bagian Empat : Social Strength
  1. Strategic Collaboration
  2. Total Action
Pada bagian satu, zero mind process, kita diajak untuk melalui tahapan proses menuju pada fitrah manusia (God-Spot). Pada proses ini kita diminta untuk merenungi dan memperhatikan suara hati atas beberapa peristiwa yang terjadi sehari-hari baik pada diri kita maupun pada orang lain atau lingkungan sekitarnya. Kemudian kita disuruh untuk merespon secara jujur berdasarkan kata hati kita. Dari situ kita akan menemui dua pilihan, yaitu pilihan jalan menuju fitrah dan pilihan jalan menuju non fitrah. Kita diberi kebebasan untuk memilihnya. Dari sinilah prinsip hidup kita diuji. Terkadang hati manusia terbelenggu sehingga menutupi kebenaran informasi dari suara hati. Belenggu-belenggu tersebut adalah:
  1. Prasangka (buruk)
  2. Prinsip-prinsip hidup
  3. Pengalaman
  4. Kepentingan dan prioritas
  5. Sudut pandang
  6. Pembanding
  7. Literatur
Oleh karenanya kita diharuskan untuk membebaskan diri dari ketujuh belenggu tersebut untuk menuju god-spot.

Pada bagian dua, setelah kita memiliki kejernihan hati, maka kita harus mulai mengisi dan membangun melalui enam prinsip bintang sebagai pegangan hidup; memiliki prinsip malaikat sehingga kita selalu dipercaya orang lain; memiliki prinsip kepemimpinan yang akan membimbing kita menjadi seorang pemimpin yang berpengaruh; menyedari akan arti pentingnya prinsip pembelajaran yang akan mendorong pada suatu kemajuan; mempunyai prinsip masa depan, sehingga akan selalu memiliki visi, dan terakhir yaitu memiliki prinsip keteraturan sehingga tercipta suatu sistem dalam satu kesatuan tauhid, atau prinsip esa di dalam berfikir.

Ketangguhan peribadi adalah ketika seseorang berada pada posisi atau dalam keadaan telah memiliki pegangan prinsip hidup yang kukuh dan jelas. Secara sistematik, ketangguhan pribadi adalah seseorang yang telah memiliki prinsip berfikir dan mengaplikasikannya melalui tiga langkah sukses yaitu pernyataan misi, pembangunan karakter dan pengendalian diri. Inilah bagian tiga dari ESQ model.

Bagian Empat adalah ketangguhan Sosial. Ketangguhan sosial ini dianalogikan dengan prinsip zakat, yaitu kepedulian terhadap lingkungan sosial. Prinsip zakat adalah suatu bentuk “pertahanan aktif” dari dalam keluar. Langkah yang harus ditempuh adalah lanjutan dari langkah ketiga pada bagian tiga. Langkah keempat ini dinamakan sebagai kolaborasi strategik dan langkah kelima sebagai tindakan total. Pada langkah kelima ini diasosiasikan dengan haji. Yaitu tindakan unversal dan total dari rukun Islam.

Penutup

Demikianlah sekelumit tentang isi buku ESQ model. Pada prinsipnya buku tersebut merupakan bentuk dari pengembangan kepribadian untuk mencapai kejayaan baik di dunia dan di akhirat. Buku ESQ model menjadi penting untuk panduan menuju kehidupan dengan penuh makna vertikal dan horisontal. Keunggulan buku ini adalah karena dirilis oleh orang Indonesia sehingga khasanah budayanya sesuai dengan budaya Indonesia umumnya. Meskipun merupakan hasil kerja konvergensi yang diramu dengan pengalaman pribadi penulis, buku ersebut masih terkesan normatif, terutama pada bagian-bagian akhir. Buku tersebut juga bukan ditujukan sebagai buku “agama” ataupun buku ceramah/dakwah dalam artian konvensional.

Referensi

Agustian, Ary Ginanjar. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ Emotional Spiritual Quotient Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Penerbit Agra. Jakarta
Sukidi, 2001. Bahagiakah Hidup Anda. Republika, 11 November 2001. Jakarta.
Sukidi, 2001. ESQ Pak Ary. Republika, 30 September 2001. Jakarta.
Sukidi, 2001. SQ. Republika, 15 April 2001. Jakarta.
Zohar, Danah dan Ian Marshall. 2001. SQ memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk memaknai Kehidupan. Mizan. Bandung

Perlawanan Akhir Bola Sepak Piala FA - Mutu Bola Sepak Malaysia Masih Di Takuk Lama

Malam tadi saya berkesempatan menonton perlawanan akhir Piala FA melalui TV1 secara langsung diantara Selangor dan Kelantan. Permainan terpaksa ditentukan oleh sepakan penanti setelah mereka terikat 1-1 setelah perlawanan berlangsung selama 120 minit. Berdasarkan permainan yang ditunjukan oleh kedua-dua pasukan, pada saya, mutu permainan bolasepak mereka masih ditahap lama. Tidak ada sesuatu yang membanggakan. Kedua pasukan nampak keletihan dan kekurangan stamina apabila perlawanan berlanjutan ke masa tambahan. Mereka tidak menunjukan permainan bermutu dan tidak bermain dalam satu pasukan. Kedua-dua pasukan tidak dapat mengintegrasikan IQ,EQ dan SQ dalam perlawanan tersebut menyebabkan permainan yang dipertontonkan terlalu hambar. Apapun, tahniah kepada pasukan selangor kerana menjuarai Piala FA kali ini.

Friday, April 24, 2009

Intergrated IQ,EQ dan SQ Menjana Intergrated Intelligence.

IQ, EQ dan SQ yang bersepadu akan menghasilkan kepintaran bersepadu dimana ia akan melahirkan manusia yang mempunyai hubungan yang baik dengan alam, hubungan yang baik sesama manusia dan hubungan yang akrab dengan Tuhan.

Segala Yang Hidup Memiliki Frekuensi.

Elektron mengelilingi proton
Proton mengelilingi neutron
Neutron menjadi pusat
Berpaksi suatu energi

Bulan mengelilingi bumi
Bumi mengelilingi Matahari
Matahari mengelilingi galaksi
Berpaksi suatu energi

Semua mengikuti orbit
Berjalan berulang-ulang
Tenggelam dan terbit
Menjadi frekuensi berulang

Minda mengelilingi Tubuh
Tubuh mengelilingi Jiwa
Jiwa mengelilingi hati
Hati yang tulusuci

Ahmad Rais Johari
Kolej Delima
UiTM

Hijrah - Suatu Perjuangan Jihad Menuju Kecemerlangan Abadi

Hari ini adalah hari terakhir seorang sahabat saya, saudara Afzal Haq berkerja di UiTM sebagai Penjaga Jentera Elektrik. Beliau meninggalkan UiTM kerana mendapat tawaran yang lebih baik menjawat jawatan sebagai eksekutif Fasiliti di UMW. Alasan yang beliau berikan ialah beliau ingin berhijrah dan menyambut seruan Tun Abdullah Badawi mantan Perdana Menteri Malaysia, yang pernah mencadangkan supaya orang kerajaan pergi ke sektor swasta dan sebaliknya. Beliau berazam untuk memberikan perkhidmatan terbaik di UMW dengan berbekalkan segala kemahiran, pengetahuan dan pengalaman yang beliau perolehi setelah 10 tahun berkhidmat di Pejabat Penyelenggaraan (kini Pejabat Fasiliti) UiTM.

Beliau berhijrah untuk mendapatkan kepuasan berkerja kearah kecemerlangan abadi dan kepuasan diri. Pada beliau, ia adalah suatu perjuangan untuk diri beliau dan keluarga beliau ke arah sesuatu yang lebih baik.

Thursday, April 23, 2009

Demi Matahari

Demi Matahari
Dan Sinarnya Dipagi Hari
Dan Demi Bulan Apabila Ia Mengiringi

Demi Siang Hari
Bila Menampakan Diri
Demi Malam Apabila Ia Menutupi

Demi Langit Berserta Seluruh Binaannya
Demi Bumi Serta Yang Ada Dihamparannya
Demi Jiwa dan Seluruh Penyempurnaannya

Allah...Subhanallah

Allah Mengilhamkan
Sukma Kefasikan dan Ketaqwaan
Beruntung Bagi Yang Menyucikannya
Merugi Bagi Yang Mengotorinya

Lagu ini adalah diantara lagu yang saya nyanyikan semasa mengikuti ESQ Training Angkatan 30 Kuala Lumpur pada 17,18 dan 19 April 2009 baru-baru ini.

Al-Fatihah.....! Semoga Roh Beliau Sentiasa Dicucuri Rahmat Daripada Allah S.W.T

Saya menerima panggilan telefon daripada En. Ariffin Yusof memaklumkan En. Ahmad Nizar Abdul Karim, Timbalan Pengarah,PSMB telah kembali ke rahmatullah sekitar jam 5.30 petang. Pada jam 7.45 malam, saya, Fais dan Ariffin bergegas ke Hospital Besar Kuala Lumpur daripada Kolej Meranti, setibanya kami di Jabatan Forensik HKL, terdapat beberapa orang staf PSMB dan sanak saudara Allahyarham telah berada diruangan menunggu. Keadaan agak sayu dan sedih. Beliau yang saya kenali adalah orang cepat mesra dan senang didekati. Pemergian beliau amat dirasai oleh seluruh warga PSMB.

Sekitar jam lebih kurang 12.15 malam selepas bedah siasat, jenazah beliau telah dibawa rumah beliau di Rawang daripada HKL menggunakan van jenazah UiTM. Difahamkan polis mengkelasifikasikan kematian beliau sebagai mati mengejut. Menurut cerita daripada staf PSMB yang bersama beliau semasa Bengkel ICT anjuran Microsoft di KLCC petang tadi, beliau tidak bercakap banyak disepanjang bengkel tersebut. Beliau sempat bergambar dijabatan yang menghubungkan tower A dan tower B KLCC.

Semoga roh beliau ditempatkan bersama orang-orang yang beriman dan mendapat rahmat daripada Allah S.W.T.

Kematian adalah datangnya sebuah keadaan yang tidak bergerak dan kaku. Kematian merupakan pesanan dan peringatan terhadap kedatangan sebuah akhir kehidupan. Kematian merupakan sejenis makhluk yang unik dan bersifat rahsia. Ia merupakan makhluk berani yang tidak akan boleh ditahan dan dikalahkan, ia mampu meredah tembok yang tinggi dan melompati pagar yang kukuh.Tidak ada satu pun benteng yang mampu untuk melindungi dirinya daripada kematian. Ia menyapa semua yang bernyawa. Justeru itu, kita yang masih hidup perlu bersedia untuk menerima kematian pada bila-bila masa dan dimanapun jua.

Friday, January 9, 2009

Seorang Mahasiswa UiTM Shahid Di Seksyen 7

Saya baru selesai menguruskan jenazah seorang mahasiswa UiTM yang telah kembali ke rahmatullah sebentar tadi, menurut sumber polis, kematian beliau diklasifikasikan sebagai mati mengejut. Semoga roh arwah Mohamad Ashfar Bin Arshat sentiasa dicucuri rahmat oleh Allah S.W.T dan ditempatkan dalam kumpulan orang-orang yang beriman.

Sunday, December 7, 2008

Jenazah Timbalan Dekan Fakulti Komunikasi & Pengajian Media Selamat Dikebumikan..

Sejak daripada semalam saya ternanti-nanti jenazah Allahyarham Shafie Ahmad daripada New Zealand, Alhamdulilah semuanya telah selesai pada sekitar jam 6.30 petang tadi. Jenazah beliau telah selamat dikebumikan di Memorial Park Seksyen 21 Shah Alam. Semasa di Surau Seksyen 8, Shah Alam pada petang tadi saya sempat menjadi jemaah solat jenazah Allahyarham. Beliau yang saya kenali adalah seorang sahabat yang komited dalam menjalankan tugas dan sentiasa bersikap positif dalam apa keadaan sekalipun. Semua urusan pengebumian berjalan lancar dan UiTM memberikan sepenuh komitmen untuk menyempurnakan majlis pengebumian tersebut. Semoga roh beliau dicucuri rahmat dan ditempat bersama orang-orang yang beriman.

Tuesday, December 2, 2008

UiTM Menjadi Juara Anugerah Kualiti Perdana Menteri 2008...!

Tahniah kepada semua warga UiTM daripada pentadbir, pensyarah, kakitangan sokongan dan pelajar di atas sokongan anda semua membawa kemenangan UiTM dinobatkan Johan Anugerah Kualiti Perdana Menteri 2008 (Sektor Awam). Tugas yang lebih berat selepas ini ialah mempertahankan kemenangan tersebut dan membudayakan kualiti dalam setiap aspek pekerjaan kita di UiTM.

Monday, December 1, 2008

Seruan Kepada Mahasiswa UiTM: Jadilah Mahasiswa Yang Berani !

Keberanian adalah asas kepada pembangunan jati diri. Mahasiswa wajar membebaskan diri mereka daripada mana-mana pengaruh fahaman tertentu untuk dibawa masuk ke dalam arena politik kampus. Mahasiswa perlu mempunyai jati diri sendiri yang bersifat idealistik. Berani kerana berilmu, menjunjung budaya ilmu dan berupaya berfikir secara rasional berdasarkan ilmu. Itu adalah asas kepada jati diri seorang mahasiswa.

Wednesday, November 26, 2008

Getaran.....Degupan Jantung Menghasilkan Tenaga.....?

" Setiap jisim mempunyai tenaga, tenaga itu terhasil daripada getaran, getaran itu menghasilkan bunyi, bunyi itu boleh didengari melalui degupan jantung dan gerakan nadi"

Sunday, November 23, 2008

Nasihat Dato' Seri Harusani - Mufti Perak Kepada Kepimpinan Melayu Dulu, Kini dan Masa Depan...

Saya bertanya kepada Dato' Seri Harusani, Mufti Perak semasa Seminar Kepimpinan Melayu baru-baru ini, soalan saya kepada beliau berbunyi..."Kepimpinan semua negara islam pada hari ini kelihatan begitu lesu, kaku dan tidak bertenaga, kita berpecah dan tidak bersatu, walaupun negara islam kaya dengan hasil bumi seperti minyak tetapi kita miskin kerana ia tidak tahu pengurusan hasil bumi kita sendiri, semua fenomena ini berlaku kerana jiwa, tubuh dan pemikiran kita telah dirosakan oleh yahudi zionis. Persoalannya bagaimana caranya kita orang islam boleh melepaskan diri kita daripada belenggu Yahudi Zionis...?"

Beliau menjawab ringkas..."kita kena kembali kepada rukun iman dan rukun islam, itulah asas kita, kita kena faham, menghayati dan melaksanakan semua tuntutan dan kehendak rukun iman dan rukun islam, jika kita dapat menghayati dan mengamalkan semua kehendak rukun iman dan rukun islam, Insyaallah kita akan selamat daripada belenggu Yahudi Zionis". Beliau juga menyeru semua pemimpin melayu kembali kepada kehendak dan tuntutan rukun iman dan rukun islam untuk menjadi pemimpin melayu yang boleh membawa perubahan yang lebih baik kepada bangsa melayu kerana kekuatan bangsa melayu terletak kepada Islam.

Thursday, November 20, 2008

Seminar Kepimpinan Melayu Anjuran InQKa, UiTM,Tajaan Sime Darby & UMW


Semalam dan hari ini saya menghadiri Seminar Kepimpinan Melayu di Sime Darby Convention Centre, Bukit Kiara anjuran InQKa. Saya menghadiri seminar tersebut di atas kapasiti saya sebagai Pegawai Pembangunan Pelajar NR (PPPNR). Sebanyak 4 kertas utama telah dibentangkan oleh cendikiawan, ulamak dan tokoh ekonomi manakala sebanyak 31 kertas kerja dibentangkan secara selari di dua bilik seminar yang berbeza selama 2 hari. Semua kertas kerja ini membicarakan dan mewacanakan soal kepimpinan melayu dulu, kini dan masa depan, semasa sesi penutup oleh Prof. Madya Dr. Shireen Haron, Penolong Naib Canselor, Institut Kualiti dan Pengembangan Ilmu (InQKA), UiTM mewakili Dato' Seri Naib Canselor membentangkan resolusi yang telah diputuskan oleh para ahli akademik di Malaysia dan Indonesia, ulamak, cendiakawan, NGO, Prowaris, Parti Politik dan lain-lain badan lagi yang mengambil bahagian dalam seminar tersebut.

Diantara resolusi tersebut ialah menuntut supaya kepimpinan melayu samada daripada Barisan Nasional atau Pakatan Rakyat untuk mempertahankan Sistem Raja Berpelembagaan sediada, Memahami, menghayati dan mendaulatkan Perlembagaan Persekutuan (undang-undang), menstruktur semula sistem pendidikan negara daripada peringkat rendah, menengah dan pengajian tinggi supaya menghasilkan rakyat yang memahami dan menghayati nilai sejarah dan rukun negara, mengamalkan budaya ilmu dalam kehidupan, memperkasakan diri dengan memahami, menghayati dan mengamalkan rukun iman dan rukun islam sebagai cara hidup.

Saya tertarik dengan kertas kerja utama yang dibentangkan oleh Prof. Dr. Nik Anuar Nik Mahmod mengenai usaha-usaha golongan tertentu yang cuba memutarbelitkan fakta sejarah dan diakhir pembentangan, beliau mempamirkan slide ungkapan kata-kata Tuan Guru Abdullah Fahim, ahli falak, ulamak dan juga datuk kepada Perdana Menteri Malaysia yang kita kasihi. Katanya "SEDARLAH, BERKERJALAH, BERGIATLAH, JANGAN DAKAP TUBUH SAHAJA, KALAU MASIH LAGI DENGAN KEADAAN-KEADAAN SEPERTI MASA LALU ITU, SAYA BERKEYAKINAN PENUH AKAN TENGGELAM SEKALI LAGI, TETAPI KALAU SEKIRANYA TENGGELAM PADA KALI YANG AKAN DATANG ITU, MAKA BANGSA MELAYU TIDAK AKAN TIMBUL DAN BANGUN MELAINKAN SUDAH KIAMAT, YANG MANA DUNIA TIDAK ADA LAGI MELAINKAN TUHAN YANG MAHA KUASA SAHAJA"

Saya tertanya-tanya apakah maksud "keadaan-keadaan seperti masa lalu itu" yang dimaksudkan oleh Kiai Abdullah Fahim. Soalan tersebut tidak sempat saya lontarkan kepada Prof. Dr. Nik Anuar kerana masa terlalu mencemburui saya dan saya terus tertanya-tanya sehingga disaat saya menulis post ini. Saya ingin mengucapkan syabas dan tahniah kepada InQKA kerana berjaya menganjurkan seminar tersebut dan seminar itu memberikan kesan yang mendalam kepada saya sebagai orang melayu.


Monday, November 17, 2008

What is Interoperability?

“Ability of two or more systems or components to exchange information and to use the information that has been exchanged.”

(Source: IEEE Standard Computer Dictionary: A Compilation of IEEE Standard Computer Glossaries, IEEE, 1990)